HEADLINE
Tak Ada Laporan Krisis Air, BPBD Banjar Siapkan Tandon dan Pendistribusian
KANALKALIMANTAN.COM, MARTAPURA – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banjar memastikan belum ada laporan mengenai keluhan krisis air bersih dari warga desa maupun kecamatan di Kabupaten Banjar.
Hingga Sabtu 5 Agustus 2023, pihaknya telah berkoordinasi dengan kecamatan guna menginventarisir desa mana yang memerlukan pasokan air bersih.
Hal itu disampaikan Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Banjar Warsita saat dikonfirmasi Kanalkalimantan.com, Sabtu (5/8/2023) sore.
“Kalau secara resmi laporan ke BPBD dari masyarakat, desa, atau pun dari kecamatan sampai saat ini belum ada,” ujar Warsita.
Meski tidak ada laporan, warga di Desa Limamar Kecamatan Astambul Kabupaten Banjar, saat ini tengah mengalami krisis air bersih akibat menyusutnya sumber air di sumur karena kekeringan.

Warga Desa Limamar, Kecamatan Astambul, Kabupaten Banjar, menunggu pasokan air bersih bantuan relawan gabungan. Foto: ebr untuk kanalkalimantan
Baca juga: Trek Zig-zig 8 Ujian Praktek SIM Dihapus, Ditlantas Polda Kalsel Jelaskan Perubahan
Sulitnya air bersih itu diketahui sudah dialami sejak sekitar dua bulan yang lalu. Warga pun kemudian meminta bantuan kepada relawan gabungan.
“Tetapi kami dapat info dari relawan yang kebetulan pinjam tandon untuk suplai air di Desa Limamar kemarin, kami pun sudah berkoordinasi dengan camat setempat,” aku Kalak BPBD Banjar.
Warsita memaparkan, untuk saat ini pihak Kecamatan Astambul tengah melakukan inventarisir untuk selanjutnya jika memang dibutuhkan akan dilaporkan kepada BPBD.
“Kita menunggu laporan itu jika sudah ada baru kita siap distribusikan air sesuai kebutuhan,” ujarnya.
BPBD nantinya akan menyiapkan tandon beserta penyaluran air bersih, kemudian akan didistribusikan ke desa-desa yang dilanda krisis air bersih.
Baca juga: Catatan Ombudsman, PTAM Intan Banjar Banjiri Keluhan Pelanggan

Warga Desa Limamar sudah sekitar dua bulan tak merasakan akses air bersih akibat menyusutnya sumber air sumur gali dan keringnya sungai.
“Sudah seminggu tidak bisa mencuci piring karena sumurnya kering,” ucap salah seorang perempuan paruh baya warga Desa Limamar. (Kanalkalimantan.com/wanda)
Reporter : wanda
Editor : bie
-
Bisnis1 hari yang laluTren Positif Investasi Saham dan Reksa Dana di Kalsel
-
HEADLINE3 hari yang laluSDA Kalsel Dikuras, Kerusakan Lingkungan Diabaikan
-
HEADLINE2 hari yang laluBerkas Kasus Pembunuhan Mahasiswi ULM Dilimpahkan ke Kejaksaan
-
Kabupaten Kapuas1 hari yang laluPemkab Kapuas Gelar Rapat Penanganan Sengketa Tanah
-
Kabupaten Kapuas1 hari yang laluJelang Hari Raya Pemkab Kapuas Intensifkan Pengawasan Keamanan Pangan
-
Kabupaten Banjar3 hari yang laluPemkab Banjar Tindaklanjuti Kondisi Rumah Zainab Warga Lok Buntar




