Kota Banjarbaru
Penelusuran Covid-19 di Banjarbaru Melalui Sistem Ring, Begini Penjelasan Wali Kota
KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Berdasar data sebaran Covid-19, Rabu (9/6/2020) di Kota Banjarbaru saat ini terdapat 56 orang positif Covid-19 menjalani perawatan, 11 berstatus PDP dan 32 berstatus ODP. Dalam hal ini, terjadi kenaikan jumlah kasus di Banjarbaru dibandingkan sebelumnya.
Oleh karena itu, pada Rabu (10/6/2020) siang, Gugus Tugas Covid-19 Banjarbaru menggelar rapat evaluasi penanganan Covid-19, serta menyusun rencana tracking, testing dan treatment yang akan dilakukan dalam beberapa waktu ke depan.
Wali Kota Banjarbaru, Nadjmi Adhani mengatakan, evaluasi diperlukan untuk meningkatkan upaya penanganan sebagaimana arahan dari pemerintah pusat.
“Hari ini kita telah mendengarkan masukan dari gugus tugas Covid-19, dokter spesialis, ahli epidemologi, dan surveilance. Kita sepakat untuk melaksanakan tracking, testing dan treatment dengan menerapkan sistem ring,” katanya Nadjmi.
Lalu, apa itu sistem ring? Dijelaskan Wali Kota, sistem ring adalah mengkategorikan potensi penularan seseorang yang terpapar Covid-19, dalam hal ini ada tiga ring potensi penularan.
“Ring pertama adalah keluarga yang tinggal satu rumah. Ring kedua adalah teman kerja atau teman akrab yang dengan interaksi intensif, sementara ring ketiga adalah lingkungan yang pernah melakukan kontak,” jelasnya.
Dengan adanya tiga kategori potensi penularan tersebut, maka tim Gugus Tugas juga akan melakukan upaya penanganan berbeda. Contohnya, untuk ring pertama dan kedua akan langsung dilakukan tes Swab, sementara ring ketiga akan dilakukan rapid test.
“Strategi ini dilakukan agar tracking dan testing berjalan dengan efektif,” ucap Nadjmi.
Diungkapkan Wali Kota, sebenarnya upaya tracking dan testing menggunakan rapid test terus dilakukan. Hingga sampai saat ini, Dinas Kesehatan telah melakukan rapid tes kepada lebih 2.000 warga Banjarbaru.
Sementara untuk treatmentnya, Pemerintah Kota Banjarbaru telah mempersiapkan ruang isolasi, baik di Rumah Sakit Daerah (RSD) Idaman atapun di tempat karantina serta isolasi mandiri.
Untuk memudahkan pelaksanaan tracking dan testing serta treatment ini, Dinas Kesehatan Kota Banjarbaru akan melibatkan oleh unsur TNI, Polri, Ikatan Dokter Indonesia serta pihak terkait lainnya.
“Harapannya, tentu agar tracking, testing dan treatment ini bisa sukses sehingga penyebaran Covid-19 di Kota Banjarbaru bisa kita kendalikan,” tandas Nadjmi Adhani. (kanalkalimantan.com/rico)
Editor : bie
-
HEADLINE20 jam yang laluBMKG : Cuaca Kalsel Cerah, Suhu Capai 36 Derajat Celsius
-
Kabupaten Banjar1 hari yang laluRaperda Perubahan APBD 2026 Rp3,14 T, Bupati Banjar Sampaikan di Rapat Paripurna DPRD
-
Pemprov Kalsel1 hari yang laluKalsel Expo 2026 Catat Transaksi Rp21 Miliar, Pengunjung 1,2 Juta
-
Kabupaten Hulu Sungai Utara2 hari yang laluBupati HSU Serahkan Satyalancana Karya Satya di Hari Kemerdekaan
-
Kota Banjarbaru1 hari yang laluWali Kota Banjarbaru: Perjuangan Veteran Dilanjutkan dengan Semangat Membangun
-
Kabupaten Balangan2 hari yang laluPaskibraka Balangan Sukses Kibarkan Sang Merah Putih




