Connect with us

Kab. HSU

Kunjungi Bupati HSU, Para Petinggi Bank di Kalsel Sampaikan Poin-poin Penting Pertemuan

Diterbitkan

pada

Bupati HSU H Abdul Wahid (dua dari kanan) bersama Syafyuddin, Head of Consumer and Ritel BNI Wilayah Banjarmasin dan Ali Sulaiman, Pemimpin BNI Cabang Barabai dan Rohani, Pemimpin BNI Kantor Cabang Pembantu Amuntai (paling kiri). Foto : dew

KANALKALIMANTAN, AMUNTAI – Sambutan hangat terpancar dari wajah Bupati Hulu Sungai Utara (HSU) H Abdul Wahid HK saat menerima kunjungan Direktur Bank Kalsel Agus Syabarrudin bersama IGK Prasetya selaku Direktur Kepatuhan Bank Kalsel di kediamannya, Kamis (30/1/2020).

Disamping sebagai silaturahmi dan mempererat hubungan Bank Kalsel dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), kedatangan petinggi bank Kalsel tersebut juga dimaksudkan untuk mengundang Bupati HSU dalam rangka RPUS Tahunan yang bakal direncanakan digelar pada tanggal 3 Februari 2020 di hotel Grand Daffam Banjarbaru.

Kepala Diskominfo HSU H. Adi Lesmana kepada kanalkalimantan.com, Jumat (31/1/2020) mengakui pertemuan Bupati HSU bersama para petinggi bank tersebut yang di dalamnya membahas beberapa poin penting disamping silaturahmi.

“Dalam pertemuan tersebut selain silaturahmi, dirut Bank Kalsel juga menyampaikan laporan keuangan Bank Kalsel dimana kinerja Bank Kalsel mengalami peningkatan yang positif atau lebih baik dari tahun sebelumnya,” ujar Adi.

Dihari yang sama, Adi Lesmana menambahkan, Selain menerima kedatangan dari petinggi bank Kalsel, Bupati HSU juga menerima tamu dari petinggi BNI, yakni Syafyuddin, selaku Head of Consumer and Ritel BNI Wilayah Banjarmasin, Ali Sulaiman selaku Pemimpin BNI Cabang Barabai dan Ibu Rohani selaku Pemimpin BNI Kantor Cabang Pembantu Amuntai.

 

Dari hasil pertemuan petinggi BNI dengan Bupati Wahid, ada beberapa poin yang dibahas seperti penempatan dana giro idle diakhir minggu pada instrument keuangan yang lebih menguntungkan seperti giro optima atau MMA, Rate penempatan sangat bersaing.

Dana cash management untuk operasional Rumah Sakit Pambalah Batung, sehingga laporan keuangan lebih akuntabel, lebih aman karena menggunakan sistem operasional pengawasan transaksi yang berjenjang, namun tetap mengedepankan efisien kerja.

Ditambah dengan monitoring keuangan yang lebih transparan, mudah dalam mekanisme pembayaran kepada mitra keja termasuk pembayaran yang lebih mudah.

“Sementara poin lain yang dibahas yakni potensi pembiayaan dari BNI apabila pemindahan RSUD Pambalah Batung dilaksanakan dengan pembiayaan pihak ketiga.” Tandasnya (kanalkalimantan.com/dew)

Reporter : Dew
Editor : Chell

 

Bagikan berita ini!
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
-->