Connect with us

Kabupaten Banjar

Bupati Banjar Pantau Kesehatan Al Fatih di RS Cipto Mangunkusumo Jakarta

Diterbitkan

pada

Bupati Khalilurrahman bersama Sekda Banjar dan pejabat lainnya menjenguk kondisi Al Fatih di RS Mangunkusumo Jakarta Foto: istimewa

MARTAPURA, Rombongan Bupati Banjar KH Khalilurrahman memantau kondisi Al Fatih, bayi berumur 11 bulan asal Kecamatan Mataraman yang diagnosa menderita Jeune Syndrome yaitu kelainan tulang dada sempit di RS Cipto Mangunkusumo, Jakarta.

Kedatanganya Bupati Banjar bersama Ketua Tim Penggerak PKK Banjar Hj Raudathul Wardiyah, Sekda Banjar H Nasrunsyah serta Kepala Dinas Kesehatan Ikhwansyah, seusai acara Jambore PKK dan Hari Kesetuan Gerak (HKG) PKK tahun 2018, Rabu (5/11) lalu, untuk  memberi semangat kepada Al Fatih.

Dalam kesembatan tersebut orang nomor satu di Kabupaten Banjar tersebut juga sempat berdialog dengan jajaran pimpinan Rumah Sakit Cipto Mangunkusomo tentang penyakit yang tengah dierita Al Fatih. “Untuk keluarga, agar bisa sabar dan terus berdoa kepada Allah SWT untuk kesembuhan bayi Al Fatih,” harap Bupati.

Sekda Banjar H Nasrunsyah menjelaskan, bahwa kunjungan bupati ke RSCM untuk menjenguk warganya yang tengah dirawat dengan diagnose Jeune Syndrome. “Hal ini merupakan bentuk kepedulian Pak Bupati terhadap warganya yang tengah berjuang melawan penyakit yang diderita, serta memberikan semangat kepada keluarganya,” ujarnya.

Sementara Kadinkes Banjar Ikhwansyah menjelaskan penyakit Jenune Syndrome merupakan penyakit yang langka. hingga Saat ini pihaknya tengah berupaya untuk mengumpulkan dana guna membantu pengobatan Al Fatih, serta membeli ventilator alat bantu pernapasan..

 “Yang jelas, dimana ada kegiatan, peluang dan kesempatan, kita tentunya akan memanfaatkan untuk melakukan penggalangan dana untuk anak kita, Al Fatih yang sekarang masih dirawat di RS Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Jakarta,” ujar Kepala Dinkes Kabupaten Banjar Ikhwansyah saat melakukan penggalangan dana di acara Jambore PKK dan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK tahun 2018.

Lebih jauh Ikhwansyah mengatakan, hingga sekarang untuk dana yang terkumpul sudah mencapai angka Rp 147 juta. Sementara di luar itu yang terdata dan dikumpulkan oleh Dinkes Banjar sudah mulai terkumpul Rp 10 juta. Dan masih membutuhkan dana senilai Rp 70 juta lagi untuk membeli ventilator yang merupakan alat bantu pernapasan.

Perlu diketahui sebelumnya, walaupun kondisi Al Fatih sudah dapat dipulangkan dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo Jakarta, namun masih harus membutuhkan ventilator sebagai alat bantu bernapas. Begitu dibeberkan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar Ikhwansyah beberapa waktu lalu.

“Arti dipulangkan yang sebenarnya bukan dibawa ke sini (Kalsel). Namun Al Fatih masih harus melalui beberapa tingkatan untuk melakukan tahapan operasi, sehingga Al Fatih dan keluarga masih dicarikan rumah tinggal yang ada di luar Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo,” jelasnya. (rendy)

Reporter: Rendy
Editor: Chell

Bagikan berita ini!