Sajikan “Gugur Kasih di Lu'uk Badangsanak”, SMKN 1 Amuntai Penyaji Terbaik di FLS2N - Kanal Kalimantan
Connect with us

Budaya

Sajikan “Gugur Kasih di Lu’uk Badangsanak”, SMKN 1 Amuntai Penyaji Terbaik di FLS2N

Diterbitkan

pada

Siswa siswi SMKN 1 Amuntai terpilih menjadi Penyaji Terbaik 1 tingkat nasional. Foto : dewahyudi

AMUNTAI, Anak-anak teater SMKN 1 Amuntai mewakili Kalsel berjaya di Festival Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) SMA/SMK tingkat nasional 2018 di Nangro Aceh Darussalam. Siswa siswi SMKN 1 Amuntai terpilih menjadi Penyaji Terbaik 1 tingkat nasional dalam ajang tersebut.

Ridhyani mewakili tim teater SMKN 1 Amuntai mengaku dirinya tidak menyangka dengan latihan keras dapat meraih juara pertama FLS2N SMA/SMK tingkat nasional tahun 2018.

“Alhamdulillah, dengan dukungan keluarga terdekat, baik keluarga di rumah, sekolah, dan beberapa anggota dari Yayasan Sanggar Air HSU, khususnya Hendra Royadi Saina dan Sarif Radana tidak disangka-sangka latihan keras selama ini membuahkan hasil, tidak menyangka kami bisa juara, padahal tanpa diragukan provinsi lain juga berhasil memukau para penonton, oleh karena itu kami sangat bersyukur kepada Allah SWT karena telah menjawab doa-doa kami selama ini atas keberhasilan yang kami dapatkan,” ungkap siswi 17 tahun ini.

Persiapan dimulai dari tingkat Kabupaten kemudian ke Provinsi, tidak lama setelah mendengar kabar mewakili provinsi di tingkat nasional, latihan rutin setiap hari dan mengkreasikan beberapa gerakan dan dialog agar terlihat lebih menarik.
Ia berharap kejuaraan ini dapat menumbuhkan rasa semangat dari penerus selanjutnya untuk mempertahankan kejuaraan ditahun tahun mendatang.

Saat tampil di Aceh mereka tampil dengan cerita kolosal berjudul “Gugur Kasih di Lu’uk Badangsanak”. Penampilan siswa dan siswi SMKN 1 Amuntai membuat dewan juri, peserta dan penonton terpukau di Auditorium Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh.

Membawakan kisah kerajaan Nagara Dhipa yang dipercaya masyarakat Banjar merupakan cikal-bakal kerajaan Banjar pada abad ke-13 masehi dengan konsep penampilan yang bersandar kepada teater tradisional Kalimantan Selatan yakni mamanda, dan memasukkan unsur-unsur seni budaya Kalsel yang lainnya seperti basyair, wayang Purwa Banjar, tari bakas kembang, Kuntau, dan tari kuda gipang yang dipadukan dengan musik gamelan Banjar, musik panting dan kostum khas Banjar.



Membawakan lakon bercerita tentang jalinan kasih terlarang antara Putri Junjung Buih dengan anak kembar Empu Mandastana yaitu Bambang Sukmaraga dan Bambang Patmaraga yang berjalan dramatis.

Salah satu dewan juri Ratna dari Teater Koma sempat memberikan standing aplaus serta membuat takjub dan merinding para penonton yang menyaksikan. Hal tersebut juga diungkapkan Chandra yang merupakan salah satu pembimbing peserta dari Papua Barat.

“Keren dan takjub, membuat saya sempat merinding dan minder karena sehari sebelumnya sempat melihat persiapan yang dilakukan, saat menyaksikan saat tampilnya pun sudah ketebak Kalsel akan juara,” katanya.

Hendra Riyadi, pembimbing teater SMKN 1 Amuntai mengungkapkan, kebanggaannya karena pemuda Kalsel khususnya HSU dapat bersaing di tingkat nasional.

Pimpinan Kontingen SMK Kalsel Muhammad Donk menuturkan, meski pada awalnya bukan menjadi bidang yang diandalkan, bidang teater menjadi satu-satunya wakil Kalsel jenjang SMK yang menjadi juara penyaji terbaik 1 pada FLS2N Tingkat Nasional.

“Alhamdulillah, kita bersyukur, kita sebenarnya mempunyai target dan peluang di bidang lain yaitu tari, namun belum bisa menjadi yang terbaik. Dan bidang teater bisa membuktikan bahwa Kalsel di tingkat nasional dapat bersaing dan bahkan menjadi yang terbaik,” ungkapnya.
Diketahui, FLS2N jenjang SMA/SMK nasional berlangsung dari 26 Agustus-1 September 2018 diikuti kurang lebih 2.000 pelajar perwakilan SMA/SMK se Indonesia. Memperlombakan berbagai kategori seperti menyanyi solo, teater, solo gitar klasik, filem pendek, tari tradisional, musik tradisi daerah, baca puisi, cipta puisi, design poster, kriya, tari kreasi inovatif, gitar solo serta monolog. (dew)

Reporter : Dew
Editor : Abi Zarrin Al Ghifari

Bagikan berita ini!
  • 1
    Share
Advertisement

Headline

Trending Selama Sepekan