Budaya
Tari Topeng Srikandi Upaya Hidupkan Pertunjukkan Topeng Banjar
KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) melalui Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Taman Budaya Kalsel menggelar Lokakarya Tari Garapan Baru Topeng Srikandi. Lokakarya ini sebagai upaya melestarikan seni budaya Topeng Banjar yang mulai jarang ditampilkan di tengah masyarakat.
Kegiatan tersebut diikuti perwakilan dari berbagai kabupaten/kota, masyarakat umum, serta para seniman se-Kalsel.
Kepala UPTD Taman Budaya Kalsel, Rizal Pahmi, menyampaikan apresiasi atas antusiasme peserta yang mengikuti lokakarya. Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi akan dikembangkan menjadi program berkelanjutan di Taman Budaya Kalsel.
Baca juga: Mencari 11 Anggota DPR RI Dapil Kalsel Tapi Tak Pernah Muncul di Banua
“Alhamdulillah kegiatan ini berjalan lancar. Peserta berasal dari berbagai kabupaten kota, baik dari kalangan masyarakat umum maupun para seniman. Kami berharap kegiatan ini tidak berhenti sampai di sini, tetapi dapat terus berlanjut sebagai program yang difasilitasi Taman Budaya Kalsel,” ujar Rizal di Banjarmasin, Jumat (19/6/2026), dikutip dari Media Center Kalsel.

Rizal menjelaskan, lokakarya bertujuan untuk menghidupkan kembali eksistensi Topeng Banjar yang kini mulai langka dan terancam punah. Melalui kegiatan ini, masyarakat diharapkan semakin mengenal keberagaman budaya daerah, khususnya seni pertunjukan Topeng Banjar.
“Melalui kegiatan ini kami ingin memperkenalkan kembali kepada masyarakat bahwa Kalimantan Selatan memiliki warisan budaya berupa Topeng Banjar yang saat ini sudah semakin jarang ditampilkan dan perlu terus dilestarikan,” katanya.
Baca juga: Bupati Kapuas Pimpin Apel Siaga Karhutla, Fenomena El Nino hingga ke Awal 2027
Pemprov Kalsel melalui Taman Budaya berkomitmen menghadirkan program pelestarian budaya secara berkesinambungan agar nilai-nilai budaya lokal tetap hidup di tengah perkembangan zaman. Langkah ini juga diharapkan mampu menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap adat dan tradisi daerah.
“Kami berharap kegiatan seperti ini terus berlanjut sehingga budaya bertopeng semakin dikenal masyarakat luas, dan menjadi bagian dari warisan budaya yang harus dijaga bersama,” tambah Rizal.
Penggagas Tari Topeng Srikandi, Lupi Anderiani, mengapresiasi penyelenggaraan lokakarya. Dia menjelaskan bahwa Tari Topeng Srikandi lahir dari kegelisahannya melihat semakin berkurangnya eksistensi tari topeng klasik Banjar di masyarakat.
Menurut Lupi, Tari Topeng Srikandi merupakan karya garapan baru yang tetap berlandaskan semangat tradisi klasik. Dikemas lebih fleksibel sehingga dapat dipentaskan di berbagai kesempatan tanpa terikat aturan ritual adat.
Baca juga: Kafilah HSU Terus Asah Kemampuan Matangkan Persiapan MTQ di Pemondokan
“Selama ini tari topeng klasik di Kalimantan Selatan memiliki keterbatasan ruang dan waktu karena bersifat sakral dan terikat aturan adat. Karena itu saya berinisiatif menciptakan topeng garapan baru yang dapat dipentaskan di mana saja sebagai media hiburan sekaligus pelestarian budaya,” jelasnya.
Dia menegaskan bahwa penciptaan Tari Topeng Srikandi tidak bertujuan mengubah atau mengurangi nilai sakral dari topeng klasik yang telah diwariskan secara turun-temurun.

“Topeng yang sakral tetap dipertahankan nilai dan fungsinya. Pengembangan dilakukan melalui karya baru tanpa mengubah pakem yang sudah ada,” tuturnya.
Baca juga: PGRI Kapuas Targetkan 500 Guru Kuasai Coding dan AI
Lupi berharap Tari Topeng Srikandi dapat menjadi inspirasi bagi para seniman di Kalimantan Selatan untuk terus melahirkan karya-karya baru yang berakar pada budaya lokal. Dengan demikian, inovasi seni dapat berjalan seiring dengan upaya pelestarian tradisi.
“Topeng Srikandi merupakan garapan baru dengan semangat klasik. Mudah-mudahan karya ini menjadi awal dan memotivasi para seniman lainnya untuk terus menciptakan karya topeng baru sebagai bagian dari pelestarian budaya Kalimantan Selatan,” pungkasnya. (Kanalkalimantan.com/kk)
Reporter: kk
Editor: bie
-
HEADLINE2 hari yang laluTata Ulang Kawasan Simpang Empat Banjarbaru, Pedagang Bongkar Sendiri Bangunan
-
DPRD BANJARBARU3 hari yang laluKetua DPRD Banjarbaru Gusti Rizky Diganti
-
Kabupaten Hulu Sungai Utara3 hari yang laluKafilah HSU Dilepas Menuju MTQ Ke-37 Kalsel di Batola
-
Kalimantan Selatan1 hari yang laluHMI se Kalsel Layangkan Delapan Tuntutan ke Wakil Rakyat
-
DPRD BANJARBARU2 hari yang laluDPRD Banjarbaru Sahkan Dua Perda
-
Kalimantan Selatan16 jam yang laluAliansi BEM Kalsel Kembali Berunjuk Rasa, Mahasiswa Kembali Dikecewakan


