Connect with us

Hukum

Bobol Akun FB untuk Menipu, Giliran Pembakal Lok Baintan Jadi Korban!

Diterbitkan

pada

foto akun FB milik pembakal Lok Baintan, Kabupaten Banjar Foto: net

MARTAPURA, Akun media sosial Facebook milik Kepala Desa (Pembakal) Lok Baintan Sapriansyah di Kabupaten Banjar, diretas dan dijadikan sebagai sarana penipuan oleh pelakunya. Permasalahan ini diketahui pada, Minggu (6/1) malam yang lalu.

“Minggu malam itu dapat info dari rekan sesama Pembakal di sungai Tabuk, bahwa ada verifikasi mencurigakan di akun FB saya, selanjutnya pagi hari sudah tidak bisa dibuka FB nya” ujar kepala desa Lok Baintan, Jum’at (11/1).

Berbekal akun milik FB Pembakal ini, pelaku memanfaatkan dengan mengirimkan pesan untuk melakukan komunikasi dengan calon korban melalui aplikasi WhatsApp (WA).

Setelah berhasil mengalihkan komunikasi dari FB ke WA, pelaku yang sudah mempersiapkan akun WA mengatasnamakan “Sapriansyah” inipun mulai melancarkan aksinya dengan berbagai cara. Antara lain berpura-pura mobil mogok di tengah perjalanan dan ketinggalan uang serta ATM, sehingga meminta bantuan di kirimkan sejumlah uang. “Foto profil dan nama yang digunakan atas nama saya, namun dengan nomor yang berbeda,” terangnya.

Lebih lanjut Sapriansyah menjelaskan, untuk lebih meyakinkan, pelaku yang diduga lebih dari satu orang ini, kembali menghubungi calon korban mengatasnamakan anaknya. Berdalih akan mendatangi calon korban untuk mengganti biaya transfer tersebut secara cash. “Orang yang kenal pasti akan percaya karena juga ada WA atas nama Hilman (putra Pembakal),” jelasnya.

Diakui Sapriansyah, dirinya sudah melaporkan kasus ini kepada pihak kepolisian Polres Banjar, dan juga  dinas Kominfo Kab.Banjar agar FB dan WA milik pelaku dapat di tutup, namun hingga saat belum mendapatkan hasil. “Semoga cepat tertangkap, karena meresahkan sekali,” harapnya

Lebih lanjut Sapriansyah mengatakan hingga saat ini sudah banyak laporan bahwa telah menjadi korban, namun tidak sampai melakukan transfer. “Dari laporan Belum ada yang transfer, mungkin ada, tapi tidak ada yang konfirmasi,” terangnya.

Dari keterangan anak Sapriansyah, Hilman, saat ini sudah ada puluhan yang telah dihubungi oleh pelaku, rata-rata korban terang Hilman dari rekanan sesama kepala desa hingga camat, serta dari murid dimana Sapriansyah pernah mengajar. “Sudah ada puluhan yang lapor baik dengan saya atau dengan keluarga” jelas Hilman.(rico)

Reporter:Rico
Editor:Cell

Bagikan berita ini!
  • 4
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    4
    Shares
Advertisement