Connect with us

Kab. Barito Kuala

TNI Minta Agar Pemda Lebih Optimal untuk HPS 2018

Diterbitkan

pada

TNI siap membantu pengembangan sektor pertanian di daerah Foto: net

BANJARMASIN, Terkait dengan pembebasan lahan di Jejangkit jelang HPS 2018 yang nantinya akan dilakukan di sana, Wakil Asisten Teritorial Kepala Staf Angkatan Darat (KASAD) Brigjen TNI Dudung Abdurachman meminta para dinas dinas terkait agar dapat saling bersinergi. Upaya tersebut untuk bersama sama agar mewujudkan pembukaan lahan seluas 4.000 hektare bisa diselesaikan secara optimal yang berada di Desa Jejangkit Muara, Kecamatan Jejangkit, Kabupaten Barito Kuala.

“TNI sifatnya membantu bukannya untuk mendominasi Pemda, kami hanya ingin mengoptimalkan saja sesuai dengan arahan,” katanya.

Ditambahkannya, keberadaan TNI hanya untuk  membantu bukan sebagai pelaku utama dalam acara tersebut. Terkait hal ini TNI minta jangan melimpahkan pekerjaan tersebut semuanya, dinas dinas terkaitlah yang paham akan pertanian.

“Tugas TNI hanya mengoptimalkan dan membantu dinas saja, kami disini memberikan semangat agar pekerjaan tersebut tidak kendor. Prajurit kami belum terlalu paham soal teknis pertanian, dinas harus harus optimal didepan,” tegasnya.

Sementara Danrem 101/Antasari Kolonel Inf Yudianto Putrajaya menyatakan, jika pihaknya sudah melakukan mobilisasi alat berat agar dioperasionalkan. “Pastikan semua Alsintan bergerak. Jangan sampai nganggur karena saya sudah minta bekerja 24 jam dengan pembagian shif operator yang sudah ditentukan,” katanya.

Danrem juga meminta agar instansi terkait ikut bertanggung jawab, sehingga dipastikan semua bersinergi `mengeroyok’ pekerjaan yang memiliki waktu terbatas tersebut. Seperti diketahui, peringatan Hari Pangan Sedunia (HPS) akan dilaksanakan di Desa Jejangkit pada Oktober 2018 mendatang. Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman menargetkan pembukaan lahan 4.000 hektare dan bisa berhasil panen pada HPS nanti.

Sebelumnya, Menteri Pertanian Republik Indonesia Andi Amran Sulaiman menyambangi Kabupaten Barito Kuala (Batola)  untuk melihat perkembangan kesiapan Hari Pangan Sedunia tingkat nasional 2018. Peringatan itu bakal dipusatkan di Desa Jejangkit Muara, Batola. Rencanya digelar Oktober mendatang.

Dalam kunjungannya kedua ini, Amran dibuat kaget sekaligus kecewa. Ketika melihat kondisi lahan yang disiapkan belum dikerjakan secara maksimal. Dari 4.000 hektare, baru tergarap 750 hektare. “Tiga bulan kedepan harus rampung,” tuntutnya.

Dia jelas saja tak puas. Apalagi lahan itu bakal dijadikan pilot percontohan model pertanian terpadu. Dia lantas memerintahkan 40 unit ekskavator untuk mengeroyok lahan tersebut. “Tiga bulan berjalan tidak signifikan. Kami target 2 atau 3 bulan ke depan 4.000 hektar rampung, dan saya perintahkan tambah alat berat,” tegasnya lagi.

Saat berada di lokasi, Amran mendapat penjelasan langsung dari Sekretaris Daerah Batola, Supriyono. Bahwa lahan yang digarap saat ini sebagai percontohan untuk tahap awal. “Tak perlu seremoni-seremoni percontohan. Ekskavator yang tidak terpakai di daerah lain tarik ke Batola semua. Saya perintahkan 20 unit Ekskavator dari Jakarta untuk dikirim hari ini juga. Sehingga total ada 40 Ekskavator bergerak mengepung Batola,” ucap Amran.

Amran mengancam, jika penggarapan itu gagal, dirinya bakal menutup semua kucuran anggaran untuk Kalsel. “Saya ingin saat peringatan Hari Pangan Sedunia pada Oktober nanti harus panen,” imbuhnya.

Tak hanya itu, dia meminta kepada Komandan Korem (Danrem) 101/Antasari Kolonel Inf Yudianto Putrajaya untuk mendirikan posko-posko. Sebagai wadah koordinasi bagi petani dan unsur terkait yang terlibat. Dia mencontohkan, di Merauke, Papua 5.000 hektar bisa dua bulan. “Saya minta Pak Danrem 1 bulan 4.000 hektar. Jika berhasil, saya datang lagi,” janjinya.

Dia mengibaratkan lahan pertanian di Kalsel sebagai raksasa tidur. Lahannya sangat subur dan siap digarap kapan saja. Dibuka satu juta hektar untuk penambahan produksi padi.

Selain di Sumatera Selatan, Kalsel pun menjadi fokus bagi Kementerian Pertanian. “Dengan hanya mengoptimalkan lahan di dua provinsi ini. Kita dapat menambah produksi 7-8 ton beras,” sebut Amran.

Wakil Kepala Staf Angkatan Darat (Wakasad) Letnan Jenderal TNI Tatang Sulaiman menyatakan, TNI masih berkomitmen membantu pembangunan pertanian di semua wilayah. Dia menyebut, ada tiga program yang dikawal TNI. Pembukaan lahan, Upaya Khusus Luas Tambah Tanam (Upsus LTT) dan Serap gabah petani (Sergap). “Kami siap terlibat lagi. Dan kami sudah terbiasa bekerja tidak normal karena jika biasa-biasa saja, petani juga bisa,” ujarnya.

Sementara itu, Danrem 101/Antasari, Kolonel Inf Yudianto Putrajaya berjanji bakal membackup penuh penyiapan lahan untuk kesiapan HPS XXXVIII. “Saya beserta jajaran akan totalitas mengawal. Termasuk posko tadi. Mulai Senin akan diaktifkan,” janjinya.

Di sisi lain, Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor, optimis. Pada saat HPS XXXVIII, lahan tesebut siap panen. “Tak ada pekerjaan yang tidak bisa dikerjakaan kalau kita bekerja bersama-sama. Berat sama di jinjing, ringan sama dipikul. Mari bergerak habis-habis,” ucapnya.(ammar)

Reporter: Ammar
Editor: Chell

Bagikan berita ini!
  • 2
    Shares