HEADLINE
Relokasi Tahap Pertama Dimulai, Pedagang Angkut Jualan ke Pasar Bauntung di RO Ulin
KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Relokasi pasar Bauntung Banjarbaru telah dimulai. Sejak Kamis (11/2/2021) kemarin, sejumlah pedagang mulai menata tempat jualan mereka di lokasi pasar yang baru, di Jalan RO Ulin, Kecamatan Banjarbaru Selatan atau tepatnya eks stadion sepakbola Banjarbaru.
Kabid Pasar Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Banjarbaru, Wahyu, menjelaskan saat ini proses pemindahan para pedagang disebut sebagai tahap pertama. Dimana tahap pertama ini sendiri dikhususkan bagi para pedagang yang telah memenuhi kriteria.
“Untuk tahap pertama relokasi dikhususkan untuk para pedagang yang memegang hak sewa. Jumlahnya ada 238 pedagang. Mereka sudah mulai menata jualannya di pasar Bauntung yang baru sejak kemarin,” ujar Wahyu kepada Kanalkalimantan.com, Jumat (12/2/2021).

Dijelaskan Wahyu bahwa proses pemindahan para pedagang memang harus melalui sejumlah tahapan. Dalam hal ini Disperindag Banjarbaru melakukan verifikasi dan pengecekan data para pedagang sebelum disetujui untuk pindah.
“Kita melihat status pedagang. Apakah dia pemegang hak sewa atau hanya menyewa ke pemegang hak sewa. Lalu kita telisik juga apakah pedagang menunggak pembayaran distribusi atau tidak. Ini yang menjadi pertimbangan kita untuk memilih para pedagang yang masuk tahap pertama,” bebernya.
Proses pemindahan 238 pedagang yang masuk dalam relokasi tahap pertama ini ditargetkan selesai dalam beberapa hari ke depan. Sebab, Pemerintah Kota (Pemko) Banjarbaru rencananya akan menggelar acara soft opening Pasar Bauntung, 16 Februari mendatang.

Lalu bagaimana dengan nasib para pedagang lainnya? Dipastikan Wahyu tahap relokasi akan terus berlanjut sesuai tahapan yang dijadwalkan. Ia menargetkan pemindahan seluruh pedagang selesai pada Februari ini.
“Jadi untuk pedagang lain, akan kita pindahkan setelah acara soft opening. Intinya target Februari ini juga sudah selesai. Setelah itu baru digelar grand opening Pasar Bauntung,” tegasnya.
Sebagai informasi, rencana relokasi Pasar Bauntung telah dicetuskan pada tahun 2017 silam, ketika masih dipimpin Wali Kota Banjarbaru Nadjmi Adhani.
Rencana ini merujuk atas kondisi Pasar Bauntung di Jalan A Yani Km 34 yang lokasinya berada di kawasan jantung kota sudah tidak lagi mampu menampung perkembangan pedagang, khususnya PKL. Kondisi ini pula yang mengakibatkan banyaknya pedagang yang berjualan hingga ke akses jalan.
Akhir 2020 lalu, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) berkerjasama dengan PT Nindya Karya telah merampungkan pembangunan pasar Bauntung di Jalan RO Ulin. Nilai kontrak pembangunan pasar modern ini menelan anggaran mencapai Rp 86,2 miliar atau lebih rincinya Rp 86.283.736.000.
Dibangun di atas lahan 11,39 hektare, bangunan pasar memiliki luas 1,7 hektare yang di dalamnya terdiri dari profil gabungan. Pertama ruko 2 lantai ukurannya 4×8. Kemudian di dalam terdapat kios ukuran 3×6 ada 133 unit, kemudian kios ukuran 3×3 ada 355 unit, kemudian ada plasa dan lospin, lospinnya sebanyak 420 dan plasa 130 unit. (kanalkalimantan.com/rico)
Editor : Bie
-
HEADLINE24 jam yang laluSatpol PP Banjar Tertibkan 23 Bangunan di Gambut, Ditemukan Fasilitas Karaoke dan Kamar di Warung Makan
-
Kota Banjarbaru1 hari yang laluPemko Banjarbaru Gelar Pra Musrenbang Tematik Stunting
-
Kabupaten Balangan1 hari yang laluGelang Simpai Kekayaan Lokal Dayak Meratus
-
Kabupaten Kapuas1 hari yang laluBupati Kapuas Trail Adventure #4 & Trail Game 2026 Siap Digelar
-
Olahraga2 hari yang laluBanua Criterium Challenge, Pemanasan Atlet Triathlon Kalsel Menuju Kejurnas
-
HEADLINE3 hari yang laluPembenahan Pasar Ujung Murung, Wali Kota Yamin Akui Sulit Cari Investor






