Connect with us

Kota Banjarmasin

Polisi Usut Tewasnya 4 TKBM dan 1 Petugas Medis di Kapal MV Sumiei

Diterbitkan

pada

Empat tenaga bongkar muat dan 1 tenaga medis tewas pasca keracunan gas di kapal MV Semiei yang sandar di Pelabuhan Martapura Baru, Sabtu malam. Foto : ammar/istimewa

BANJARMASIN, Insiden tewasnya lima tenaga kerja bongkar muat (TKBM) dan seorang petugas medis di Kapal MV Sumiei yang sandar di Pelabuhan Martapura Baru, Sabtu (24/2) malam, masih diusut polisi. Namun diduga kuat, korban tewas lantaran keracunan gas dari palka kapal.

Kapolsek KPL Banjarmasin Kompol Susilawati pada saat itu juga langsung menerjunkan petugas untuk menyelidiki kasus kematian 4 TKBM dan 1 petugas medis di tempat kejadian perkara (TKP).

“Sejumlah saksi di lapangan langsung diminta keterangan seputar insiden tersebut. Sementara, apakah karena kelalaian atau disengaja, masih dalam proses penyelidikan,” ujarnya.

Terkait kejadian tersebut, pihaknya juga sudah meminta keterangan sejumlah saksi. “Kita sudah meminta keterangan sejumlah saksi. Termasuk nahkoda dan abk kapal. Untuk sementara, dugaannya kelima korban tewas mengalami keracunan gas,” ujar Susi.



Saat sandar di Pelabuhan Martapura Baru, para anak buah kapal (ABK) Kapal MV Sumiei sudah memperingatkan agar tidak melakukan pembongkaran muatan selama 3 jam. Hal ini untuk membuang gas beracun dari geladak kapal. Namun para korban tetap nekat turun ke geladak, hingga akhirnya mengalami lemas dan susah bernafas. Naasnya, korban lain mencoba menolong turun ke bawah, juga bernasib serupa. Termasuk tim medis pelabuhan yang mencoba menyelamatkan para korban, juga ikut terhirup racun dari palka.

Kelima korban tewas dalam kejadian malam tersebut adalah Madi (55) mandor, Jani (48), David (30), Syarani (40), serta petugas medis dari first Aid Pelindo, Kamal.





Foto : ammar/istimewa

Kepala Bidang Hukum PT Pelindo III Cabang Banjarmasin Riduan dan Humas Fariz Hsmilzam dalam keterangan tertulisnya menjelaskan, kronologis kejadian berawal dari muat kernel (biji sawit) dari KM Sumiei dengan Perusahaan Bongkar Muat (PBM) Mitra Padu Serasi pada pukul 20.00 Wita.

Kejadian diawali dengan terbukanya Palka kapal atas perintah chief kapal. Pada saat itu, dari ABK MV Sumiei sudah memperingatkan untuk tidak melakukan pembongkaran muatan setelah 3 jam karena dari kapal tercium bau amoniak dan gas menyengat.

Saat palka atau ruang penyimpan barang dibuka, tiga pekerja langsung masuk. Saat berada di antara tumpukan kernel ketiga pekerja langsung tidak sadarkan diri. Melihat hal tersebut, Madi, sang mandor pun ikut masuk ke palka untuk menolong. Namun naas, dia juga bernasib sama dengan tiga anak buahnya yang terkulai lemas.

Peristiwa ini lantas dilaporkan ke petugas keamanan dan klinik setempat. Seorang petugas medis dari klinik 1st Aid PHC PT Pelindo III Banjarmasin, Kamal, datang membawa bantuan oksigen. Pada saat itu, dia mengira ruangan tersebut sudah bebas dari gas beracun. Namun rupanya gas beracun masih ada di ruangan tersebut sehingga ia pun ikut menjadi korban.

Setelah berhasil dilakukan evakuasi terhadap korban, keempat pekerja bongkar muat sempat dilarikan ke IGD Rumah Sakit TPT dr Soeharsono. Namun, nyawa mereka tidak bisa terselamatkan. Pun kondisi Kamal yang dilarikan ke IGS Rumah Sakit Suaka Insan.

Menurut dokter jaga, Aditya, satu korban pertama sudah dalam kondisi meninggal dunia saat dibawa ke rumah sakit. Begitu juga tiga korban TKBM lainnya yang datang kemudian. “Ada empat korban di bawa kesini. Dan keempatnya datang dalam kondisi tidak bernyawa. Melihat keadaan fisik korban, kemungkinan mereka kehabisan oksigen,” jelas dokter Aditya.

Kapal MV Sumiei memuat kernel/biji sawit sebanyak 600 ton,dari Pelaihari menuju Jambi dengan nahkoda Hervraf Yuno Andreas dan Milzam. Namun info lain menyebutkan, kapal tersebut mengangkut 1.600 ton kernel dari pelabuhan di Grogot, Kalimantan Timur. Karena masih ada ruang kosong, kapal akhirnya singgah di Pelabuhan Martapura Baru untuk mengangkut 500 ton kernel sebelum menuju tujuan akhir ke Pelabuhan Jambi. (ammar)

Reporter : Ammar
Editor : Chell


iklan

Disarankan Untuk Anda

Paling Banyak Dibaca

-->