Kanal
Wabup : Pendidikan di Era 4.0 Harus Dilandasi Karakter Kecakapan Tinggi
AMUNTAI, Ratusan guru dari berbagai sekolah se Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) mengikuti apel Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2019 di halaman kantor Bupati HSU, Kamis (2/5/2019), dipimpin Wakil Bupati HSU H Husairi Abdi.
Wabup HSU H Husairi Abdi mengatakan, peradaban dunia berkembang secepat deret ukur, sementara dunia pendidikan bergerak seperti deret hitung, hadirnya Revolusi Industri 4.0 telah mempengaruhi cara hidup, bekerja, dan belajar.
Perkembangan teknologi yang semakin canggih, dapat mempengaruhi cara berpikir, berperilaku dan karakter peserta didik. “Peserta didik harus memiliki karakter dan jati diri bangsa di tengah perubahan global yang bergerak cepat,†ujar Wabup HSU membacakan amanat Mendikbud RI pada peringatan Hari Pendidikan Nasional 2019.


Saat ini, sebut Wabup HSU, peserta didik didominasi Generasi Z yang terlahir di era digital dan pesatnya teknologi, melalui momentum Hari Pendidikan Nasional, marilah konsentrasi segenap potensi pendidikan nasional yang menitikberatkan pembangunan sumberdaya manusia yang dilandasi karakter yang kuat, ketrampilan, dan kecakapan yang tinggi. “Sehingga mampu menjawab tantangan perkembangan zaman yang semakin kompetitif,†pungkas Wabup HSU.
Usai upacara Wakil Bupati HSU meyerahkan berbagai penghargaan sebagai bentuk apresiasi yaitu guru TK/Paud dan Dikmas berprestasi dan berdedikasi tingkat Provinsi Kalsel tahun 2019. (dew)
Editor : Bie
-
Kabupaten Hulu Sungai Utara2 hari yang laluMendorong Masyarakat Hidup Sehat, Pemkab HSU Peringati Hari Kanker 2026
-
kampus2 hari yang laluHMI Kalsel Fokus Pemetaan Bakat Kader di Empat Bidang Utama
-
Kota Banjarmasin2 hari yang laluDorong Ojol Jadi Pelopor Keselamatan Berlalu Lintas
-
HEADLINE2 hari yang laluBegini Modus Suap KPP Madya Banjarmasin yang Dibongkar KPK
-
Kota Banjarmasin2 hari yang laluPepelingasih – RRI Banjarmasin Perkuat Edukasi Lingkungan Lewat Media Publik
-
Hukum2 hari yang laluSuap Restitusi Pajak Banjarmasin, KPK: Mulyono Terima Rp 800 Juta


