Kabupaten Banjar
7 Ekor Sapi di Desa Pingaran Ulu Mati Mendadak, Diduga Diracun
MARTAPURA, Paska ditemukannya tujuh ekor sapi yang mati di Desa Pingkaran Ulu, Kecamatan Astambul, Dinas Peternakan dan Perkebunan (Disnakbun) Kabupaten Banjar minta masyarakat tidak perlu takut dan resah mengonsumsi daging sapi.
Menurut Kepala Disnakbun Kabupaten Banjar Ir Dondit Bekti, para peternak tidak usah resah terkait fenomena kematian sapi tersebut, karena potensi dan peluang pasar sangat menjanjikan. Menurutnya hingga sekarang tim kesehatan hewan sudah melakukan pengecekan ke lokasi. Hasilnya enam ekor diduga keracunan karena tidak ada gejala sakit sebelumnya.
Sementara untuk menguatkan diagnosa, pihaknya sudah mengambil sampel darah untuk tes laboratorium, sampel tersebut diambil dari sapi yang masih ada, bukan dari sampel sapi yang mati.
“Awalnya kami mengarah kepada penyakit jembrana, tetapi fakta di lapangan, sapinya bukan sapi Bali melainkan hasil silang Bali dengan Peranakan Ongole (PO),†jelasnya.
Pihaknya di lapangan juga sudah memberikan saran kepada peternak, agar lebih intens dalam pemeliharaan dan pengawasan hewan ternak sapi miliknya. Meski dugaan kematian sapi bukan karena jembrana, tetap dihimbau sementara jangan beli sapi dulu, dan sebaiknya beli sapi non Bali saja seperti hasil silang PO, limousin, simental dan lainnya.
“Agar peternak juga melakukan pemeliharaan secara benar sesuai anjuran teknis, berikan pakan yang cukup dan berkualitas. Apalagi saat ini musim kemarau, syukur-syukur diberikan pakan tambahan seperti singkong, dedak, sisa limbah makan,†bebernya.
Disnakbun juga menghimbau bagi peternak agar secepatnya menghubungi petugas peternakan di lapangan, jika hewan sapi ternak sakit, minta kawin atau mungkin sudah dikawinkan tetapi tidak bunting, pihaknya siap untuk membuntingkan sapi.
Pemilik sapi di Desa Pingaran Ulu Kecamatan Astambul, Poneran mengatakan, sapi-sapinya mendadak mati. Ia heran karena sapi miliknya sehat dan gemuk, namun kematian sapi ada tanda mencurigakan pada organ lambung, jantung dan hati sapi rusak.
“Kemungkinan bisa saja ada yang meracuni. Indikasi mengarah ke racun karena ada pola, cara mati, sisa bangkai yang setipe,†katanya.
Pemilik sapi lainnya, Solihun sejak beberapa hari sapi miliknya tidak keluar kandang setelah mengetahui adanya kematian sapi secara mendadak. Ia terpaksa mencari rumput untuk makanan sapi lebih banyak dari biasanya. (rendy)
Editor : Abi Zarrin Al Ghifari
-
HEADLINE2 jam yang laluKapal Virgo Transport 8 Dibangun 1987, Baru Operasi 8 Juli Layani Rute Surabaya-Banjarmasin
-
HEADLINE6 jam yang laluTenggelam di Laut Jawa, Kapal Virgo Transport 8 Rute Surabaya-Banjarmasin Angkut 240 Orang
-
HEADLINE2 hari yang laluMaksimalkan OMC Tangani Karhutla, Wapres Gibran Minta Maaf Udara Kalimantan Buruk
-
Olahraga1 hari yang lalu1.200 Pelari Jajal Rute 5,3 Km Heritage Run 2026 di Banjarbaru
-
Kota Banjarbaru2 hari yang lalu102 Rumah Tak Layak Huni Terima Program Barakat Gawe Banjarbaru
-
PLN UIP3B KALIMANTAN2 hari yang laluHumanitrip 2026 PLN Hadirkan Senyum 55 Anak Yatim dan Dhuafa



