Connect with us

Kanal

Sebatang Kara, Janda Veteran di Batola Tinggal di Rumah Tanpa Listrik

Diterbitkan

pada

Nenek Aminah tinggal di rumah tak layak tanpa listrik Foto : rendy

MARABAHAN, Tidak kurang 30 tahun sudah bangunan berukuran 3×4 meter yang berdiri di lahan orang lain ini menjadi rumah bagi Aminah (83),  janda dari seorang veteran asal Desa Puntik Tengah Kecamatan Mandastana Kabupaten Barito kuala. Bangunan rumah berdinding kayu yang nampak lapuk dan berlobang-lobang, kian memperihatinkan dikala malam hari lantaran rumah yang dia tinggali ternyata tidak teraliri listrik.

Padahal tak jauh berjarak 10 meter rumah tetangganya sudah terpasang listrik. Sehingga ia melewatkan malam dengan penerangan seadanya menggunakan lampu minyak tanah.

Aminah tak menggunakan listrik, karena takut tak mampu membayar. Sebab dia hampir tak ada masukan uang tiap bulannya, setelah sang suami meninggal 3 tahun lalu. “Jadi beginilah kehidupan saya, di rumah yang saya tinggali ini kalau hujan ya kehujanan. Karena banyaknya lubang di mana mana. Saya tidak mau pakai listrik nanti bayarnya bagai mana, makan saja susah,” ungkapnya.

Pada kesehariannya, untuk makan tiap hari Aminah hanya meminta belas kasih dari tetangga. Untungnya, ia memiliki tetangga yang suka membantu.



Sementara untuk kebutuhan minum, dirinya sering menadah air hujan yang turun dan mengalir dari atap rumahnya dengan ember hitam kecil satu satunya yang dia miliki. Tak jarang kalau musim kemarau tiba Aminah terpaksa meminum air sungai yang berasal dari  tanah rawa gambut yang berasa asam hingga asin dan berwarna coklat keruh.

“Kalau mau makan beras habis setiap kali saya meminta dengan Seno (Ketua RT di Desa Puncak Tengah), kalau mau minum ya harus mengambil air hujan atau disungai kecil yang ada di depan rumah saya ini,” katanya.

Di usianya yang semakin senja ini, Aminah mengaku hanya ingin hidup nyaman dan tenang sembari menjalani hari harinya yang hidup sebatang kara. “Yang saya inginkan tidak ada, anak saya juga tidak punya sejak dulu, jadi harus kuat mengurus diri sendiri, saya hanya ingin hidup tenang dan layak dirumah ini,” pungkasnya.

Sementara itu Andi, perangkat Desa Punting Tengah Kecamatan Mandastana mengatakan rumah nenek Aminah kian memperihatinkan. Apalagi, rumah tersebut juga termasuk dari 56 rumah yang terdampak musibah puting-beliung. Bagian belakang rumahnya, terkoyak sehingga untuk sementara waktu harus ditutupi dengan penutup seadanya.

“Namun paska puting-beliung minggu lalu, BPBD Batola juga sudah menyalurkan bantuan berupa paket sembako dan terpal untuk menutupi sementara bagian rumah nenek Aminah yang sudah rusak ini,” kata Andi.

Selain itu pijak Danramil, Polsek Kecamatan dan perangkat desa juga sudah mengusulkan untuk diberikan bantuan bahan bangunan yang nantinya dapat digunakan memperbaiki rumah nenek Aminah hingga layak huni.

“Dalam waktu dekat kita akan melaksanakan renovasi terhadap rumah nenek ini, namun masih mencari waktunya yang pas, InsyaAllah dalam waktu dekat ini akan kita laksanakan pe renovasi annya ini,” pungkasnya.

Namun Andi mempersilahkan bagi siapa saja yang ingin menyumbangkan hartanya untuk kebutuhan sehari hari nenek Aminah, dengan datang ke perangkat Desa, yang nantinya diserahkan kepada Nenek Aminah. (Rendy)

Reporter : Rendy
Editor : Chell


iklan

Disarankan Untuk Anda

Paling Banyak Dibaca

-->