Connect with us

HEADLINE

Mahalnya ‘Perang Udara’ Kandidat Pilkada Banjarbaru, Biaya Pajak Saja Capai Puluhan Juta!

Diterbitkan

pada

: Perang reklame terjadi di Pilkada Banjarbaru Foto: Rico

Total Reklame Aditya 117, Nadjmi 42, Eddy 12, dan Sofwat 17

BANJARBARU, Panggung Pilkada Banjarbaru tidak hanya menyuguhkan kontes adu rayu para pasangan Bakal Calon (Bacalon) Walikota dan Wakil Walikota untuk mendapatkan kendaran politik. Terlebih lagi, fase-fase pengantaran berkas formulir pendaftaran ke sejumlah parpol sudah berakhir sejak akhir tahun 2019 lalu.

Kini, arena Pilkada kembali kepada suguhan paling klasik. Hal tersebut ialah, ‘perang udara’ melalui pemasangan reklame iklan politik yang dapat dilihat di sepanjang ruas jalan kota Banjarbaru. Tak hanya kubu penantang seperti Aditya Mufti Ariffin-AR Iwansyah, pasangan Eddy Saifudin-Astina, dan Sofwat Hadi saja, tapi incumbent Nadjmi Adhani-Darmawan Jaya Setiawan belakangan juga gencar melakukan sosialisasi lewat baliho, bando, hingga banner di berbagai lokasi.

Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah (BP2RD) Kota Banjarbaru, dalam hal ini mencatat seluruh peserta Pilkada Banjarbaru telah memasang reklame promosi diri dengan berbagai jenis reklame dan lokasinya yang berbeda-beda.

Berbicara jumlah reklame, Kepala BP2RD kota Banjarbaru Rustam Effendi, mengatakan reklame iklan politik didominasi oleh pasangan Aditya-Iwansyah dengan total mencapai 117 reklame. Lalu diikuti pasangan pertahana Nadjmi-Jaya sebanyak 42 reklame. (Lihat Tabel: Amunisi ‘Perang Udara’ Para Kandidat di Pilkada Banjarbaru).

Amunisi ‘Perang Udara’ Para Kandidat di Pilkada Banjarbaru

Jika dilihat sekilas, tidak bisa dipungkiri pemasangan reklame ini begitu banyak nampak wajah Aditya-Iwasnyah. Contohnya saja di Kecamatan Cempaka, spanduk pasangan ini begitu ramai menghiasi sejumlah toko, warung, maupun pangkalan ojek milik warga.

Namun, beda halnya di Jalan A Yani sebagai jalan utama kota Banjarbaru. Disepanjang jalan ini begitu kental persaingan reklame antara Aditya-Iwansyah dan Nadjmi-Jaya. Pun, dengan melintasi jalan A Yani, dapat dilihat reklame kedua pasangan ini silih berganti terpanjang dengan masing-masing ukuran yang berbeda.

Lantas, seberapa besar ongkos pajak reklame (Jakme) yang harus digelontorkan pada Bacalon? Rustam mengakui dirinya tidak dapat membeberkan hal tersebut. Alasannya, karena BP2RD Banjarbaru sendiri harus menjaga kerahasiaan wajib pajak.

“Tapi yang dapat dipastikan rincian dan perhitungan nilai pajak sudah sesuai dengan Peraturan Daerah (Perda) yang ada,” jujurnya.

Sebelumnya, Rustam sendiri telah membocorkan kisaran biaya yang dikeluarkan Nadjmi-Jaya terhadap 42 reklame milik mereka yang mencapai puluhan juta rupiah. Sedangkan, Eddy-Astina membayar pemasangan pajak 12 reklame mereka hanya kisaran jutaan rupiah. “Hingga Senin siang, masih ada dua pasangan yang membelum bayar pajak reklame ini, yakni Aditya-Iwansyah dan Sofwat Hadi,” kata Rustam.

Meski coba di hitung-hitung, biaya pajak reklame ini nyatanya sulit diprediksi. Sebab, masing-masing reklame memiliki biaya yang berbeda, tergantung lokasi dan ukurannya. BP2RD Kota Banjarbaru sampai saat ini masih menunggu respon dari para kandidat tersebut.  “Jika sampai batas waktu tanggal 10 Januari tidak memenuhi kewajibannya, maka tim penertiban akan diturunkan ke lapangan,” tegasnya.

Sementara informasi yang dihimpun Kanalkalimantan.com, harga reklame bando dengan ukuran 4mx6m mencapai Rp 7,5 juta, ukuran 4mx8m seharga Rp 15 juta, 3mx10m seharga Rp 15 juta, 5mx10m seharga Rp 25 juta, 5mx12m seharga Rp 25 juta, 6mx9m seharga Rp 25 juta, 6mx12m seharga 30 juta, dan 8mx20m seharga Rp 50 juta. Harga tersebut belum termasuk PPN 10%.

Perlu diketahui, pungutan pajak reklame ini akan dihentikan, usai para calon Pilkada 2020 ini telah resmi ditetapkan KPU.(Rico)

 

Reporter : Rico
Editor : Cell

 

Bagikan berita ini!
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
-->