Connect with us

INTERNASIONAL

Tidak Sadar Menggunjing saat Rapat Online, Anggota Dewan Mengundurkan Diri

Diterbitkan

pada

Ilustrasi Rapat Online. (Pixabay/AS_Appendorf)
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, CALIFORNIA – Anggota dewan sekolah California, Amerika Serikat, mengundurkan diri setelah menggunjing orang tua murid saat rapat online yang tidak mereka sadari disiarkan langsung secara publik.

“Mereka ingin mengganggu kami karena mereka ingin babysitter mereka kembali,” kata salah satu dewan sekolah disadur dari BBC News, Selasa (22/2/2021).

Seorang anggota dewan lain menyiratkan bahwa orang tua ingin anak mereka keluar rumah agar mereka dapat menggunakan narkoba di siang hari.

Saat para anggota dewan tersebut bergunjing, orang tua murid bergabung dalam rapat online tersebut dan tidak sengaja mendengar pembicaraan tersebut.



“Uh-oh. Kami memiliki pertemuan yang terbuka untuk umum sekarang.” kata anggota dewan Kim Beede dengan nada kaget ketika dia diberitahu, beberapa menit setelah percakapan tersebut.

Pertemuan online melalui aplikasi Webex tersebut kemudian langsung diubah menjadi status pribadi setelah insiden tersebut terjadi.

Cuplikan saat insiden pertemuan online tersebut kemudian diunggah ke media sosial Twitter oleh reporter NBC Bay Area Bigad Shaban.

Percakapan tersebut melibatkan ketua dewan Lisa Brizendine yang mengatakan bahwa orang tua yang marah tentang pembatasan Covid hanya ingin sekolah bertindak sebagai babysitter.

Kemudian, Richie Masadas seorang anggota lain bercanda bahwa beberapa orang tua ingin menggunakan narkoba saat anak-anak mereka tidak di rumah.

Richie Masadas langsung berusaha untuk mencairkan suasana dengan menyatakan bahwa kakaknya memiliki layanan pengiriman mariyuana.

“Kakak saya memiliki layanan pengiriman mariyuana medis – kliennya adalah orang tua dengan anak-anak mereka di sekolah,” katanya, disambut tawa dari yang lain.

Insiden tersebut mengakibatkan lebih dari 7.000 orang menandatangani petisi yang menyerukan para anggota dewan untuk mengundurkan diri karena “perilaku yang mengerikan”.

Dua hari setelah pertemuan, seluruh dewan mengundurkan diri, menurut Pengawas Distrik Sekolah Dasar Oakley Union, Greg Hetrick.

Dalam sebuah surat kepada orang tua, dia menyertakan permintaan maaf dan pernyataan dari tiga anggota dewan tersebut.

“Kami sangat menyesali komentar yang dibuat dalam rapat Dewan Pendidikan awal pekan ini,” katanya.

“Merupakan tanggung jawab kami untuk mencontoh perilaku yang kami harapkan dari siswa dan staf kami, dan merupakan kewajiban kami untuk membangun kepercayaan dalam kepemimpinan Distrik; komentar kami mengecewakan Anda dalam kedua hal tersebut, dan untuk ini kami menawarkan permintaan maaf yang tulus.

“Tolong jangan biarkan kegagalan kami dalam penilaian membayangi pekerjaan luar biasa yang dilakukan oleh guru, administrator, dan karyawan kami yang bekerja keras,” tambahnya.

Situs web dewan sekolah sekarang mengosongkan semua posisi anggota dewan tersebut dan saat ini sedang diambil alih oleh anggota dewan daerah untuk sementara.(Suara)

Editor : Suara

 

 

 


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
iklan

Komentar

INTERNASIONAL

Menlu Blinken Tegaskan Komitmen AS untuk Tegakkan Perlindungan HAM Universal

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Menlu Amerika Antony Blinken memberikan pidato virtual di depan Dewan HAM PBB di Jenewa, Rabu (24/2).
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, AMERIKA SERIKAT – Dalam pidatonya di hadapan ke 47 anggota Dewan HAM PBB, Menlu Amerika Antony Blinken mempertegas komitmen Washington untuk menggalakkan perlindungan dan peningkatan HAM universal.

Dalam penampilan pertamanya di hadapan badan HAM tertinggi PBB, Menlu Amerika Antony Blinken mempertegas rencana Washington untuk terlibat kembali sepenuhnya dalam tugas dewan itu. Supaya langkah ini lebih berbobot, Blinken mengatakan, Amerika akan berjuang untuk terpilih sebagai anggota penuh di Dewan HAM untuk masa jabatan 2022-2024.

Mantan Presiden Donald Trump menarik Amerika keluar dari Dewan itu pada Juni 2018. Pemerintahan Biden sudah membawa Amerika bergabung kembali pada 8 Februari dengan status sebagai pengamat.

Blinken memuji Dewan HAM PBB atas perannya dalam melindungi kebebasan fundamental dan memfokuskan perhatian pada krisis-krisis yang muncul seperti kudeta militer di Myanmar. Tetapi, Blinken juga mengkritik pendekatan dewan itu terhadap isu tertentu, termasuk perhatiannya yang tidak berimbang terhadap Israel.



“Kita perlu menghilangkan Agenda Butir 7 dan memperlakukan situasi HAM di Israel dan Palestina dengan cara yang sama ketika badan ini menangani negara lain. Sebagai tambahan, kami akan fokus untuk memastikan keanggotaan dalam dewan ini mencerminkan standar tinggi bagi penegakan hak asasi manusia. Negara-negara dengan catatan HAM yang buruk tidak boleh menjadi anggota dewan ini,” ujarnya.

Blinken mengakui, Amerika tidak mempunyai catatan hak asasi manusia yang cemerlang, dan harus melakukan penyempurnaan. Dia mengatakan, pemerintahan Biden berkomitmen memerangi rasisme yang sistematik baik di Amerika maupun di luar negeri.

Dia mengatakan, Amerika akan memperjuangkan hak-hak orang-orang yang terpinggirkan, seperti perempuan dan anak perempuan, LGBTQI, kelompok keagamaan dan minoritas. Kata Blinken, Washington akan terus mengecam pelecehan yang terjadi di Venezuela, Nicaragua, Kuba, dan Iran.

“Kami mengulang kembali seruan agar pemerintah Rusia segera dan tanpa syarat membebaskan Alexei Navalny, serta ratusan warga Rusia lainnya yang ditahan karena memperjuangkan hak-hak mereka. Kami akan menyerukan penegakan nilai-nilai universal ketika pelanggaran terjadi di Xinjiang atau ketika kebebasan mendasar diperlemah di Hong Kong. Dan kami sangat khawatir akan kemunduran demokrasi di Birma,” tambah Blinken.

Blinken meminta dewan tersebut agar sesi kali ini digunakan untuk mendukung resolusi yang menanggapi isu-isu yang memprihatinkan di seluruh dunia. Menurutnya, dewan harus menuntut pertanggungjawaban pelanggar hak asasi manusia secara mencolok, seperti Suriah, Korea Utara, Sri Lanka, dan Sudan Selatan. [jm/ka]

Editor : VOA

 

 


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

INTERNASIONAL

Dosis Tunggal Vaksin Covid-19 Johnson & Johnson Dikonfirmasi Aman

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Vaksin COvid-19 Johnson & Johnson. Foto: Justin Tallis/AFP via suara.com
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, WASHINGTON DC – Analisis dari Food & Drug Administration (FDA) Amerika Serikat mengonfirmasi bahwa satu suntikan vaksin virus Corona (Covid-19) Johnson & Johnson, efektif melawan virus dan kasus Covid-19 paling parah.

Analisis positif menunjukkan bahwa FDA akan segera menyetujui vaksin tersebut.

Pemungutan suara pada data diharapkan besok, Jumat (26/2/2021), sehingga vaksin baru ini dapat disahkan paling cepat pada Sabtu.

Ini akan menjadi vaksin Covid-19 dosis tunggal pertama yang disetujui di Amerika Serikat.



Hasil lengkap melaporkan uji coba Tahap 3 pada pada 43.783 peserta internasional dari Amerika Serikat, Amerika Latin, dan Afrika Selatan.

Kelompok terakhir menjadi perhatian khusus karena kemunculan virus varian Afrika Selatan yang menimbulkan pertanyaan bahwa vaksin mungkin tidak efektif pada varian baru.

Data menunjukkan bahwa vaksin tersebut memiliki keefektifan secara keseluruhan sebesar 66 persen, di semua wilayah geografis dalam mencegah kasus Covid-19 sedang dan parah setelah 28 hari vaksinasi.

Ilustrasi vaksin Covid-19. Foto: pexels.com

Di Amerika Serikat, kemanjurannya dilaporkan sebesar 72 persen. Sementara di Afrika Selatan sebesar 64 persen, 7 persen lebih tinggi daripada hasil sementara.

Namun jika melihat hasil dari kasus yang parah saja, kemanjurannya masing-masing 86 persen dan 82 persen di kedua negara.

Pekan lalu, Johnson & Johnson juga menyerahkan data dari uji coba tersebut ke European Medicine Agency dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Perusahaan telah menandatangani perjanjian dengan Gavi, Aliansi Vaksin, yang akan menyediakan setidaknya 100 juta dosis pada tahun 2021 untuk didistribusikan ke negara-negara berpenghasilan rendah.

Dilansir dari IFL Science, Kamis (25/2/2021), mendapatkan akses yang adil untuk penggunaan vaksin di seluruh dunia sangat penting demi menghentikan penyebaran pandemi.

“Pengajuan kami ke WHO menandai langkah penting lainnya dalam upaya kami memerangi Covid-19 dan juga dalam komitmen teguh kami untuk memberikan akses yang adil. Jika kita ingin mengakhiri pandemi global, inovasi penyelamat hidup seperti vaksin harus dapat dijangkau oleh semua negara,” kata Dr. Paul Stoffels, Wakil Ketua Komite Eksekutif dan Kepala Pejabat Ilmiah Johnson & Johnson.

Johnson & Johnson memperkirakan bahwa vaksin dosis tunggal yang dibuatnya tetap stabil selama dua tahun pada suhu minus (-) 20 derajat Celcius dan dapat disimpan pada suhu 2-8 derajat Celcius setidaknya selama tiga bulan, sehingga mudah disimpan dan didistribusikan.(suara)

 

Editor: Suara


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Paling Banyak Dibaca

-->