Connect with us

HEADLINE

Mengadu ‘Keruwetan’ PKL Pasar Ahad, Solusi Pemkab Tak Jelas

14 Orang Perwakilan Pedagang Pasar Ahad Datangi Pemkab Banjar

Bagikan berita ini!
  • 4
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    4
    Shares

Diterbitkan

pada

MARTAPURA, Protes keberadaan Pedagang Kali Lima (PKL) di jalan Pemurus Kertak Hanyar Km 7 yang tak kunjung tuntas, 14 Perwakilan pedagang Pasar Ahad mendatangi kantor Pemerintah Kabupaten Banjar, Rabu (27/2) siang.

Kedatangan pedagang diterima Asisten Pemerintahan dan Kesra Kabupaten Banjar, Zainuddin  dihadiri Camat Kertak Hanyar, Dirut Utama PD Pasar Bauntung Batuah, Dishub Banjar hingga Kapolsek Kertak Hanyar. Pedagang menyampaikan keluhan dan berharap ada solusi hingga tindak lanjut dari Pemkab Banjar.

Perwakilan Pedagang Pasar Ahad Surjani mengatakan, keberadaan PKL di samping pasar Ahad Kartak Hanyar semakin hari semakin bertambah jumlahnya. Kondisi ini kata Surjami sudah berlangsung 1 tahun terakhir. Berdampak terhadap pedagang resmi yang berjualan di Pasar Ahad yang dikelola oleh pemerintah daerah.

“Adanya pertumbuhan PKL di lingkungan pasar, dampaknya sangat terasa bagi kami pedagang resmi di Pasar Ahad Kertak Hanyar. Kurang lebih dalam waktu 6 bulan ini kami mengalami penurunan omset, bahkan merugi karena adanya PKL ilegal tersebut,” keluhnya.

Ditambahkan Surjani, sebelumnya sudah beberapa kali diminta hadir saat rapat di kantor Kecamatan Kertak Hanyar dengan hasil kesepakatan bersama bahwa PKL di Jalan Pemurus agar tidak lagi melakukan aktifitas berjualan. Satpol PP Banjar berjanji akan menindak apabila ada PKL yang masih berjualan di sana.

“Kesepakatan itu sudah ada sebelumnya, namun kenyataannya aktifitas PKL di jalan Pemurus masih saja berlangsung. Mungkin waktunya penertiban, penindakan oleh Satpol PP Banjar itu masih kurng tepat, seakan kucing-kucingan dengan pedagang,” bebernya.

Asisten Pemerintahan dan Kesra Kabupaten Banjar, Zainuddin. Foto : rendy

Tambahnya lagi, pedagang meminta agar Satpol PP Banjar bisa bertindak untuk menertibkan PKL yang berada di jalan Pemurus. Apabila tidak juga dilakukan penertiban, maka pedagang akan menunda pembayaran retribusi kepada pemerintah daerah Kabupaten Banjar.

“Tidak hanya itu, apabila keinginan kami ini tidak ditepati lagi, kami juga akan memikirkan untuk melakukan orasi ke pemerintah daerah Kabupaten Banjar,” janjinya.

Sementara itu, Asisten Pemerintahan dan Kesra Kabupaten Banjar Zainuddin mengatakan, dari hasil pertemuan sejumlah pihak, masih belum bisa menjanjikan keinginan yang disampaikan oleh pedagang Pasar Ahad bisa terwujud.

Namun pastinya hasil dirinya berjanji, dari apa yang  di sampaikan hari ini akan diteruskan kepada Bupati Banjar KH Khalilurrahman dan Sekda Banjar Nasrunsyah, untuk selanjutnya dicarikan solusi.

“Yang jelas kami tidak menginginkan aksi-aksi semacam itu, sehingga menimbulkan kerugian dari berbagai pihak. Secepatnya akan kita diskusikan bersama stake holder terkait dan mencari solusi akan masalah ini, mudahan ini tidak berlarut-larut,” ujarnya.

Direktur Utama PD Pasar Bauntung Batuah, Rusdiansyah. Foto : rendy

Pemkab Banjar, jelasnya akan berencana untuk membentuk tim Satgas PKL, yang nantinya ditugaskan khusus untuk melakukan pemantauan, tentunya juga harus dirundingkan dan direncanakan secara matang terlebih dahulu dengan pihak terkait. Untuk waktu pembentukan tim tersebut masih belum bisa dipastikan kapan akan segera terbentuk.

Terpisah, Direktur Utama PD Pasar Bauntung Batuah, Rusdiansyah menanggapi kedatangan 14 perwakilan pedagang ke Pemkab Banjar menilai wajar meingat hal tersebut merupakan aspirasi semua pihak untuk mengatakan sesuatu, terlebih mereka merupakan pedagang resmi yang berjualan di sana.

“Saya dengar tadi mereka mau menunda lagi bayar retribusi, padahal selama ini mereka tidak pernah terlambat dalam dan sangat aktif untuk membantu pemerintah daerah untuk meningkatkan PAD. Tentunya saya berhadap tidak perlu para pedagang melakukan itu karena ini termasuk merugikan pendapatan pemerintah daerah,” jelasnya.

Rusdiansyah menghimbau kepada pedagang untuk bersabar dan memberikan kesempatan kepada Pemkab Banjar mencarikan solusi dalam waktu dekat ini. Sehingga tidak perlu melakuka hal-hal yang dapat merugikan berbagai banyak pihak. “Berikan kami kesempatan agar ada win win solution,” pungkasnya. (rendy)

Reporter : Rendy
Editor : Abi Zarrin Al Ghifari

Bagikan berita ini!
  • 4
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    4
    Shares
-->