Connect with us

Kabupaten Banjar

Tak Kunjung Diresmikan, Rp 70 Juta Melayang dari Retribusi Pasar Murung Keraton

Diterbitkan

pada

Potensi penambahan PAD di Pasar Murung Keraton terkendala peresmian bangunan Foto : rendy

MARTAPURA, Pasar Murung Keraton yang merupakan bantuan pemerintah pusat kepada Perusahaan Daerah (PD) hingga kina masih belum dihibahkan. Akibatnya, Perusahaan Daerah (PD) Pasar Bauntung Batuah hingga kini tak dapat menarik retribusi untuk menambah berpotensi Pendapatan Asli Daerah (PAD) di Kabupaten Banjar.

Direktur PD Pasar Bauntung Batuah Martapura, Rusdiansyah mengatakan, walaupun saat ini areal pasar tersebut 90% ditempati pedagang, namun akibat belum diresmikan sejak dibangun tahun 2017 lalu, pihaknya selama satu tahun tidak dapat menarik retribusi.

“Hingga sekarang kita masih belum bisa memungut retribusi sewa tempat usaha,  kita hanya bisa menerima retribusi harian seperti retribusi kebersihan ketertiban dan listrik saja, ” Jelasnya.

Rusdi sangat perihatin terhadap bangun proyek pasar yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) ini tidak dapat menyumbang PAD Banjar. Mengingat dulunya sebelum pasar itu terkena musibah kebakaran dapat menambah pemasukan pendapatan PD pasar sebesar 5 % dari seluruh pasar yang dikelola PD Pasar Bauntung Batuah.

“Sebenarnya kita sudah menghitung regulasi baru untuk tempat usaha yang baru, sebelumnya kita ada pendapatan yang diperoleh di sana. Kisarannya pendapatan kita untuk Pasar Murung Keraton itu bisa sampai Rp 50 hingga Rp 70 juta pertahunnya,” Akunya.

Rusdi mengharapkan permasalahan penghibahaan pasar Murung Keraton tersebut agar bisa diselesaikan dengan tidak berlarut larut dan Disperindag Banjar dapat memfasilitasi serah terima tempat tersebut sehingga PD pasar dapat pemungutan sewa tempat usaha.

Sebelumnya disampaikan Kepala Bidang Perdagangan Disperindag Kabupaten Banjar Jimmy kepada Kanalkalimantan.com, Kamis (13/6). Walaupun pasar tersebut tersebut sudah mulai dioperasikan sejak 9 April 2018, hingga kini masih belum diresmikan. Mengingat bangunan tersebut masih belum dihibahkan oleh Kementrian Perdagangan RI ke Pemerintah Kabupaten Banjar.

“Sebelumnya memang kita sudah ada koordinasi ke Dirjen Perdagangan Dalam Negri sejak April yang lulu mengenai proses hibah dari Kementrian Disperindag RI ke Pemerintah Daerah. Jadi prosesnya itu hingga sekarang sudah sampai di pengusulan dari Kabupaten Banjar, ” jelasnya.

Jimmy mengatakan, semua kabupaten atau kota yang menerima bantuan dari Kementerian Perdagangan di tahun 2017 itu dikumpulkan lalu pemberkasannya nanti diserahkan secara bersamaan ke RI 1 untuk ditandatangani secara bersamaan.  Menurutnya, itulah yang membuat lambatnya proses peresmian pasar hingga sekarang.

“Jadi alasan dari Kementrian perdaganan, di pusat sana seperti itu,  pemberkasan dilakukan dengan secara selekti,  terakhir kita komunikasi kemereka sekarang posisinya sudah sampai diminta menginput data untuk berita acara serah terima itu pada bulan Mei 29 tadi, seperti nama kepala Dinas, nama Dinas dan lain-lain,” katanya.

Pada intinya terang Jimmy,  pembangunan pasar yang menghabiskan dana Rp 6,6 Miliar tersebut, pihaknya sebagai Disperindag Banjar sudah melaksanakan proses-proses tersebut hingga sekarang. Walaupun proses proses itu sudah dilaksanakan namun dirinya tidak dapat memastikan kapan akan selesainya penghibahan Pasar yang dibangun dengan jumlah 234 bak tersebut.

“Yang jelas kami tidak diam di tempat. Kita masih fasilitasi dan bantu, namun kendalanya tidak di tempat kita. Namun kendalanya dari Kementrian itulah proses nya,  mungkin karena proses yang kolektif tadi, Kita juga tidak bisa memastikan kapan proses itu selesai mungkin 2020 nanti, mungkin saja,” pungkasnya. (Rendy)

Reporter : Rendy
Editor : Chell

Bagikan berita ini!
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
-->