Kanal
Dispersip HSU Latih Pengelola Perpustakaan di Sekolah dan Perguruan Tinggi
AMUNTAI, Sebanyak 50 peserta selaku pengelola perpustakaan se Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) kembali dibekali bimbingan teknis (Bimtek) pengelolaanperpustakaan berbasis teknologi informasi.
Bimtek yang dilangsungkan selama 26-27 November oleh Dispersip HSU tidak hanya mengarahkan untuk meningkatkan kompetensi bagi pengelola dan pustakawan, tetapi juga pengaplikasian berbasis teknologi informasi tentang pengelolaan perpustakaan.
“Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan kompetensi sumber daya perpustakaan dan pustakawan sesuai dengan perkembangan teknologi informasi Serta menjadikan perpustakaan sebagai lembaga perkembangan,” ungkap Hj Mahdalena, selaku Kasi Pembinaan, Pengembangan dan Tenaga Perpustakaan Dispersip HSU.
Adapun 50 peserta berasal dari pengelola perpustakaan se HSU dari perguruan tinggi, pengelola perpustakaan sekolah SD/MI, MTs/SLTP, SMA/SMK/MA serta pengelola perpustakaan Kecamatan dan Desa.
Kepala Dispersip HSU Hj Lailatannur Raudhah saat membuka kegiatan mengatakan, seiring dengan perkembangan teknologi dan informasi sekarang yang semakin hari cepat. Perpustakaan sebagai lembaga penyedia informasi harus dapat berkontribusi dalam memberikan pelayanan bagi pengguna perpustakaan itu sendiri secara cepat tepat dan akurat.
“Perkembangan teknologi informasi itu sendiri juga dapat diaplikasikan dalam pelayanan perpustakaan, agar kemudahan keefektifan dan kecepatan pemustaka selalu dapat terlayani dengan baik,” terangnya.
Ia menyampaikan, era kemajuan teknologi informasi dan komunikasi ditandai berbagai kemudahan. Layanan lelektronik yang semula manual saat ini mengarah menggunakan bantuan perangkat teknologi informasi.
“Berbagai fitur aplikasi media elektronik sekarang sedang berkembang sedemikian rupa untuk memudahkan masyarakat dalam mengakses informasi melalui jurnal elektronik, E-pusnas dan aplikasi perpustakaan berbasis digital,” terangnya
Bimbingan teknis ini diharapkan peserta dapat menerapkan teknologi informasi di perpustakaannya masing-masing. “Seingga pekerjaan di perpustakaan baik itu perpustakaan perguruan tinggi, sekolah, perpustakaan Kecamatan, maupun perpustakaan desa.,†harapnya.
Ia menegaskan, seorang pustakawan tidak hanya sebatas berbagai media informasi tetapi lebih kepada mengolah isi yang terkandung didalamnya perpaduan antara perpustakaan tradisional dan perpustakaan digital. (dew)
Editor : Chell
-
HEADLINE2 hari yang laluPrakiraan BMKG: Cuaca Kalsel Sepekan Ada Potensi Hujan Ringan
-
Kabupaten Balangan3 hari yang laluBPBD Balangan Serahkan Bantuan Pinjam Pakai Peralatan Karhutla
-
Kabupaten Banjar2 hari yang laluSekda Buka Workshop Manajemen Risiko Pembangunan Daerah Kabupaten Banjar 2026
-
Infografis Kanalkalimantan2 hari yang laluHaornas 2026: Aktivitas Fisik Jadi Gaya Hidup Keseharian Masyarakat
-
PUPR PROV KALSEL2 hari yang laluJembatan Cambai Dibuka Awal Oktober 2026
-
Kota Banjarbaru2 hari yang laluBerkah dari Langit Mengguyur Wilayah Liang Anggang



