Infografis Kanalkalimantan
Hari Posyandu 2025, Sejarah Hadirnya Posyandu
KANALKALIMANTAN.COM – Hari Posyandu Nasional diperingati setiap tanggal 29 April. Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) merupakan layanan sosial untuk kesehatan masyarakat, khususnya kepada anak serta ibu dan bayi. Peringatan ini menjadi momentum untuk mengingat pentingnya peran Posyandu dalam pelayanan kesehatan dasar dan perbaikan gizi masyarakat.
Menurut Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Posyandu menjadi salah satu bentuk Upaya Kesehatan Bersumberdaya Masyarakat (UKBM) untuk memberdayakan masyarakat dan memberikan kemudahan kepada masyarakat dalam memperoleh pelayanan kesehatan dasar, terutama untuk mempercepat penurunan angka kematian ibu dan bayi.
Posyandu pada awalnya berkembang dari salah satu program Puskesmas, yaitu program perbaikan gizi masyarakat. Program ini kemudian diajukan ke tingkat desa dengan mengadakan pos penimbangan dan pemberian makanan tambahan.
Baca juga: Bupati Banjar Ikuti RDP Komisi II DPR dan Mendagri Secara Daring

Keberhasilan pos penimbangan ini mendorong pemerintah menambah program lain yang lebih terpadu. Sejak itu, pos penimbangan berubah nama menjadi Posyandu.
Sebagai upaya mempercepat terwujudnya masyarakat sehat, Departemen Kesehatan pada tahun 1975 menetapkan kebijakan Pembangunan Kesehatan Masyarakat Desa (PKMD).
Lalu, pada tahun 1984, dikeluarkan instruksi bersama antara Menteri Kesehatan, Kepala BKKBN dan Menteri Dalam Negeri. Instruksi tersebut mengintegrasikan berbagai kegiatan yang ada di masyarakat dalam satu wadah yang disebut dengan Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu).
Kegiatan yang dilakukan diarahkan untuk lebih mempercepat penurunan angka kematian ibu dan bayi yang sesuai dengan konsep GOBI-3F (Growth Monitoring, Oral Rehidration, Breast Feeding, Immunization, Female Education, Family Planning, and Food Suplement). Konsep tersebut diterjemahkan dalam lima kegiatan Posyandu, yaitu Kesehatan Ibu dan Anak (KIA), Keluarga Berencana (KB), Imunisasi, Gizi, dan Penanggulangan Diare.
Baca juga: Bahas Revisi RTRW Batola, Dinas PUPR Kalsel Gelar Rapat Forum Penataan Ruang
Pencanangan Posyandu untuk pertama kali oleh Kepala Negara Republik Indonesia pada tahun 1986 di Yogyakarta yang bertepatan dengan peringatan Hari Kesehatan Nasional. Pada tahun 1990, terbit Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmandagri) Nomor 9 Tahun 1990 tentang Peningkatan Pembinaan Mutu Posyandu. Melalui instruksi ini, seluruh kepala daerah ditugaskan untuk meningkatkan pengelolaan mutu Posyandu.
Pada tahun 1990, terjadi perkembangan yang pesat yakni dengan keluarnya Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 9 Tahun 1990, mengenai peningkatan pembinaan mutu Posyandu. Berdasarkan instruksi ini kemudian seluruh kepala daerah ditugaskan untuk meningkatkan pengelolaan mutu Posyandu.
Adapun, revitalisasi posyandu di ibu kota dikampanyekan melalui program Gebyar Posyandu 27 sejak Desember 2005. Sejak itu pula, jadwal kunjungan anak-anak balita ke Posyandu dijadikan serentak, tepatnya pada tanggal 27 setiap bulannya. (Kanalkalimantan.com/kk)
Editor: kk
-
Bisnis21 jam yang laluJaecoo Merambah Banjarbaru, Buka Dealer Resmi di A Yani Km 33
-
Infografis Kanalkalimantan3 hari yang laluHari Kartini 2026 “Perempuan Berdaya, Anak Terlindungi, Menuju Indonesia Emas 2045”
-
Olahraga1 hari yang laluOffroader SBOX 2026 Dilepas dari Depan Balai Kota Banjarbaru
-
HEADLINE3 hari yang laluTantangan Banjarbaru sebagai Ibu Kota Kalsel di Usia 27 Tahun
-
HEADLINE2 hari yang lalu11.358 Peserta Terdaftar, UTBK SNBT di ULM Dimulai
-
Pemprov Kalsel2 hari yang laluGubernur Muhidin Apresiasi Pengelolaan Sampah di Banjarbaru






