Connect with us

Kota Banjarbaru

Rp6,7 M Dana Banjarbaru Hadapi Porprov 2022, Rizky: Itu Masih Sangat Minim

Diterbitkan

pada

Anggota DPRD Banjarbaru, Gusti Rizky Sukma Iskandar Putera. Foto: ibnu

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Anggaran Komite Olahraga Nasional (KONI) Kota Banjarbaru menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XI Kalimantan Selatan di Hulu Sungai Selatan menjadi sorotan legislatif.

Bagaimana tidak dalam Porprov XI Kalsel, KONI Banjarbaru mendapat dana hibah dari APBD Pemerintah Kota Banjarbaru sebesar Rp6,7 miliar, namun dikatakan masih kurang dalam melakukan pembinaan dan pemenuhan kelengkapan penunjang atlet.

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Banjarbaru, Gusti Rizky Sukma Iskandar Putera menyebut dengan dana Rp6,7 miliar masih sangat kurang optimal.

“Untuk optimalisasi cabor sendiri, terakhir badan anggaran yang kami diajukan sekitar 8 miliar, itu sudah kami hitung dan cukup untuk menunjang atlet-atlet yang akan bertanding di Porprov,” bebernya.



 

 

Baca juga: Warga Protes Jalan ‘Bubur’ yang Amburadul, Dana Proyek Rp74 M Terancam Menguap

Menurut Gusti Rizky –biasa disapa- anggaran sebesar Rp 6,7 miliar masih terbilang sangat minim, mengingat banyak cabor yang dibina KONI Kota Banjarbaru, serta persiapan fasilitas bagi semua cabor untuk mengikuti Porprov XI 2022 di HSS.

“Salah satu penyebab prestasi olahraga kurang maksimal adalah minimnya alokasi dana untuk mendukung kegiatan,” ungkapnya.

DPRD Kota Banjarbaru, kata Gusti Rizky terus berkoordinasi dengan Pemko Banjarbaru serta mendukung sepenuhnya anggaran KONI Banjarbaru menghadapi Porprov XI Kalsel 2022.

Anggaran sangat berperan penting dalam peningkatan kualitas atlet, salah satunya untuk melengkapi fasilitas pelatihan dan memaksimalkan perencanaan. Apalagi tak ada prestasi yang dapat diraih dengan cara instan.

“Porprov ini bisa dijadikan momentum untuk menyaring atlet berprestasi dan melihat cabor mana saja yang potensial,” tambah politikus Golkar ini.

Sudah seharusnya pemerintah memberikan prioritas dan fokus pada atlet dan cabor yang menunjukkan prestasi. Pembinaan harus dilakukan sejak awal, bukannya ketika akan ada kompetisi baru latihan dikebut.

“Kita lihat nanti, apa akan dioptimalkan atau sekadarnya saja. Jangan berharap banyak prestasi olahraga Banjarbaru meningkat, jika anggarannya saja minim,” pungkasnya. (kanalkalimantan.com/ibnu)

Reporter : ibnu
Editor : bie


iklan

Disarankan Untuk Anda

Paling Banyak Dibaca

-->