Bisnis
Terus Naik, Investasi di Kalsel Mencapai Rp35 Triliun pada 2025
KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan terus mendorong penguatan investasi sebagai motor pertumbuhan ekonomi daerah. Upaya tersebut mulai menunjukkan hasil dengan realisasi investasi yang meningkat signifikan dalam beberapa tahun terakhir.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), Endri mengatakan, peningkatan investasi menjadi bagian penting dalam mendorong target pertumbuhan ekonomi Kalsel yang diproyeksikan mencapai sekitar 8 persen pada tahun 2029.
Target tersebut sejalan dengan misi pembangunan daerah, khususnya dalam mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, merata, dan berbasis nilai.
Baca juga: 6 Medali Tim Taekwondo Kalsel dari Kejurnas Cadet & Junior 2026
“Peningkatan investasi menjadi salah satu kunci untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Ini juga sejalan dengan program nasional dalam memperkuat ekonomi daerah,” ujar Endri saat kegiatan Promosi Investasi Kalimantan Selatan tahun 2026 di Dermaga Pasar Terapung TMII Jakarta, Minggu (26/4/2026), dikutip dari Media Center Kalsel.
Kepala DPMPTSP Kalsel menjelaskan, Kalimantan Selatan memiliki sejumlah keunggulan yang menjadi daya tarik investor, mulai dari posisi strategis sebagai jalur perdagangan nasional dan internasional, infrastruktur yang terus berkembang, hingga ketersediaan sumber daya alam dan tenaga kerja produktif.
Pemerintah daerah juga memperkuat komitmen melalui penyederhanaan layanan perizinan. Hal ini diwujudkan melalui regulasi yang memberikan kepastian hukum serta pelayanan yang cepat, transparan, dan akuntabel bagi para investor.
“Komitmen pemerintah daerah dalam memberikan kemudahan perizinan menjadi faktor penting dalam menciptakan iklim investasi yang kondusif,” katanya.
Baca juga: Pemkab HSU Gelar Lomba Kebersihan dan Keasrian Lingkungan SKPD
Data DPMPTSP Kalsel menunjukkan realisasi investasi di Kalimantan Selatan terus mengalami peningkatan. Pada 2022 tercatat sebesar Rp15 triliun, meningkat menjadi Rp19 triliun pada 2023, kemudian Rp24 triliun pada 2024, hingga mencapai lebih dari Rp32 triliun pada tahun 2025.
Kontribusi investasi terbesar berasal dari sejumlah daerah, di antaranya Kabupaten Tanah Bumbu, Kabupaten Kotabaru, dan Kota Banjarmasin. Sementara dari sisi sektor, investasi masih didominasi oleh pertambangan, disusul sektor jasa, perdagangan, dan reparasi.
Meski demikian, pemerintah mulai mengarahkan transformasi ekonomi dengan mengurangi ketergantungan pada sektor ekstraktif. Fokus ke depan diarahkan pada pengembangan sektor potensial seperti pertanian, kehutanan, perikanan, industri pengolahan, pariwisata, hingga ekonomi berbasis jasa.
Langkah ini dilakukan untuk mendorong hilirisasi industri yang diyakini mampu menciptakan nilai tambah, membuka lapangan kerja, serta memperkuat struktur ekonomi daerah secara berkelanjutan.
Baca juga: Masyarakat Adat Kalimantan: Kami Tidak Mengakui Negara, Jika Negara Tidak Mengakui Kami
Sejumlah proyek prioritas investasi telah disiapkan, di antaranya pengembangan sektor pariwisata dan hospitality, pengelolaan limbah, pembangunan pusat distribusi, hingga industri pengolahan berbasis sumber daya lokal.
Dalam memperluas jangkauan promosi, Pemprov Kalsel juga memanfaatkan platform digital melalui aplikasi “Bekantan” yang memuat berbagai informasi peluang investasi. Aplikasi ini diharapkan memudahkan calon investor dalam mengakses data dan potensi daerah tanpa harus datang langsung.
“Melalui berbagai strategi promosi dan kemudahan yang diberikan, kami optimistis investasi di Kalimantan Selatan akan terus tumbuh dan berkontribusi terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat,” kata Endri.
Baca juga: Perhelatan Tari Taman Budaya Kalsel Sambut Hari Tari Dunia 2026
Pemerintah Provinsi Kalsel mengajak para investor untuk berpartisipasi dalam pengembangan daerah, seiring upaya mewujudkan Kalimantan Selatan sebagai gerbang logistik di Pulau Kalimantan menuju visi Indonesia Emas 2045. (Kanalkalimantan.com/bie)
Reporter: bie
Editor: kk
-
HEADLINE2 hari yang laluNobar Film “Pesta Babi” : Perjuangan Masyarakat Papua Melawan Biodiesel
-
HEADLINE2 hari yang laluJerit Hati Anak Papua dari Banua: Hutan Kami Dibabat, Kolonialisme Berbaju Regulasi
-
Kabupaten Hulu Sungai Utara3 hari yang laluBupati HSU Pimpin Gerakan Indonesia Asri di Kawasan GOR Pangeran Suryanata
-
Kabupaten Hulu Sungai Utara3 hari yang laluLomba Balogo dan Badaku di Lapangan Pahlawan Amuntai
-
Kabupaten Banjar3 hari yang laluSaidi Mansyur Lepas Keberangkatan 360 Calon Haji Asal Kabupaten Banjar
-
Kabupaten Banjar2 hari yang laluDilantik Sebagai Ketua BPC HIPMI Banjar, Muhammad Zaini Fokus pada Pengaderan dan Pembinaan Anggota






