Kota Banjarbaru
Setop BABS, Peningkatan 190 Titik Septic Tank di Tiga Kelurahan
KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Sanitasi sangat penting supaya kondisi kesehatan dan lingkungan masyarakat tetap terjaga.
Oleh sebab itu pemerintah, mulai di tingkat pusat hingga daerah, fokus pada pembangunan sanitasi di lingkungan masyarakat.
Pembangunan sanitasi bagi masyarakat Banjarbaru merupakan program Pemko Banjarbaru diantaranya menghilangkan kebiasaan budaya Buang Air Besar Sembarangan (BABS) sebagian masyarakat.
Pemko Banjarbaru menggalakkan dengan mendeklarasikan untuk Setop BABS.
Baca juga: Genap 2 Tahun Harun Masiku Jadi Buruan, ICW Desak Dewas Audit KPK
Kepala Bidang Cipta Karya, Abdussamad mengatakan, untuk menghilangkan budaya masyarakat masih BABS, perlahan masyarakat Banjarbaru sudah tidak lagi BABS di sungai.
Dinas PUPR meningkatkan kualitas septic tank di beberapa wilayah di Kota Banjarbaru.

“Untuk mendukung itu, kita akan meningkatkan kualitas septic tank, karena masih banyak yang tidak standar dan kedap air yang bisa mencemari sumur atau sungai terdekat,” ungkapnya.
Dikatakan Samad adapun sebagai sasarannya merupakan masyarakat yang tidak mampu. Pada tahun 2022 akan difokuskan di Kecamatan Cempaka.
“Tahun ini kita fokuskan di Cempaka, Sungai Tiung dan Bangkal karena daerah itu masih ada sanitasinya yang tidak memadai,” jelasnya
Sedangkan dalam peningkatan kualitas septic tank Pemko Banjarbaru menyiapkan dana Rp3 miliar untuk 190 titik pada tiga kelurahan tersebut.
“Kita polanya secara individual, berdasarkan laporan tim di masyarakat,” katanya.
Sementara itu, Dinas Kesehatan Banjarbaru di tahun 2021 lalu juga akan menerima bantuan dari Kementerian Kesehatan RI.
Hal ini diungkapkan oleh Seksi Kesehatan Lingkungan, Nopy Faisal, Banjarbaru tahun 2021 lalu menerima bantuan dari program sanitasi total berbasis masyarakat (STBM) plus untuk 15 rumah dan bantuan teknologi tepat guna (TTG) sanitasi khusus septic tank untuk 12 buah rumah pada tiga kelurahan.
Baca juga: Bangunan Lawas Balai Kota Banjarbaru Siap Dikembalikan ke Arsitektur Bergaya Tempo Dulu
“Untuk TTG sanitasi itu khusus septic tank dengan memanfaatkan teknologi sederhana yang sudah terbukti bisa mengolah tinja,” jelasnya.
Septic tank ini merupakan rekomendasi dari BBTKLPP yang mengatur keseluruhan serta penyesuaian berdasarkan keadaan wilayahnya.
Untuk TTG sanitasi diperuntukkan bagi rumahnya yang sudah mempunyai WC, namun septic tank tidak memenuhi syarat.
“Untuk PKTD STBM Plus penerima manfaatnya bagi rumah yang beresiko TB, ada ibu hamil atau balita yang memenuhi kriterianya,” tambahnya.
Jenis bantuan untuk program PKTD STMB Plus dikatakan Faisal, dari WC rumah, septic tank yang memenuhi syarat, tempat cuci tangan, pencahayaan, tempat cuci tangan dan fentilasi.
“Untuk penerima manfaatnya dari Kelurahan Bangkal, Sungai Tiung dan Cempaka,” tuntasnya. (kanalkalimantan.com/ibnu)
Reporter : ibnu
Editor : bie
-
HEADLINE2 hari yang laluKonflik Agraria: Perjuangan Warga Sidomulyo 1 Pertahankan Tanah dari Aparat Berseragam
-
Hukum2 hari yang laluKetimpangan Relasi Kuasa Negara – Rakyat dalam Sengketa Tanah Sidomulyo 1
-
Pemprov Kalsel1 hari yang laluPemprov Kalsel Serahkan Bantuan Kependidikan Program Paket 13 Kabupaten Kota
-
Kabupaten Kapuas2 hari yang laluWamendikdasmen RI Hadiri Pencanangan Pendidikan Hebat Kapuas Bersinar
-
Kabupaten Kapuas2 hari yang laluPeluncuran Kapal Guru Pesisir Kapuas Direspon Positif Wamendikdasmen
-
Olahraga3 hari yang laluTest Event E-Sport Semarakkan Hari Jadi ke-74 HSU





