Connect with us

Hukum

Polisi Usut Unsur Pidana Di Balik Keracunan Gas Kapal MV Sumiei

Diterbitkan

pada

Insiden keracunan gas yang menimpaempat karyawan bongkar muat dan seorang petugas medis di kapal MV Sumiei. Foto : istimewa
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

BANJARMASIN, Kasus keracunan gas 4 Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) dan seorang tenaga medis di kapal MV Sumiei di Pelabuhan Martapura Baru, Sabtu (24/2) malam, terus diusut polisi. Polresta Banjarmasin pada Minggu (25/2) telah memanggil tiga saksi terkait insiden di kapal pengangkut kernel atau biji sawit tersebut.

Kapolresta Banjarmasin Kombes Pol Anjar Wicaksana mengatakan, ketiga saksi yang sudah dipanggil  adalah Hervraf Yoeno Andreas selaku kapten dari Kapal MV Sumiei, Abbas sebagai mandor mesin, dan Lukmanul Hakim sebagai kepala kerja.

Kepolisian sampai hari ini, Senin (26/2), masih melakukan investigasi di TKP dan melakukan pemeriksaan terhadap para saksi. Hal ini untuk melihat apakah ada unsur pidana terkait kejadian yang mengenaskan ini.

“Sementara ini tiga orang saksi masih diperiksa dan tim investigasi Polresta Banjarmasin masih menyelidiki di TKP,” ungkapnya.



Hal yang menjadi pertanyaan adalah, bagaimana prosedur keamanan dan keselamatan awak kapal dan pihak MV Sumiei. “Kalau memang ada pihak yang harus bertanggung jawab atas kecelakaan kerja ini secara hukum, maka akan kami proses pidananya,’’ jelas Anjar.

Sabtu (24/1) saat kejadian, Kapolresta Anjar Wicaksana langsung meninjau lokasi sesaat mendapat laporan adanya para buruh pelabuhan yang meninggal saat bongkar muat di MV Sumiei. Bersama Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Kalsel, Kombes Pol Sofyan Hidayat serta didampingi Kasat Reskrim Polresta Banjarmasin AKP Ade Papa Rihi dan Kapolsek Kawasan Pelabuhan Laut (KPL) Kompol Susilawati.

Diketahui korban tewas yakni Hermadi alias Madi, warga Jalan PHM Noor Gang Sejahtera Rt 43 Banjarmasin selaku mandor. Dani (48) bertugas sebagai wakil mandor merupakan warga Jalan Tembus Mantuil Komplek Wengga Banjarmasin, David (28) buruh, warga Komplek Mantuil Raya Rt 21, Syahrani (48), warga Jalan Simpang Jagung Banjarmasin Barat dan Ahmad Kamal AM Kep (23), pegawai kontrak Kesehatan Pelabuhan Trisakti, tercatat warga Jalan Berangas Tengah RT 01 Barito Kuala.

Foto : istimewa

Ditambahkan Kapolres, berdasarkan keterangan saksi bernama Lukmanul Hakim, awalnya MV Sumiei yang mengangkut karnel bersiap melakukan kegiatan bongkar muatan. Saat itu saksi membuka terpal dan ponton (tutup palka). Setelah palka terbuka, Lukmanul Hakim dan saksi lainnya Abbas, memperingatkan para buruh agar tidak memasuki palka minimal dua jam.

Namun sekitar pukul 21.00 Wita, salah satu korban turun meski sempat ditegur Abbas agar jangan turun dulu tetapi korban tidak mendengarkan. Akibatnya, korban pun pingsan dalam palka. Disusul kemudian tiga orang teman korban yang berniat turun dan akhirnya ikut terjatuh dan tidak sadarkan diri.

Peristiwa ini lantas dilaporkan ke petugas keamanan dan klinik setempat. Seorang petugas medis dari klinik 1st Aid PHC PT Pelindo III Banjarmasin, Kamal, datang membawa bantuan oksigen. Pada saat itu, dia mengira ruangan tersebut sudah bebas dari gas beracun. Namun rupanya gas beracun masih ada di ruangan tersebut sehingga ia pun ikut menjadi korban.

Setelah berhasil dilakukan evakuasi terhadap korban, keempat pekerja bongkar muat sempat dilarikan ke IGD Rumah Sakit TPT dr Soeharsono. Namun, nyawa mereka tidak bisa terselamatkan. Pun kondisi Kamal yang dilarikan ke IGS Rumah Sakit Suaka Insan.

Menurut dokter jaga, Aditya, satu korban pertama sudah dalam kondisi meninggal dunia saat dibawa ke rumah sakit. Begitu juga tiga korban TKBM lainnya yang datang kemudian. “Ada empat korban di bawa kesini. Dan keempatnya datang dalam kondisi tidak bernyawa. Melihat keadaan fisik korban, kemungkinan mereka kehabisan oksigen,” jelas dokter Aditya.

Kapal MV Sumiei memuat kernel/biji sawit sebanyak 600 ton,dari Pelaihari menuju Jambi dengan nahkoda Hervraf Yuno Andreas dan Milzam. Namun info lain menyebutkan, kapal tersebut mengangkut 1.600 ton kernel dari pelabuhan di Grogot, Kalimantan Timur. Karena masih ada ruang kosong, kapal akhirnya singgah di Pelabuhan Martapura Baru untuk mengangkut 500 ton kernel sebelum menuju tujuan akhir ke Pelabuhan Jambi. (ammar)

Reporter : Ammar
Editor : Chell


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
iklan

Disarankan Untuk Anda

Paling Banyak Dibaca

-->