Connect with us

Politik

Prabowo Jaya di Beberapa Wilayah, Ini Kunci Kemenangan Jokowi

Diterbitkan

pada

Jokowi berjabat tangan saat bertemu Prabowo di Istana Merdeka, Jakarta. (antarafoto)

Prabowo Subianto merebut tiga provinsi yang  dimenangi calon presiden inkumben Joko Widodo atau Jokowi pada Pemilu 2014, yakni Jambi, Kepulauan Riau, dan Sulawesi Selatan. Prabowo juga menang besar di basis lamanya, seperti Jawa Barat, Banten, Sumatera Barat, dan Aceh. Kendati demikian, Jokowi tetap unggul berdasarkan hasil hitung cepat  berbagai lembaga survei. Apa rahasia keunggulan Jokowi?

Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma’ruf, Abdul Kadir Karding mengatakan, perolehan suara di Jawa Tengah dan Jawa Timur yang menjaga keunggulan Jokowi secara nasional. “Tebalnya suara kami di Jawa Tengah dan Jawa Timur yang mendongkrak perolehan suara nasional,” ujar Karding seperti diwartakan Tempo.co di bilangan Menteng, Jumat lalu, 19 April 2019.

Wakil Ketua TKN lainnya, Arsul Sani, mengatakan keunggulan Jokowi yang tebal di Jawa Tengah dan Jawa Timur tak terlepas dari kolaborasi kelompok abangan dan para santri Nahdliyin. “Koalisi abang-ijo solid,” ujar Arsul seperti dikutip dari Majalah Tempo edisi 22-28 April 2019.

Abangan dipersepsikan sebagai kelompok nasionalis, sedangkan ijo merujuk pada kalangan santri. Di Jawa Timur dan Jawa Tengah, Jokowi-Ma’ruf unggul jauh dari Prabowo-Sandiaga Uno, berdasarkan hasil hitung cepat sejumlah lembaga survei. Kemenangan Jokowi di dua provinsi itu bahkan melampaui perolehan suaranya pada 2014.

Lima tahun lalu, perolehan suara Jokowi di Jawa Tengah mencapai 66,65 persen, sedangkan di Jawa Timur 53,17 persen. Kali ini, Jokowi meraih 77,02 persen di Jawa Tengah dan 65,66 persen di Jawa Timur versi hitung cepat Indikator Politik Indonesia.

Di Jawa Tengah, selama ini memang dikenal sebagai kandang banteng alias kandang Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan yang merupakan partai penyokong utama Jokowi.

Suara santri di sana juga relatif solid karena di Jawa Tengah terdapat sejumlah kiai berpengaruh di Nahdlatul Ulama, seperti Kiai Maimoen Zubair dari Rembang dan Habib Luthfi bin Yahya dari Pekalongan. Foto keduanya bersama Jokowi beberapa hari sebelum pencoblosan tersiar luas.

Sedangkan Jawa Timur, merupakan basis tradisional Nahdlatul Ulama. Sejumlah kelompok santri yang juga mendukung Jokowi, antara lain, Jaringan Kiai Santri Nasional atau JKSN. Kelompok ini dimotori Ketua Muslimat NU yang juga Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa.

Menurut Sekretaris JKSN Zahrul Azhar Asumta, lembaganya menjadi simpul yang menghubungkan kiai dan santri yang mendukung Jokowi-Ma’ruf.

Menurut Zahrul, suara santri di Jawa Timur makin bulat ke Jokowi setelah pidato kebangsaan Prabowo di Dyandra Convention Center, Surabaya, pada 12 April lalu. Dalam pidatonya, Prabowo mengumumkan puluhan nama yang digadang-gadang akan membantunya bila terpilih sebagai presiden.

Dari daftar itu, tak satu pun ada santri dan kiai NU yang disebut, padahal acara diadakan di “kandang” NU. “Walhasil, dukungan santri ke Jokowi-Ma’ruf makin mengkristal,” ujar Arsul. (tmp)

Reporter:tmp
Editor:kk

 

 

Bagikan berita ini!
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
-->