Connect with us

HEADLINE

Perjalanan Arifin, Sosok Perintis Bisnis bagi Kaum Marjinal di Rumah Kreatif dan Pintar

Diterbitkan

pada

Muhammad Arifin, Founder Rumah Kreatif dan Pintar Kota Banjarmasin saat menerima kunjungan Menparekraf RI Sandiago Uno. Foto: dok.rumah kreatif dan pintar

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – Tak banyak anak muda yang memiliki pemikiran seperti Muhammad Arifin (34). Perjuangan tak kenal Lelah dia lakukan untuk mengangkat harkat orang pinggiran atau kaum marjinal di Kalimantan Selatan.

“Membantu melahirkan entrepreneur dari kalangan masyarakat ekonomi bawah dan kaum marjinal agar memiliki kesempatan dalam berkarya dan menghasilkan uang,” begitu kata Arifin, pendiri Rumah Kreatif dan Pintar Banjarmasin, kepada Kanalkalimantan.com, Senin (14/11/2022).

Dengan kegigihannya, saat ini Arifin sudah berhasil membina lebih dari dua ribu orang di Provinsi Kalimantan Selatan di dalam sebuah rumah sederhana yang diberi nama Rumah Kreatif dan Pintar.

Rumah Kreatif dan Pintar bermula dari tekad dan keberanian Arifin bersama rekannya membuat suatu karya untuk au marjinal. Ia bahkan tak tahu, langkah itu diapresiasi oleh Semangat Astra Terpadu Untuk (SATU) Indonesia Awards tahun 2016 silam oleh PT Astra Internasional.



 

Rumah Kreatif dan Pintar Kota Banjarmasin saat disambangi turis. Foto : rumah kreatif dan pintar

Baca juga : Sentuhan Kerajinan ‘Kaum Marjinal’ yang Digandrungi Menparekraf Sandiaga Uno

“Bahkan kita tidak pernah mendaftarkan diri, tiba-tiba waktu itu kita ditelpon oleh media partnernya, disuruh membuat company profil tentang apa saja yang sudah dilakukan di masyarakat,” ungkapnya.

Tak disangka hasil karya itu membuat mereka menjadi finalis terpilih yang menerima apresiasi tingkat nasional dari 2.341 pendaftar di seluruh Indonesia. Mereka mendapatkan penghargaan SATU Indonesia Awards Bidang Kewirausahaan.

Bermodal penghargaan itulah Arifin bersama rekannya mencoba membangun sebuah Rumah Kreatif dan Pintar yang awalnya hanya sebuah komunitas saja. Namun kini menjadi sebuah lembaga yang sudah berbadan hukum.

Menjadikannya sebuah lembaga tentu tidak ada kata mudah bagi Arifin selaku pengelola. Banyak lika-liku perjalanan telah ia lalui bersama rekannya.

Baca juga  : Komisi II DPRD Kapuas Fasilitasi Pembebasan Lahan dan Tapal Batas

Mulai dari diusir karena ramai, terkendala biaya sewa dan dukungan yang membuat dirinya mau tak mau terus berpindah tempat sebanyak tujuh kali, agar bisa sekadar tinggal dan menghasilkan suatu karya.

“Kemudian dari pengalaman itu juga kita pernah ditangkap Satpol PP dan akhirnya itulah yang menjadikan kita untuk mencoba menjadikan komunitas ini sebagai yayasan,” ungkapnya.

Arifin sendiri berlatar seorang guru di salah satu SMK di Banjarmasin. Namun pada tahun 2015 ia memutuskan untuk menjatuhkan pilihannya mencari penghasilan sebagaimana gairah yang dimiliki.

Ia ngamen dengan berpakaian cosplay hantu di berbagai ruang publik Kota Banjarmasin.

Display produk sasirangan Rumah Kreatif dan Pintar Kota Banjarmasin di Mall Sarinah Jakarta. Foto : rumah kreatif dan pintar

Baca juga  : PKB Tabalong Usung Zairullah Azhar jadi Calon Gubernur Kalsel

“Tepatnya di siring 0 KM, dengan memanfaatkan weekend menampillan kostum pocong, hantu, zombi  dan dilihat ternyata antusias masyarakat bagus juga dan ramai,” katanya.

Namun, terlepas dari lika-liku kehidupan karirnya, Muhammad Arifin sendiri telah dikenal masyarakat sebagai salah satu orang yang memiliki kepedulian tinggi terhadap ekonomi hingga pendidikan masyarakat kecil di Banjarmasin.

Arifin menjadikan Rumah Kreatif dan Pintar permanen di sebuah rumah sederhana yang nyaman dan aman bagi warga ekonomi bawah dalam berdaya dan menghasilkan produk-produk kriya berkualitas.

Tak hanya warga ekonomi bawah, seperti yang dicita-citakan Arifin di awal, dirinya juga merangkul kaum marjinal yang berbeda latar belakangnya
Ada korban penyalahgunaan obat-obat terlarang dan narapidana dewasa, disabilitas, anak di panti asuhan, para orangtua yang menjadi tulang punggung keluarga, hingga lansia.

Baca juga  : Finish Posisi ke-4 di Porprov XI Kalsel, Aditya: Atlet Peraih Medali Akan Terima Bonus

Dari nol kemampuan, mereka dilatih menjadi seseorang yang bertangan terampil menghasilkan produk-produk yang memiliki nilai jual tinggi dan bahkan layak untuk ekspor.

Alhasil produk karya mereka  pernah dilirik oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI Sandiaga Uno dan menarik minat Fetty Kwartati yakni Direktur Utama Mall Sarinah Jakarta.

“Banyak orang-orang di luar Kalimantan menggemari produk kita, bahkan ada beberapa turis yang sengaja datang ke Banjarmasin dulu beli kain dan tikar kita untuk dipakai ke Bali,” ujar Arifin ketika bercerita

Dalam bidang entrepreneur dan socialpreneur juga mereka dirangkul dan dibina tentang ajaran bagaimana cara membuat kerajinan, menjahit, perbengkelan hingga kuliner.

Baca juga  : 70 Peserta Ikuti Seleksi Beasiswa Tahfiz Qur’an Disdikbud Balangan

“Meskipun punya bidang masing-masing yang kita bina, tapi tentu anak-anak kita tetap sarankan untuk meningkatkan pendidikan dengan kemandirian yang kita tanamkan seperti kita punya cara sendiri yakni mancing ikan. Di sana kita latih anak-anak untuk mandiri, tanpa harus kita fasilitasi dalam menjajaki dunia pendidikan,” jelasnya.

Adapun produk-produk yang dihasilkan dari tangan terampil warga binaan Arifin tersebut di antaranya yang paling populer adalah Sasirangan dan anyaman purun.

Dari bahan itu mereka terus mengembangkan berbagai kerajinan yang dihasilkan langsung oleh tangan terampil mereka, seperti dompet, tas wanita, kaos, jilbab, gelang, outer atau luaran, hingga sepatu.

Tak tanggung-tanggung, hasil produk olahan terampil mereka juga kerap diikutsertakan dalam berbagai perlombaan seni di dalam daerah maupun luar daerah.

Baca juga  : Tinggal Distribusi Logistik, Kesiapan Pilkades di Barsel Capai 80%

Meskipun banyak produknya yang dikenal dan disukai turis-turis manca negara, Arifin pun mengaku masih belajar tata kelola ekspor yang terbilang tak cukup mudah.

Dirinya berharap produk-produk kerajinan tangan warga binaannya tersebut tidak hanya terbatas digemari dan dijual di dalam negeri saja, namun bisa tentu merambah ke pasar internasional. (Kanalkalimantan.com/wanda)

Reporter  : wanda
Editor : cell


iklan

Komentar

Disarankan Untuk Anda

Paling Banyak Dibaca

-->