Connect with us

HEADLINE

Siap Pensiun Dini, Sekda Banjarbaru Pilih Bertarung di Pilbup Banjar

Diterbitkan

pada

Sekda Banjarbaru Said Abdullah siap maju di Pilkada Banjar Foto : rico

BANJARBARU, Pernyataan mengejutkan disampaikan H Said Abdullah yang menyatakan akan maju dalam Pemilihan Bupati (Pilbup) Kabupaten Banjar 2020. Bahkan, ia siap melepas jabatannya sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Banjarbaru.

“Jabatan saya sebagai Sekda yang seharusnya sampai tahun 2025. Siap saya tinggalkan untuk maju di Pilbup Banjar,” tegasnya kepada kanalkalimantan.

Menurut Said Abdullah, saat ini pembangunan dan kesejahteraan Kabupaten Banjar harus terus ditingkatkan. Hal tersebut diyakininya sebagai salah satu alasan dirinya maju sebagai salah satu calon Bupati Banjar. “Keputusan saya sudah bulat dan penuh pertimbangan. Apalagi saya juga bertempat tinggal di Kabupaten Banjar. Kita akan membuat Kabupaten Banjar jadi lebih baik dan lebih sejahtera,” lanjutnya.

Lalu, terkait jalur apa yang dipilih dalam pencalonannya nanti, Said Abdullah mengatakan keinginannya maju lewat Partai Politik (Parpol). Namun, ia masih belum mau membeberkan Parpol mana yang akan dituju. “Waktunya kan masih lama dan Parpol masih belum membuka pendaftaran. Nanti kalau sudah baru saya umumkan,” tandasnya.

Keputusan pensiun dini dari H Said Abdullah ini tentu membuat Pemko Banjarbaru harus menyiapkan calon pengganti Sekda Banjarbaru. Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kota Banjarbaru Sri Lailana mengaku belum mengetahui perihal rencana pensiun dini.  “Jika hal itu benar, tentu Pemko akan mempersiapkan calon pengganti agar tidak terjadi kekosongan pada posisi Sekda,” katanya, Senin (17/6).

Sementara itu, dari data yang dihimpun kanalkalimantan ada sejumlah nama pejabat di Pemko Banjarbaru yang berpeluang mengisi jabatan Sekda Banjarbaru. Misalnya seperti Jainudin (Kepala BPKAD), Ahmad Yani Makkie (Kadishub), Hj Rahmah Khairita (Kepala DPMPTSP), Jaya Kresna (Kepala PUPR), Mutia Syafriahadi (Staf Ahli Bidang Pemerintahan dan Pembangunan Kemasyarakatan), Hidayaturrahman (Kadisporabudpar), Abdul Basid (Kadisdag), Muhammad Rustam (Kadis Koperasi, UMKM dan Naker), Hj Puspa Kencana (Kadis Dalduk KB dan PA), Drg Agus Widjaja (Asisten Administrasi Umum Setdako), Siti Hamdah (Kadis Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan).

Meski perhelatan Pilkada di Kalimantan Selatan baru dimulai pada 2020, tensi politik memang telah memanas sejak Pemilu 2019. Sejumlah nama telah bermunculan dan dipastikan akan maju sebagai calon.

Khusus di Kabupaten Banjar sendiri nama H Saidi Mansyur menjadi yang mencolok sebagai penantang sang bupati petahana yakni KH Khalilurrahman. Selain itu kabar Aditya Mufti Ariffin juga ikut menjadi salah satu yang digadang-gadang akan berlaga di wilayah Kabupaten Banjar.

Partai Nasdem yang meraih kursi di DPRD Banjar cukup signifikan diprediksi akan mengusung kader sendiri yaitu H Saidi Mansyur -Wakil Bupati Banjar saat ini-. Ditemui saat acara halal bi halal Idul Fitri 1440 H di kediaman, H Saidi Mansyur irit berkomentar kepada Kanalkalimantan.com, terkait isu pencalonan dirinya yang akan maju jadi Bupati Banjar pada 2020 mendatang.“Pendaftarannya saja masih belum dibuka, saya no coment dulu lah,” singkatnya.

Masih di tempat yang sama dan sempat duduk se meja makan dengan H Saidi Mansyur saat acara halal bihalal berlangsung, Ketua Partai Golkar Kabupaten Banjar H Rusli juga disebut bakal menjadi kandidat petarung di Pilkada Kabupaten Banjar 2020 mendatang.

Menanggapi hal tersebut, Ketua DPRD Banjar tersebut mengatakan masih belum ada urusan untuk melangkah menjadi calon Bupati Banjar. Mengingat masah fokus dengan urusan yang ada yaitu terpilijnya dirinya sebagai anggota DPRD Provinsi Kalimantan Selatan.

“Jangan ‘diblender’ dulu lah isunya, boleh boleh aja berambisi, namun jangan terlalu juga, kalau ada calon lain yang terbaik perlu kita dukung, kan banyak juga kandidat yang lain.

jangan sampai kita maju terus, tujuannya kan untuk membangun daerah juga,  kita koreksi diri kita kita ukur diri kita sendiri dulu lah,” ujarnya.

Ditambahkan H Rusli, Partai Golkar Kabupaten Banjar hingga sekarang masih ‘mengalir’. Belum ada penentuan yang positif akan hal pencalonan untuk Pilkada 2020 tersebut, mengingat masih menunggu beberapa proses yang dihadapi. Seperti halnya pengumuman dan pelantikan, pendapat petinggi dari provinsi hingga pusat. “Niat untuk mencalonkan ya fleksibel aja, istilahnya kalau punya kemampuan ya pasti ada,  namun sekali lagi kita ukur sediri sendiri dulu, mampukah saya,” katanya.

Ditanya kanal apabila masyarakat Kabupaten Banjar banyak yang menginginkan H Rusli menjadi Bupati Banjar mengingat suaranya terbesar di kalsel saat pemilihan DPRD Provinsi yang berlangsung satu bulan belakangan, dirinya menjawab hal itu boleh saja dengan harapan masyarakat tersebut.(rico)

Reporter : Rico
Editor : Chell

Bagikan berita ini!
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
-->