Connect with us

Kota Banjarbaru

Melindungi Perempuan dan Anak dari KDRT, Pelecehan Seksual hingga Prostitusi Online

Diterbitkan

pada

Ermina Fujianti Wartono (kanan), saat rapat Tim PPA (Perlindungan Perempuan Anak) Penanganan Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak, Jumat (11/6/2021). Foto: humprobanjarbaru
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Kekerasan terhadap perempuan dan anak merupakan salah satu rintangan terhadap keberhasilan pembangunan. Tindak kekerasan akan berdampak terhadap korban, seperti kurangnya rasa percaya diri, menghambat kemampuan perempuan untuk berpartisipasi dalam kegiatan sosial, mengganggu kesehatan, mengurangi otonomi, baik di bidang ekonomi, politik, sosial budaya serta fisik.

Hal itu diutarakan Ketua I Bidang Pembinaan Karakter Ermina Fujianti Wartono, saat rapat Tim PPA (Perlindungan Perempuan Anak) Penanganan Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak, Jumat (11/6/2021).

“Akibat tindak kekerasan pada anak, kepercayaan pada diri anak dalam pertumbuhan jiwanya akan terganggu dan dapat menghambat proses perkembangan jiwa dan masa depannya,” ujar Ermina Fujianti.

Rapat yang dihadiri Kepala Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Masyarakat Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Banjarbaru, Hj Mahrina Noor.



 

 

Perempuan dan anak memiliki hak, yakni hak yang dipahami sebagai hak-hak yang melekat (inherent) secara alamiah sejak dilahirkan. Hak untuk mendapatkan kebebasan dari segala bentuk kekerasan, penindasan, penganiayaan, atau perlakuan apapun lainnya yang menyebabkan tak mendapat hidup secara layak.

Baca juga: RESMI! Tahura Sultan Adam Dibuka, Pengunjung Dibatasi, Ini Link Pendaftaran Masuk

“Undang-Undang No. 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak memberikan kewajiban bagi semua pihak termasuk negara untuk melindunginya,” sebutnya.

Fenomena kekerasan terhadap perempuan dan anak tentunya merupakan bentuk kekejaman yang harus bersama dihentikan.

“Mulai dari kekerasan dalam rumah tangga, pelecehan seksual, sampai dengan prostitusi online anak, merupakan kasus yang harus kita tangani bersama,” ujarnya.

Baca juga: Pasca Banjir, Rencana Detail Tata Ruang Kertak Hanyar-Gambut Dibahas

Melalui Rapat Tim Penanganan Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak Kota Banjarbarau, dirinya berharap seluruh stakeholder di Kota Banjarbaru saling bersinergi dengan baik. Secara bersama menangani masalah yang tentunya sangat berdampak dalam jangka panjang terhadap kesejahteraan masyarakat. (kanalkalimantan.com/al)

Reporter : al
Editor : kk


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
iklan

Disarankan Untuk Anda

Paling Banyak Dibaca

-->