Connect with us

HEADLINE

Melestarikan Tradisi Baayun Maulid di Museum Lambung Mangkurat

Diterbitkan

pada

Tradisi Baayun Maulid di Museum Lambung Mangkurat diikuti 155 peserta, Kamis (20/102/2022). Foto: ibnu

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, Museum Lambung Mangkurat Kalimantan Selatan menggelar tradisi Baayun Maulid diikuti 155 orang.

Acara Baayun Maulid bertepatan 24 Rabiul Awal 1444 atau Kamis (20/10/2022).

Peserta Baayun Maulid paling muda baru berumur dua pekan dan tertua umur 83 tahun, dengan peserta terjauh Tabalong.

Gubernur Kaslel, Sahbirin Noor mengatakan sangat mengapresiasi Baayun Maulid yang diadakan Museum Lambung Mangkurat untuk menjaga dan merawat tradisi Banua.



 

 

“Hari ini 150 peserta, tahun depan harus bisa mentargetkan 1.000 orang peserta,” ujarnya.

Baca juga: Temuan Dua Tambang Batu Bara Ilegal di Balangan, Tidak Ada Pekerja dan Alat Berat, Tertinggal Bekas Galian

Sementara itu, Kepala Museum Lambung Mangkurat Suprihanto mengatakan, kegiatan Baayun Maulid memang hanya menargetkan 150 peserta, namum antusias masyarakat yang sangat luar biasa sehingga ditambah.

“Pada awalnya menargetkan 150 peserta, karena antusias masyarakat mendaftar secara mendadak, kami tambah jadi 155 peserta,” katanya.

Adanya apresiasi dari Gubernur Kalsel, kata Suprihanto, pihak Museum Lambung Mangkurat akan mengembangkan jadi 1.000 peserta untuk tahun depan.

“Mudah-mudahan itu bisa tercapai dan kita akan menyiap sarana dan prasarana lebih untuk acara Baayun Maulid akan datang,” jelasnya.

Baca juga: Bawaslu HSU Ajak Masyarakat Terlibat Pengawasan Tahapan Pemilu 2024

Salah seorang orangtua peserta, Desy Gina mengatakan, alasannya ia mengikuti acara Baayun Maulid ini merupakan tradisi dari orangtuanya secara turun-temurun.

“Karena baayun ini sudah menjadi turun-temurun dari orangtua ke orangtua,” kata ibu dari Muhammad Alfi Syakir ini.

Dirinya memilih ikut di Museum Lambung Mangkurat ini dikarenakan diadakan secara beramai-ramai dengan warga yang lain.

Kegiatan Baayun Maulid yang diselenggarakan Museum Lambung Mangkurat diselenggarakan secara gratis, peserta hanya membawa tapi bahalai (sarung panjang) 3 lembar, serudung atau selendang 3 lembar, foto peserta dan mengisi formulir.

Baayun Maulid sendiri merupakan budaya yang sudah dilakukan sejak ratusan tahun lalu, untuk memperingati hari kelahiran Nabi Muhammad SAW. Dimana dalam penerapannya setiap ibu akan mengayun anaknya dengan membaca maulid Nabi Muhammad SAW. (Kanalkalimantan.com/ibnu)

Reporter : ibnu
Editor : bie


iklan

Disarankan Untuk Anda

Paling Banyak Dibaca

-->