Kanal
100 Ha Lahan Pertanian Juga Akan Dibuka di Kabupaten Banjar
BANJARBARU, Kalsel akan memiliki jumlah lahan pertanian yang semakin luas menyusul ditandatanganinya Perjanjian Kerjasama (PKS) antara Kodam VI Mulawarman dan Pemprov Kalsel. Penandatangan tersebut dilakukan Kasdam VI Mulawarman Brigjen TNI Teguh Pudjo Rumekso dan Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura, Fathurraman.
Selain Jejangkit yang bakal menjadi pusat Hari Pangan Sedunia (HPS) Oktober mendatang, Desa Tajau Landung, Kabupaten Banjar, juga bakal menjadi pusat perluasan lahan pertanian sawah di Kalsel. 100 hektare lahan cetak sawah bakal digarap langsung oleh TNI. Bahkan 100 hektare lahan cetak sawah ditargetkan bakal selesai di tahun ini maksimal di Desember 2018.
Kasdam VI Mulawarman Brigjen TNI Teguh Pudjo Rumekso kepada Banjarmasinpost.co.id mengatakan sesuai dengan Undang-undang nomor 34 tahun 2004 tentang TNI bahwa TNI memiliki tugas melaksanakan operasi militer selain perang, dalam tugas tersebut diantaranya adalah tugas membantu Pemerintah Daerah .
“Kodam VI Mulawarman melakukan kerjasama dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan dalam program cetak sawah sebagai upaya meningkatkan potensi wilayah dan kesejahteraan rakyat. Perjanjian kerjasama ini menjadi program penting di kementerian pertanian sebagai upaya meningkatkan produksi beras nasional ,†ujarnya usai penandatanganan Mou dengan Dinas Tanam Pangan dan Holtikultura Kalsel.
Brigjen Teguh berharap sawah yang dicetak nanti akan berhasil dapat meningkatkan kesejahteraan rakyat, mampu menambah luas tanam dan mewujudkan swasembada pangan. Dengan ditambahkannya lahan cetak sawah di Kabupaten Banjar, artinya sudah ada 850 lahan cetak sawah yang bakal dibuat di Kalsel melalui kerjasama dengan TNI. Hal itu dikarenakan 750 lahan untuk cetak sawah dibuat di Jejangkit Batola.
Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Fathurrahman mengatakan kerjasama dengan TNI dalam hal cetak sawah merupakan yang ketiga dilakukan Pemprov Kalsel bersama TNI. Menurutnya, dalam tiga tahun terakhir produksi beras Kalimantan Selatan mengalami pertumbuhan yang cukup signifikan. Pada tahun 2015 produksi padi Kalimantan Selatan 2.140.274 ton, pada tahun 2016 2.313.574 ton, dan pada tahun 2017 2.452.367 ton. Data tersebut menunjukkan kerja keras Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan bersama dengan stakeholder terkait mengalami peningkatan sebesar 312.091 ton beras.
Disampaikanya, keberhasilan itu tentunya didukung oleh peningkatan luas tambah tanam yang terus mengalami peningkatan dari tahun 2015 hingga 2017. Saat ini luas tambah tanam padi seluas 582.106 hektar. Tentunya dengan adanya kerjasama ini akan menambah luas lahan yang ada.
Tambahnya cetak sawah seluas 100 hektare di Desa Tajau Landung, Kabupaten Banjar ini tidak akan mengganggu proses penggarapan lahan di Desa Jejangkit. “Kita sudah menyusun rencana tentunya kita akan bersinergi dengan TNI, lahan yang di Jejangkit dan lahan di Tajau Landung akan dikerjakan berbarengan,†jelasnya.(rico)
Editor : Chell>
-
Infografis Kanalkalimantan2 hari yang laluHari Kartini 2026 “Perempuan Berdaya, Anak Terlindungi, Menuju Indonesia Emas 2045”
-
Bisnis2 hari yang laluLPG Nonsubsidi 12 Kg Naik Jadi Rp228.000 per Tabung
-
NASIONAL2 hari yang laluPemerintah akan Bangun Yonif TP Setiap Kabupaten dan Kota se Indonesia
-
Pemprov Kalsel1 hari yang laluGubernur Muhidin Apresiasi Pengelolaan Sampah di Banjarbaru
-
HEADLINE2 hari yang laluTantangan Banjarbaru sebagai Ibu Kota Kalsel di Usia 27 Tahun
-
Kabupaten Banjar1 hari yang laluTingkatkan Kapasitas Pemuda, DPMD Kabupaten Banjar Gelar Bimtek Karang Taruna






