Kabupaten Banjar
Dinas PUPR Banjar Targetkan Hapus 280 Jamban Terapung Selama 2018
MARTAPURA, Bupati Banjar H Khalilurrahman telah berkomitmen untuk penghapusan 1.000 jamban terapung di era kepemimpinannya. Pemkab Banjar melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Banjar menargetkan penghapusan 280 jamban terapung pada tahun 2018, Rabu (22/8).
Kepala Dinas PUPR Bajar M Hilman mengatakan, tahun 2017 yang lalu pihaknya sudah melaksanakan penghapusan sebanyak 263 jamban terapung di sekitaran bantaran sungai Martapura. Untuk tahun ini akan menargetkan sebanyak 280 jamban terapung hingga akhir Desember 2018.
“Sampai saat ini kami data sudah ada sebanyak 263 jamban terapung yang sudah dihapuskan dan sudah tidak dimanfaatkan lagi oleh masyarakat. Lokasinya tersebar di Kecamatan Martapura Timur, Matapura Kota dan Kecamatan Martapura Barat,” jelasnya.
Dijelaskan Hilman, sebelum melakukan penghapusan jamban apung  dilakukan penggantian dengan jamban individual yang di bangun di rumah masing-masing warga. Sehingga mereka tidak kembali menggunakan jamban terapung tersebut.
“Satu jamban apung itu biasanya dimanfaatkan lima sampai sepuluh KK. Artinya jika kita ingin menghapus satu jamban terapung, tentunya kita harus menyiapkan penggantinya yaitu sebanyak 10 jamban individual, supaya masyarakat tidak sembarangan lagi membuang air besar di sungai, sehingga kualitas air dan lingkungan tetap terjaga,” jelasnya.
Ditambahkan juga sebelumnya, penghapusan jamban ini melalui berbagai macam strategi, seperti diantaranya pembangunan WC individual atau komunal melalui dana pemerintah pusat dengan alokasi khusus dan hibah air limbah. Ada juga dana APBD Kabupaten Banjar serta suport melalui dana Desa seperti tahun 2017 sebanyak Rp 1,7 miliar yang terdiri dari 18 Desa, dari 3 Kecamatan yang ada di bantaran sungai Martapura tersebut.
Dalam rangka terus mendukung penghapusan jamban terapung, Dinas PUPR Banjar juga memberikan penghargaan program Penghapusan Jamban Terapung.
Diakui, selama tahun berjalan ini Hilman mengatakan enghapusan jamban terapung ini bukan tanpa kendala. Namun tentunya hal tersebut menjadi tantangan yang harus diselesaikan bagi pihaknya untuk terus melaksanakan penghapusan jamban terapung tersebut.
“Untungnya kami disupport Bupati Banjar yang turun langsung untuk bersosialisasi, dan mengkomunikasikan kepada masyarakat di bantaran sungai Martapura yang mejadi sasaran penghapusan jamban terapung tersebut,” pungkasnya. (rendy)
Editor: Chell
-
Kabupaten Kapuas2 hari yang laluMerajut Silaturahmi DPC PDIP Kapuas Buka Puasa Bersama
-
HEADLINE2 hari yang laluART Bupati Fadia Arafiq Disulap Jadi Dirut, Tugasnya Ambil Duit
-
Kabupaten Kapuas2 hari yang laluBupati Wiyatno Safari Ramadan di Desa Batanjung
-
Kabupaten Kapuas2 hari yang laluPolres Kapuas Siapkan Pengamanan Lebaran
-
kampus1 hari yang laluMaju Calon Ketua PMII Banjarmasin, Ini Visi Misi Bawaihi
-
Kota Banjarbaru2 hari yang laluWali Kota Banjarbaru Bagikan Santunan bagi Anak Yatim

