Connect with us

HEADLINE

Sandera Korban 4 Jam Pakai Dua Senpi, Pria di Amuntai Akhirnya Ditembak Mati

Diterbitkan

pada

Kapolres HSU AKBP Afri Darmawan SIK MH tunjukan pistol rakitan saat menggelar konferensi pers di hadapan awak media, Senin (22/2/2021) siang. Foto: dew
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, AMUNTAI – Dor!, tindakan tegas diberikan anggota Jatanras Sat Reskrim Polres Hulu Sungai Utara (HSU) tembak mati seorang tersangka kasus pencabulan anak SA (45), warga Desa Sungai Turak Dalam, Kecamatan Amuntai Utara, Kabupaten HSU.

Tiga butir timah panas bersarang di tubuh tersangka ketika menyandera korban M. Saat SA akan dibekuk, pria ini mengancam menembakan senjata api (senpi) ke arah petugas yang saat itu mencoba melakukan negosiasi.

Drama penyanderaan berujung aksi tembak menembak itu sempat berlangsung alot, hingga memakan waktu sekitar 4 jam lebih.

Penyanderaan sendiri terjadi pada Minggu (21/2/2021) malam sekitar pukul 21.30 Wita, hingga Senin (22/2/2021) pukul 03.00 Wita di dalam rumah korban M, Desa Panawakan RT 3, Kecamatan Amuntai Utara.



“Pelaku sempat diajak negosiasi sekitar 4 jam lebih, namun saat anggota Sat Reskrim melakukan tembakan peringatan ke atas tiga kali, malah dibalas tembakan oleh pelaku (SA) satu kali,” terang Kapolres HSU AKBP Afri Darmawan SIK MH didampingi Wakapolres dan Kasatreskrim saat menggelar konferensi pers di hadapan awak media, Senin (22/2/2021) siang.

Lebih lanjut, Kapolres menerangkan kejadian tersebut bermula ketika anggota Sat Reskrim Polres HSU mendapatkan informasi tersangka SA DPO (Daftar Pencarian Orang) berada di rumah korban M.

Anggota Jatanras Sat Reskrim langsung mendatangi rumah korban M, dan melihat korban M sedang disandera SA dengan menggunakan 2 buah senjata api rakitan.

“Saat itu tersangka menyandera korban (M) dengan senjata jenis pistol yang dipegang di tangan kanan, sedangkan 1 buah senjata rakitan laras panjang di sandang di depan dada dengan menggunakan tali sandang,” beber Kapolres HSU.

Mengetahui tersangka SA bersenjata api sedang menyandera korban M, anggota Sat Reskrim mencoba melakukan negosiasi kepada SA. Di saat melakukan negosiasi anggota lain menghubungi KBO Reskrim untuk meminta bantuan untuk penangkapan SA. Lantaran SA dianggap membahayakan korban dan masyarakat sekitar.

Kemudian setelah sekitar 30 menit datang bantuan back up dari anggota Sat Intelkam, Sat Narkoba, anggota Polsek Amuntai Kota, dan anggota Polsek Amuntai Utara, mengepung seluruh jalan, antisipasi tersangka kabur.

Saat itu Tim Jatanras Sat Reskrim kembali melakukan negosiasi kepada SA, saat negosiasi tersebut SA ingin kabur dengan membawa korban. SA malah meminta disiapkan sebuah sepeda motor, ketika meminta sepeda motor Briptu Maulana Arifin mengatakan, “Jangan dibawa anak orang, mungkin saat itu tersangka SA merasa tersinggung,” jelas Kapolres
Begitu mendengar permintaan “Jangan dibawa anak orang” SA langsung menembakan senjata api jenis pistol ke arah Briptu Maulana.

Beruntung Briptu Maulana Arifin bisa menghindar sehingga tidak mengenainya.

Secara spontan Bripka Agus Lailianor yang tidak jauh dengan tersangka berjarak kurang lebih 5 meter langsung respon cepat menembakan senjata api ke arah tersangka SA.

Namun tersangka SA malah membalasnya juga demgan tembakan lagi ke arah Briptu Agus, sehingga sempat terjadi baku tembak.

Karena tersangka SA tetap melakukan perlawanan, akhirnya pria 45 tahun itu jatuh tersungkur setelah mendapat tiga kali tembakan di badannya. “Satu di kaki, di pinggang dan bagian dada,” sebut Kapolres HSU.

Kemudian SA langsung dibawa ke RSUD Pambalah Batung Amuntai untuk dilakukan perawatan.

“Namun saat dibawa ke RS Pembalah Batung Amuntai tersangka SA meninggal dunia,” kata AKBP Afri Darmawan.

Dari tangan tersangka SA polisi akhirnya menyita barang bukti 1 pucuk pistol jenis walther ppk kal 22 yang bertuliskan huruf arab, warna silver dengan gagang kayu warna coklat lengkap dengan magazine yang terisi 7 butir peluru kal 9×19 mm.

Sepucuk senjata rakitan laras panjang yang bertuliskan ‘panji hitam halipah’ berwarna silver lengkap dengan magazine yg berisikan peluru 6 butir kal 9×19 mm dan 1 butir diluar magazine.

Satu kotak peluru kal 9x19mm merk parabellum isi 35 butir dan 65 butir peluru kal 9x19mm yang dimuat dalam tas selempang. “Total ada 114 butir peluru yang disita dari tersangka,” sebut Kapolres.

Tak hanya dua senpi rakitan beserta 114 peluru saja, polisi juga menyita dua bilah senjata tajam jenis belati, jimat beserta beberapa barang bukti lainnya, termasuk handphone milik tersangka.

Belakangan diketahui, SA sendiri pernah dilaporkan orangtua korban M, pada 2 Februari 2020 terkait kasus pencabulan anak atau membawa korban tanpa persetujuan orangtuanya. (kanalkalimantan.com/dew)

 

Reporter : Dew
Editor : Bie

 

 

 


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
iklan

Komentar

HEADLINE

Takzim ke Pendahulu, Aditya-Wartono Ziarah ke Makam Van Der Pijl dan Nadjmi Adhani

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Minta Ada Penanda di Makam Van Der Pijl


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Wali Kota Aditya dan Wakil Wali Kota Wartono ziarah ke makam Bapak Pembangunan Kota Banjarbaru Van Der Pijl di kawasan permakaman Pulau Beruang Mekatani Jalan A Yani Km 29, Sabtu (27/2/2021). Foto : Rico
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Mengawali hari pertama setelah resmi menjabat sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota Banjarbaru, Aditya Mufti Ariffin dan Wartono menunjukan bentuk perhormatan terhadap dua tokoh pendahulu di Kota Banjarbaru.

Sabtu (27/2/2021) pagi, Aditya-Wartono mengunjungi makam Van Der Pijl, asitektur awal atau dikenal sebagai Bapak Pembangunan Kota Banjarbaru. Termasuk berziarah ke makam Wali Kota Banjarbaru H Nadjmi Adhani.

Di makam Van Der Pijl yang terletak di Taman Pemakaman CTN Pulau Beruang jalan A Yani Km 29, selain tabur bunga sebagai bentuk penghormatan, Aditya-Wartono juga berkomitmen untuk lebih memperhatikan keberadaan makam tersebut. Terlebih, Van Der Pijl merupakan tokoh besar yang sangat berjasa dalam rancang bangun awal pembangunan Kota Banjarbaru.

“Saya yakin, banyak yang belum tahu bahwa makam pak Van Der Pijl ada di Km 29 ini,” ujar Aditya, sapaan pendek Wali Kota Banjarbaru.



Ziarah ke makam Wali Kota Banjarbaru H Nadjmi Adhani. Foto : Rico

Oleh karena itu, lanjutnya, melalui dinas terkait, ia meminta dibuatkan semacam penanda keberadaan makam tersebut.

“Beliau adalah tokoh besar yang sangat berjasa terhadap Banjarbaru. Melalui dinas terkait, kami meminta dibuatkan penanda nantinya,” cetus Aditya.

Tahap awal, lanjut Wali Kota yang akan menginjak usia 37 tahun pada Maret nanti itu, juga meminta dibuatkan semacam papan nama besar bahwa di kawasan makam Van Der Pijl. “Nanti kita tuliskan biografi pendek beliau di sana. Tentu, ini juga akan kami komunikasikan dengan pihak keluarga dan pengelola makam,” sambung Aditya.

Selesai di makam Van Der Pijl, rombongan Aditya-Wartono kemudian berlanjut berziarah ke makam Wali Kota Banjarbaru, H Nadjmi Adhani, di Taman Makam Bahagia, Landasan Ulin.

Di makam Wali Kota Banjarbaru periode 2016-2021 ini, rombongan turut didampingi Kepala Satpol PP Banjarbaru, Marhain Rahman, Anggota DPRD Kota Banjarbaru HM Subakhi, serta Camat dan Lurah juga menaburkan bunga sebagai bentuk penghormatan. Rombongan pun mendo’akan almarhum agar senantiasa diberikan tempat terbaik oleh Allah SWT.

“Kami sengaja mengawali hari ini dengan berziarah ke makam pendahulu. Insyaallah, mudah-mudahan beliau diberikan ketenangan dan tempat sebaik-baiknya. Dan Insyaallah, kami juga bermohon agar bisa meneruskan cita-cita dan harapan para pendahulu untuk Banjarbaru kita tercinta,” ungkap Aditya didampingi Wartono.

Sementara itu, ziarah pasangan Aditya-Wartono ini disambut hangat pihak keluarga. Baik keluarga Van Der Pijl, maupun keluarga H Nadjmi Adhani.

“Minta tolong sampaikan ke beliau (Aditya-Wartono), terima kasih atas perhatian beliau,” pesan Hj Ririen Kartika Rini, istri H Nadjmi Adhani melalui salah satu perwakilan keluarga.

Hal senada disampaikan keluarga Van Der Pijl, melalui sang cucu dr Maria Van Der Pijl. “Mohon maaf ayah dan ibu tidak bisa mendampingi langsung disebabkan kondisi kesehatan dan usia beliau. Beliau menyampaikan salam dan terima kasih,” ungkap puteri dari salah satu anak Van Der Pijl, Marijke Elizabeth tersebut. (kanalkalimantan.com/rico)

 

Reporter : Rico
Editor : Bie

 

 

 


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

HEADLINE

Sehari Pasca Dilantik Aditya-Wartono Cek Pasar Bauntung

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Wali Kota Aditya: Pak Kadis, Tolong Buatkan Kotak Saran


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Wali Kota Aditya saat menemui pedagang di Pasar Bauntung yang baru diresmikan, Sabtu (27/2/2021). Foto: rico
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Selang sehari pasca dilantik, pasangan Wali kota-Wakil Wali kota Banjarbaru Aditya Mufti Ariffin dan Wartono langsung tancap gas.

Sabtu (27/2/2021) akhir pekan, duet pemimpin baru Kota Banjarbaru melakukan inspeksi mendadak ke Pasar Bauntung Banjarbaru di Jalan RO Ulin, Loktabat Selatan.

Aditya-Wartono langsung mendengarkan dan menyerap aspirasi para pedagang. Bahkan, sejumlah keinginan yang disampaikan pedagang langsung direspon cepat.

Sebagaimana diketahui Pasar Bauntung mulai resmi beroperasional pada 16 Februari 2021 kemarin. Bersamaan dengan itu, sampai saat ini relokasi para pedagang ke lokasi bangunan yang baru masih berlangsung.



 

Pemerintah Kota (Pemko) Banjarbaru sendiri memberi tenggat waktu hingga 28 Februari 2021 sebagai batas akhir dari seluruh proses relokasi para pedagang.

Sekaligus hari terakhir dimana Pasar Bauntung yang lama di Jalan A Yani Km 34 ditutup dan tidak boleh ada operasinal lagi.

“Pak Kadis, tolong buatkan kotak saran,” pinta Wali kota Aditya kepada Kepala Dinas Perdagangan Banjarbaru Abdul Basit yang ikut mendampingi.

Permintaan Wali kota tersebut merespon harapan pedagang yang menginginkan ada cara untuk berkeluh kesah, atau menyampaikan aspirasi mereka kepada pemerintah. Terutama berkaitan dengan pasar itu sendiri.

“Dengan kotak saran itu, nanti pedagang atau pengunjung bisa menulis semacam surat. Boleh memberi komentar, saran, atau masukan terkait pasar,” ungkap Wali kota.

Kepada para pedagang dan pengunjung, Wali kota dan Wakil Wali kota juga bertanya kondisi pasar yang baru. Pedagang dan pengunjung mengaku lebih nyaman, sekalipun kondisi saat ini masih sepi pembeli.

Menanggapi pernyataan itu, Aditya dan Wartono berjanji mengupayakan solusi terbaik. “Insyaallah, kita upayakan solusi terbaik. Terbaik untuk semua. Untuk pedagang, untuk pemerintah, terkhusus lagi untuk seluruh masyarakat Banjarbaru,” kata Ovie -panggilan akrab Aditya-.

Sementara itu, Helman, warga Jalan Pandu Banjarbaru yang sedang bebelanja di pasar, mengaku senang dengan keberadaan pasar baru ini.

“Pasarnya bagus. Bersih. Tempatnya juga nyaman. Teduh karena beratap penuh,” kata Helman. (kanalkalimantan.com/rico)

Reporter : rico
Editor : bie


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Paling Banyak Dibaca

-->