Connect with us

HEADLINE

Jerit Warga Kalsel Pertamax Melonjak

Diterbitkan

pada

Sepeda motor yang mengisi BBM di SPBU dekat Masjid Agung Al-Munawarrah Trikora Banjarbaru, Rabu (10/6/2026) pagi. Foto: fahmi

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU — Kenaikan secara resmi harga Pertamax di SPBU Kalimantan Selatan langsung direspon warga Banua.

Sumarna, salah satunya saat mengisi BBM di SPBU Jalan Trikora dekat Masjid Agung Al-Munawarrah Banjarbaru dibuat kaget karena baru tahu harga Pertamax naik ketika mengisi di SPBU.

“Kaget juga baru kemarin beli kan masih 12 ribu sekian,” ujar Sumarna.

Baca juga: Kasus Korupsi IUP di Dinas ESDM Kalsel, Begini Respon H Muhidin dan H Supian HK

Dia mengaku berat menerima kenaikan BBM non subsidi ini, terlebih lonjakannya drastis naik Rp4.000 yang semula Rp12.900 menjadi Rp17.000.

Harga Pertamax mulai berubah sejak Rabu (10/6/2026) dini hari pukul 00.00 Wita.

“Memang seperti itu pemerintah menaikkan seenaknya saja,” ungkap lelaki yang berprofesi sebagai sopir itu.

Sumarna memang pengguna Pertamax, karena tidak ingin mengantre lama jika menggunakan Pertalite.

Antrean BBM jenis Pertalite lebih panjang daripada Pertamax salah satu SPBU di Banjarbaru. Foto: fahmi

Baca juga: Tradisi Potong Pantan dan Pedang Pora Lepas Sambut Dandim 1011

“Saya harapkan Pertamax turun lah seperti harga normalnya 12 ribu,” pungkas bapak berusia 42 tahun itu.

Ibrahim, salah satu pengemudi Ojek Online (Ojol) juga baru mengetahui harga Pertamax naik saat mengisi di SPBU Coco Banjarbaru.

Baginya, kenaikan tersebut sangat berat mengingat profesinya mengharuskan banyak perjalanan saat menerima orderan penumpang.

“Berat banar, jadinya lebih memperhitungkan perjalanan,” tutur Ibrahim.

Baca juga: 1.433 Jemaah Haji Sudah Tiba di Debarkasi Banjarmasin

Biasanya, dia mengisi Rp20.000 hingga Rp30.000 di SPBU dapat 1,5 sampai 2 liter, sekarang setelah naik malah tidak sampai 2 liter.

Ibrahim, pengemudi Ojol. Foto: fahmi

“Biasanya sekali ngisi 30 ribu itu dapat tiga batang, nah sekarang dapat satu batang aja,” jelasnya.

Motornya memang dikhususkan untuk BBM jenis Pertamax, jadi Ibrahim tidak bisa pindah ke Pertalite.

Baca juga: Pansus I DPRD Kapuas Kaji Banding ke Jawa Barat

“Mudahan turun lagi nanti ke 12 ribu, supaya lebih mudah jua buat kami ojol-ojol ini,” tutupnya.

Pantauan Kanalkalimantan.com di SPBU dekat Masjid Agung Al-Munawarrah Trikora Banjarbaru, antrean Pertalite lebih mendominasi daripada Pertamax, terutama kendaraan roda empat.

Di SPBU tersebut juga sudah jelas menunjukkan perubahan pada papan harga Pertamax menjadi Rp17.000.

Kanalkalimantan telah berusaha konfirmasi ke pengawas SPBU setempat untuk dimintai keterangan, namun tidak ada yang bersedia diwawancarai dan mengarahkan langsung ke kantor cabang.

Baca juga: Pansus III DPRD Kapuas Kaji Banding ke Yogyakarta 

Sebelumnya, Pertamina Kalsel mengumumkan update harga BBM di Kalsel di Instagram @pertaminakalsel_ per 10 Juni.

Dalam postingan tersebut, sebagian besar harga BBM tetap, kecuali Pertamax yang melonjak dari Rp12.900 menjadi Rp17.000.

Berikut daftar lengkap Harga BBM Kalsel per 10 Juni 2026.
– Pertalite Rp10.000 (tetap)
– Pertamax Rp17.000 (naik)
– Pertamax Turbo Rp21.650 (tetap)
– Bio Solar Rp6.800 (tetap)
– Dexlite Rp24.000 (tetap)
– Pertamina Dex Rp25.900 (tetap)

Akan tetapi, postingan di Feed Instagram @pertaminakalsel_ terkait update harga BBM sekarang sudah tidak ada. (Kanalkalimantan.com/fahmi)

Reporter: fahmi
Editor: bie


iklan

Komentar

MUSIC HITS with VOA


Disarankan Untuk Anda

Paling Banyak Dibaca