Kanal
Sebulan 61 Rumah Warga di Batola Rusak di Hantam Puting Beliung
MARABAHAN, Hingga pertengahan Oktober 2019, sebanyak 61 buah rumah warga di Kabupaten Barito Kuala rusak parah akibat disapu hujan deras disertai angin kencang.
Demikian disampaikan Kepala BPBD Batola Sumarno, kepada Kanalkalimantan.com. Adapun daerah terbanyak terdampak diantaranya meliputi di lima kecamatan yakni Tabukan, Anjir Pasar, Anjir muara, Marabahan dan Bakumpai.
“Masifnya kejadian hujan disertai angin kencang ini, akibat pergantian musim atau pancaroba yang terjadi, terlebih di Batola masih banyaknya perumahan yang dibangun di lahan yang terbuka dan rentan, sehingga banyak rumah yang berdampak,†jelasnya.
Sumarno menambaknan, dampak bencana hidrologi di musim pancaroba ini juga berimbas pada perubahan tata lahan di beberapa wailayah di Kabupaten Batola.
Diketahui puting beliung sebelumnya merusak sebanyak 14 rumah warga di RT 1 dan RT 3 Desa Tamba Raya, Kecamatan Tabukan, Kabupaten Barito Kuala (Batola) diterjang angin puting beliung pada satu bulan yang lalu atau tepatnya Minggu (29/9) kemarin.
Menurut Riady, musibah puting beliung ini terjadi saat hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Batola pada pukul 17.30 Wita. Angin kencang tiba-tiba saja muncul dari arah hulu menuju ke hilir. “Angin itu muncul dari permukaan air, kami sempat panik, angin berputar berwarna kehitam-hitaman tiba-tiba saja menerjang rumah warga di sini,†ujar Riady.
Ditambahkan Riady, kondisi rumahnya sekarang dalam rusak parah, sewaktu kejadian istri dan anaknya berada di rumah. Walaupun atap dan bagian rumah sempat roboh hanya menyisakan bagian lantai, beruntung anak istri di rumah selamat dalam musibah ini.
“Istri saya yang baru operasi melahirkan anak baru berumur 10 hari saat di rumah. Istri saya tidak dapat berbuat apa-apa dan hanya terbaring di kasur, tepat di dalam kelambu, sementara satu lagi anak saya berusaha menutupi melindungi adiknya dengan badannya, bagian bangunan yang roboh hampir saja mengenai anak saya waktu itu, untungnya kami semua selamat,†akunya.
Kisah serupa juga di katakan Mariatul Mahdiah, sewaktu kejadian dirinya dan anaknya berada di dalam rumah. Tiba-tiba saja angin kencang menggetarkan dinding rumahnya dan spontan berlari keluar rumah, walaupun sempat kesulitan ketika membuka pintu rumah lantaran terhimpit bangunan rumah. Ia beruntung dberhasil lolos dari musibah tersebut, meski sluruh atap rumahnya dalam keadaan rata dan terbawa hingga puluhan meter.
“Sewaktu kejadian saya sedang memberi makan anak yang kecil ini, tiba-tiba saja gemuruh angin datang dan dalam waktu singkat mengangkat atap rumah hingga tak bersisa, beruntung saya dan anak saya bisa keluar dengan selamat,†katanya. (rendy)
Editor : Chell
-
Kalimantan Selatan2 hari yang laluAnjangsana Pemprov Kalsel, Rudy Ariffin Dukung Keberlanjutan Pembangunan
-
Kabupaten Banjar2 hari yang laluSelawat Bergema di Alun-alun Ratu Zalecha, Al-Habib Ali Zainal Abidin Pimpin Banjar Berselawat
-
PTAM INTAN BANJAR3 hari yang laluKarhutla di Jalan Gubernur Syarkawi Ancam Pipa Distribusi Utama, PTAM Intan Banjar Lakukan Pemadaman
-
Kabupaten Kapuas3 hari yang laluAntisipasi Kemarau Panjang, Pemkab Kapuas Mantapkan Rencana Kontinjensi Karhutla 2026
-
Kota Banjarbaru3 hari yang laluWali Kota Lisa Melepas Kontingen Banjarbaru ke Jamnas Pramuka XII 2026
-
Kabupaten Banjar3 hari yang laluPuluhan Personel Satpol PP Dikerahkan Jaga Keamanan Banjar Berselawat



