Connect with us

HEADLINE

UPDATE Banjir Kalsel, 67.348 Orang Masih Bertahan di Lokasi Pengungsian!

Diterbitkan

pada

Saat ini masih puluhan ribu orang mengungsi akibat banjir kalsel Foto: andy
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU– Hampir dua pekan musibah banjir Kalsel, sejumlah penanganan darurat masih harus terus dilakukan. Data yang disampaikan Pemprov Kalsel terkait penanganan bencana banjir, per Selasa (26/1/2021), menyebutkan bahwa saat ini masih ada 67.348 pengungsi di kabupaten/kota terdampak banjir yang belum bisa pulang ke rumah.

Data yang dirilis hingga pukul 18.00 Wita menyebutkan, musibah banjir besar yang terjadi beberapa waktu lalu memaksa 125.656 orang harus mengungsi dari rumahnya. Dari jumlah tersebut, pengungsi yang kembali. 58.308 dan masih bertahan di lokasi pengungsian 67.348 orang.

Sementara, total korban terdampak tercatat 171.036 KK atau 584.817 jiwa.
Pj Sekda Kalsel Roy Rizali Anwar dalam keterangannya mengatakan, banjir yang merupakan terbesar dalam kurun 50 tahun terakhir ini juga menyebabkan 795 sekolah terendam, 671 tempat ibadah, 87.806 rumah, 102 jembatan rusak, 956.954 jalan raya.

“Serta 24 orang meninggal dunia dan 3 orang hilang,” katanya.
Sisi lain yang terdampak pada banjir tersebut yakni sektor peternakan. Di mana pada data yang disampaikan, disebutkan banjir berdampak pada sektor peternakan. Di antaranya berdampak pada Itik Petelur 103, Itik Siap Telur 300, Itik muda 1.700, Itik 13.319, Kambing 249, Sapi 1.657, Kerbau 15, Ayam Buras 85, dan Ayam 16.353.



“Sedangkan lahan sawah terendam di 10 Kabupaten/kota: 46. 235 ha, dan kerugian di sektor perikanan mencapai Rp 93.680.535.600,” terangnya.

Sebelumnya, nilai kerugian akibat bencana banjir yang melanda di wilayah Kalimantan Selatan sekitar Rp1,349 triliun menurut perkiraan Tim Reaksi Cepat Pusat Teknologi Pengembangan Sumber Daya Wilayah Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT).

“Estimasi dampak kerugian per 22 Januari 2021 dari sektor pendidikan, kesehatan dan sosial, pertanian, perikanan, infrastruktur, dan produktivitas ekonomi masyarakat sekitar Rp 1,349 triliun,” kata anggota Tim Reaksi Cepat Pusat Teknologi Pengembangan Sumber Daya Wilayah BPPT Nugraheni Setyaningum, Senin (25/1/2021).

Dilansir Antara, rincian estimasi nilai kerugian itu yakni di sektor pendidikan sekitar Rp 30,446 miliar, sektor kesehatan dan perlindungan sosial sekitar Rp 27,605 miliar, sektor infrastruktur sekitar Rp 424,128 miliar, sektor perikanan sekitar Rp 46,533 miliar, sektor produktivitas masyarakat sekitar Rp 604,562 miliar, dan sektor pertanian sekitar Rp 216,266 miliar.

“Estimasi saat ini cukup representatif menggambarkan kemungkinan kerugian,” kata Nugraheni.
Data yang digunakan dalam memperhitungkan estimasi kerugian akibat banjir di Kalimantan Selatan antara lain data luas area yang tergenang berdasarkan citra spasial, data penggunaan lahan berdasarkan Peta Rupa Bumi Indonesia (RBI), data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), data umur padi dari Kerangka Sample Area (KSA) Badan Pusat Statistik, serta data-data yang tertuang dalam peraturan daerah. (Kanalkalimantan.com/kk)

 

Reporter : Kk
Editor : Cell

 

 

 

 


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

HEADLINE

Lahirnya Para Pemimpin Muda di Kalsel, 3 Kepala Daerah Ini Masih Berusia 30-an

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Tiga kepala daerah di Kalsel yang masih berumur 30-an saat memimpin daerah. Foto: ist
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – Wajah-wajah pemimpin baru harapan Banua telah lahir bersamaan dengan dilantiknya 5 pasangan kepala daerah di Provinsi Kalimantan Selatan, Jumat (26/2/2021) pagi. Bahkan yang tak kalah menarik, di antara mereka telah muncul para figur pemimpin muda.

Kanalkalimantan.com merangkum 3 kepala daerah di Kalsel sosok pemimpin yang masih sangat muda dalam mengemban masa jabatan 4 tahun ke depan. Berikut ulasannya;

1. Wali Kota Banjarbaru, Aditya Mufti Ariffin
Wali Kota Banjarbaru, Aditya Mufti Ariffin, menjadi salah satu pemimpin muda. Aditya lahir di Banjarbaru, 21 Maret 1984, dan saat ini baru menginjak usia 36 tahun.

Secara karir politik, Aditya jauh lebih berpengalaman. Politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini sudah lebih dulu menduduki kursi anggota DPR RI dalam ajang Pemilu Legislatif (Pileg) 2009. Meskipun, kursi wakil rakyat itu tak berhasil dipertahakan, tak kala dirinya harus menelan pil kekalahan di Pileg 2019.



 

Kendati demikian, anak kedua dari Rudy Ariffin —-Gubernur Kalimantan Selatan periode 2005-2010 dan 2010-2015, itu kembali dengan semangat baru. Membidik kursi Wali Kota Banjarbaru, ia bersama pasangannya Wartono, Ketua DPC PDI Perjuangan Banjarbaru, sukses mengunci kemenangan dalam ajang Pilkada 2020 usai memperoleh 40 ribu lebih dukungan suara.

2. Bupati Banjar, Saidi Mansyur
Saidi -akrab disapa, adalah pria kelahiran Banjarbaru, 5 Mei 1987. Diusianya yang saat ini menginjak 33 tahun, ia telah berhasil merengkuh jabatan pimpinan kepala daerah selama 2 periode.

Ya, pria yang dikenal hobi bermain sepak bola ini sebelumnya telah menjadi Wakil Bupati Banjar periode 2016-2020, mendampingi KH Khalillurrahman. Langkah berani diambil Saidi dalam pencalonannya di Pilkada 2020, dimana kali ini dirinya memutuskan maju ke “papan 1” atau sebagai calon Bupati Banjar.

Membawa figur tokoh agama yakni Habib Idrus Al Habsy sebagai pendampingnya, Saidi membuktikan bahwa dirinya mampu merengkuh tahta tertinggi di kota berjuluk Serambi Makkah tersebut. Ia dinyatakan terpilih setelah sukses mengantongi 141.619 dukungan suara.

3. Bupati Hulu Sungai Tengah (HST), Aulia Oktafiandi
Aulia Oktafiandi, pria kelahiran Banjarmasin, 24 Oktober 1984 ini baru menginjak usia 36 tahun. Meski begitu, tempaan karir politiknya bisa dipastikan bukan hanya isapan jempol.

Aulia telah mencicipi kursi anggota DPRD Provinsi Kalimantan Selatan 2014 hingga 2015. Kemudian, di tahun selanjutnya, ia diangkat Tenaga Ahli DPR RI sejak 2016 hingga 2021.

Pilkada 2020 kemarin, Aulia maju sebagai calon Bupati HST dengan menggandeng Mansyah Sabri. Slogan pasangan ini yang populer dikenal “AMAN” –akronim Aulia dan Mansyah- nyatanya berhasil menarik perhatian masyarakat HST. Keduanya sukses memenangkan Pilkada dengan torehan 61 ribu lebih dukungan suara. (kanalkalimantan.com/rico)

Reporter : rico
Editor : bie


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

HEADLINE

SAH. 5 Kepala Daerah di Kalsel Dilantik Secara Tatap Muka, Tamu Undangan Dibatasi

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Pelantikan lima pasangan Bupati/Wali Kota oleh PJ Gubernur Kalsel di Mahligai Pancasila Foto: ist
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – Lima pasangan Kepala Daerah di Kabupaten/Kota di Kalimantan Selatan (Kalsel) resmi dilantik Pj Gubernur Kalsel Safrizal di Gedung Mahligai Pancasila untuk masa jabatan 2021-2024, Jumat (26/2/2021).

Pelantikan dimulai pukul 09.00 Wita dengan pelaksanaan protokol ketat, dalam ruangan dibatasi hanya 25 orang.

Dan pantauan kanalkalimantan.com para kerabat kepala daerah yang dilantik, hanya bisa melihat acara pelantikan melalui tayangan Videotron.

Pelantikan diawali menyanyikan lagu Indonesia Raya, pembacaan Surat Keputusan pelantikan, dan pembacaan sumpah jabatan yang dipimpin Safrizal.



 

Lima kepala daerah yang resmi di lantik tersebut adalah pemenang Pilkada di Tahun 2020, di antaranya Wali Kota Banjarbaru Aditya Mufti Arifin dan Wakil Wali Kota Banjarbaru Wartono.

Bupati Kabupaten Banjar Saidi Mansyur dan Wakil Bupati Banjar Habib Idrus. Selanjutnya, ada pasangan Aulia Oktafiandi-Mansyah Sabri yang dilantik menjadi Bupati-Wakil Bupati HST.

Abdul Hadi-Supiani sebagai Bupati Balangan, dan Bupati Tanah Bumbu adalah Zairullah Azhar-M Rusli
Sedangkan untuk dua daerah lain seperti Banjarmasin dan Kotabaru, masih menunggu hasil final di Mahkamah Konstitusi lantaran ada sengketa hasil pilkada. Diakhir acaranya tersebut, para 5 calon kepala daerah tersebut melakukan poto bersama. (Kanalkalimantan.com/putra)

Reporter: putra
Editor: cell


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Paling Banyak Dibaca

-->