HEADLINE
Tinggal Kenangan, Rumah Van der Pijl Perancang Banjarbaru Itu Akhirnya Dibongkar
Saksi Bisu Banjarbaru Itu Hilang, Rico Hasyim: Sakit Sekali Hati Saya Melihatnya
KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Rico Hasyim, anak angkat Van der Pijl dirundung kesedihan. Menyaksikan rumah kuno berarsitektur kolonial Belanda di Jalan Ahmad Yani km 35, seberang Taman Bougenville Banjarbaru terlihat sudah mulai dihancurkan.
Pada masa kecilnya, Rico -biasa disapa- kerap bermain di halaman rumah yang dihuni arsitek asal Belanda itu.
“Rumah itu ditinggali Van der Pijl sekitar tahun 1950-an. Di sini beliau tinggal bersama istri dan anak-anaknya. Bahkan hingga meninggal, beliau berada di sini, saya sendiri saksinya,” katanya.
Melihat pembongkaran itu, perasaan pria 62 tahun ini campur aduk. Sedih dan marah berkecamuk menjadi satu.
Baca juga: MTQ Nasional Makin Dekat, Begini Progres Persiapan Jalur oleh Dinas PUPR Kalsel
“Sakit sekali hati saya melihatnya,” ungkapnya.
Sekadar diketahui, rumah peninggalan perancang Kota Bankarbaru dan Kota Palangkaraya itu dijual ahli waris pada medio tahun 2014-2015. Pembeli pertamanya disebut adalah dealer mobil. Seiring waktu, berpindah tangan lagi.

“Informasinya dibeli seorang pengusaha lokal. Rumornya mau dibikin ritel, entah benar atau tidak, yang jelas rumah itu sekarang sudah tak berbentuk,” ujarnya.
Saat hendak dijual, ahli waris sebenarnya berharap pembeli adalah pemerintah kota. Tapi harapan itu bertepuk sebelah tangan.
Rico sendiri sudah beberapa kali mengusulkan agar rumah itu dijadikan aset pemerintah. Namun, sudah berganti beberapa kepala daerah, jawabannya selalu senada.
“Saya mengusulkan sejak zaman Gubernur Rudi Ariffin, sampai beberapa wali kota. Tapi jawabannya selalu sama, bahwa pemerintah tak punya anggaran untuk membelinya,” katanya.
Baca juga: Emak-emak Pengutil Susu Kotak di Minimarket Berakhir di Tangan Polisi
Baginya, untuk sebuah bangunan yang sarat sejarah, pemerintah daerah semestinya bisa berupaya lebih.
“Saat itu harganya sekitar Rp 12 miliar, tapi pemda tak menyanggupi,” sebutnya.
Rico enggan menyalahkan pemilik yang sekarang. Perobohan itu menurutnya adalah hak si pemilik.
“Tapi sekali lagi, saya kecewa, mengapa pemerintah tak bisa menyelamatkannya,” tambahnya.
“Bahkan teman saya di Bandung dan Amerika juga protes, mengapa rumah itu seakan dibiarkan pemerintah. Mereka heran saja,” tuntasnya.

Sementara itu, dari kacamata budayawan Benyamin HE, tak disangsikan lagi, rumah tersebut adalah bagian dari sejarah rancang bangun Kota Banjarbaru.
“Van der Pijl memang bukan bapak pendiri kota, tapi dia adalah bapak perancang. Bagaimana pun, dia adalah sosok penting dalam sejarah Banjarbaru,” tegasnya.
Baca juga: Satpol PP Tanbu Menciduk Pasangan Mesum di Hotel
Bagi Bang Ben -demikian sapaan akrabnya-, idealnya pemerintah kota bisa melindungi saksi-saksi bisu sejarah kota ini.
Perihal ketidaksanggupan Pemko Banjarbaru, Bang Ben juga turut mengomentarinya.
“Katanya harganya terlalu mahal. Tapi kalau melihat nilai sejarahnya, semestinya harga tinggi tak menjadi persoalan,” lanjutnya.
Berkaca dari kasus ini, ke depan ia berharap Pemko Banjarbaru bisa menginventarisir aset-aset bersejarah di Banjarbaru.
Bahkan, meski kepemilikannya sudah berpindah tangan, harus diupayakan untuk membelinya dan menjadikannya sebagai aset daerah.
“Saya malah mengapresiasi kafe-kafe yang masih mempertahankan bentuk rumah dengan gaya kolonialnya. Ini secara tak langsung turut dalam kerja pelestarian,” katanya.
Baca juga: WCD 2022 di Tanbu, Kawasan Masjid Agung Nurussalam Dibersihkan
Warga Banjarbaru kini berharap agar pemko menjaga yang tersisa dan mempertahankan bentuk aslinya.
“Di sekitar lapangan Murjani ada beberapa aset pemerintah, contoh kantor Disporabudpar, itu juga peninggalan bersejarah. Nah, minimal kantor-kantor ini jangan dirubah bentuknya, tetap dipertahankan,” pungkasnya. (Kanalkalimantan.com/ibnu)
Reporter : ibnu
Editor : bie
-
Kota Banjarbaru2 hari yang laluTukar Posisi 7 Pejabat Eselon II Pemko Banjarbaru, 91 ASN Mutasi dan Promosi
-
HEADLINE2 hari yang laluBNPB Kerahkan Dua Pesawat Cessna Operasi Modifikasi Cuaca di Kalteng
-
Kabupaten Banjar2 hari yang laluPanen Padi di Beruntung Baru, Bupati Banjar Apresiasi Semangat Petani Meski Hadapi Tantangan Cuaca
-
HEADLINE2 hari yang lalu“BAPINTAR” Diskominfo Banjarbaru, Membaca Dinamika Publik dari Informasi Digital
-
HEADLINE1 hari yang laluSuhu Udara Kalsel Bisa Sentuh 23 hingga 35 Derajat Celsius
-
Kota Banjarbaru2 hari yang laluBanjarbaru Siaga Darurat Bencana Karhutla dan Kekeringan


