Connect with us

Kota Banjarmasin

Antisipasi Kemacetan, Dishub Banjarmasin Terapkan Jalan Satu Arah

Diterbitkan

pada

Penerapan sistem satu arah mengantisipasi penutupan jembatan Alalak I Foto: istimewa

BANJARMASIN, Memasuki hari kedua ditutupnya Jembatan Alalak I, Banjarmasin Utara, kemacetan terlihat semakin parah. Terpantau dari Jalan Cemara Ujung hingga Jalan Tembus Perumnas kendaraan mulai memenuhi jalan.

Antrean terlihat sepanjang 2 kilometer pada dua ruas jalan tersebut. Sehingga Dishub Banjarmasin harus memberlakukan sistem satu arah (SSA) pada empat jalan di Banjarmasin Utara. Mayoritas pengguna jalan pun mengeluhkan pemberlakuan SSA ini.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Banjarmasin, Ichwan Noor Chalik mengatakan, SSA ini sebagai solusi mengurai kemacetan akibat dari ditutupnya Jembatan Alalak I. “Simulasi SSA merupakan bagian dari langkah kajian dishub dalam menanggulangi kemacetan, jika efektif maka akan dilanjutkan,” jelasnya.

Namun, masyarakat justru mengeluhkan jarak tempuh yang semakin panjang sebab mereka harus putar arah sesuai petunjuk satu arah yang diberlakukan. Selain itu, keluhan macet juga terjadi akibat jalur utama Banjarmasin – Batola lewat Jembatan Alalak I ditutup.

Salah satu mahasiswa yang indekos di Cemara Ujung, Sandy, mengeluh jarak yang ditempuhnya untuk sampai ke Kampus Universitas Lambung Mangkurat makin panjang. Sebab ia harus memutar mengikuti jalur satu arah untuk sampai ke kampus. Jalan Cemara Raya yang sehari-hari ia lintasi, diberlakukan satu arah dari Jalan H Hasan Basri menuju Simpang Empat Adhyaksa.

“Saya kan biasanya lewat Cemara Raya saja dan keluar di simpang empat Kayutangi lalu menuju ke Kampus saya, namun hari ini saya harus mutar ke Bundaran Kayutangi dulu melewati Jalan Adhyaksa, ya tidak begitu jauh juga namun lumayan lah memperpanjang jara,” ucapnya.

Begitu juga Ida, seorang ibu rumah tangga turut mengeluhkan hal yang sama. Ia yang bertempat tinggal di Jalan Cemara Raya terpaksa memutar arus lalin ke Jalan Adhyaksa dan Brigjen H Hassan Basri, baru bisa melewati ke Jalan Cemara Raya. “Biasanya kan ini kita belok kiri langsung bisa ke Cemara Raya, tapi setelah SSA ini kan harus mutar dulu ke Adhyaksa dan Kayutangi baru bisa ke Jalan Cemara,” ungkapnya.

Komandan Pleton II Dinas Perhubungan Kota Banjarmasin, Dony Tri Wahono, menyampaikan arus lalu lintas dalam dua hari pertama simulasi masih tergolong kategori ramai lancar. Ia mengklaim tidak ada macet fatal akibat SSA alias ramai lancar.

“Kami tunggu saja apakah ini akan diterapkan secara permanen nanti. Mudah-mudahan warga bisa paham dan mengerti demi kebaikan bersama karena Jembatan Alalak I ini merupakan fasilitas publik juga yang akan dinikmati warga juga,” pungkasnya.(mario)

Reporter:Mario
Editor:Cell

Bagikan berita ini!
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
-->