Connect with us

HEADLINE

Pemprov Kalsel Suntik Dana Rp 40 M untuk Peningkatan Jalan Bandara

Diterbitkan

pada

Rapat evaluasi atas progres pengembangan dan rencana Peningkatan Status Bandara Syamsudin Noor. Foto: rico

BANJARBARU, Proyek pengembangan Bandara Syamsudin Noor di Banjarbaru terus digenjot hingga saat ini. Target rampungnya proyek pada tahun Oktober 2019 ini, membuat Pemprov Kalsel dan Pemko Banjabaru semakin mematangkan berbagai persiapan.

Hal itu dibuktikan dengan dilaksanakannya rapat evaluasi atas progres pengembangan dan rencana Peningkatan Status Bandara Syamsudin Noor di Ruang Rapat Sekda Provinsi Kalsel, Jl Dharma Praja No. 1 Kawasan Perkantoran Pemprov Kalsel pukul 10.00 Wita.

Rapat yang dipimpin Sekda Provinsi Kalsel Drs. Abdul Haris, M. Si didampingi Assisten I Bidan Pemerintahan Siswansyah turut dihadiri General Manager (GM) Bandara Syamsudin Noor Indah Preastuty, Pimpinan Proyek (Pimpro) Pengembangan Bandara Syamsudin Noor Dadang Dian dan sejumlah Dinas terkait baik itu Pemprov Kalsel maupun Pemko Banjarbaru.

Dalam laporannya Pimpro Bandara Syamsudin Noor, Dadang Dian menyampaikan rencana penambahan akses jalan untuk memasukan armada pengecoran. Hal ini membuat armada yang sebelumnya hanya mampu mengangkut maksimum 200 kubik perhari, bertambah menjadi 400 kubik. “Aksesnya jalan di depan TNI AU. Di situ jalannya juga sudah di cor dan sudah dapat dukungan dari Danlanud tinggal pelaksanaannya,” ungkapnya.

Bantuan dari Pemprov Kalsel juga diminta lewat dukungan eksternal dengan dibuatnya jalan masuk alternatif dan sosialisasi lingkungan yang mana nantinya titik perekonomian bergeser. Untuk akses jalan menuju bandara sendiri ,tidak hanya pemeritah daerah saja yang terlibat. Dorongan penuh Pemprov Kalsel dilakukan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR).

Kadis PUPR Provinsi Kalsel Roy Rizali Anwar menerangkan bahwa pihaknya telah melakukan pengerjaan akses jalan dari Kilometer 17. “PU Provinsi ada mengalokasikan anggaran untuk peningkatan jalan tersebut Rp 40 Miliar di tahun 2019. Sisanya untuk menyelesaikan jalan aksesnya. Belum bangunan pelengkap yang mana itu memerlukan 120 miliar dan kita berharap itu nasional bisa masuk untuk menggarapnya,” katanya.

Ia juga mengharapkan agar Balai Jalan Nasional juga ikut terlibat untuk mengerjakan akses jalan tersebut, yang mana sangat diperlukan untuk perubahan SK status jalan tersebut. “Yang pasti jalan akses ke bandara dari lingkar utara menuju ke Bandara, direncanakan akan dijadikan jalan nasional. Tahap terakhir kemarin, memang ada tim dari tim dari kementerian PU pusat sudah survei ke lokasi.  informasi yang kita dapat itu akan diubah SK nya menjadi statusnya jalan Nasional. Saat ini masih statusnya jalan Provinsi,” kata Roy.

Roy juga menjelaskan karena bandara Syamsudin Noor sudah masuk menjadi status PSN, maka tidak salah jika kemudian dana APBN juga ikut membantu terkait akses jalan yang nantinya akan dijadikan akses utama dari penumpang jika mau ke Bandara. “Kementerian PUPR kemarin survei adalah atas jawaban dari surat permohonan kami. Ya kita tunggu untuk SK nya karena menunggu proses untuk dibuah menjadi nasional,” kata dia.

Dinas PUPR Provinsi telah membantu menggunakan anggaran dananya dengan menggarap akses jalan bandara sepanjang 2 Km. Sedangkan masih ada 8 Km lagi yang saat ini belum ditingkatkan yang diharapkan nantinya dana dimasukan ke APBN.

Dinas PUPR Kalsel telah menyiapkan infrasturktur pendukung l terdiri dalam 3 paket. Paket I pembangunan Jalan Simpang Tiga Lingkar Utara-Simpang Tiga Golf-Jalan Kasturi dengan anggaran Rp 10 miliar. Sementara Paket II pembangunan Jalan Kasturi-Jalan Akses Bandara-Jalan Lingkar Utara Banjarbaru dengan alokasi dana Rp 10 miliar. Dan Paket III yakni Peningkatan Jalan Golf Banjarbaru dengan alokasi lebih kurang Rp 5 miliar.

Menurutnya, Roy sebagai bentuk dukungan terhadap Proyek Strategis Nasional (PSN), Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan pada tahun 2018 ini membangun akses jalan menuju Bandara sepanjang 300 meter dan lebar jalan 20 meter yang termasuk dalam paket II.

“Untuk akses Jalan Bandara saat ini masih proses pengurukan tanah, kita berharap proyek pembangunan paket-paket ini akan selesai tepat waktu,” sebutnya.

Latar pembangunan Jalan akses Bandara yang menghubungkan Jalan Lingkar Utara Banjarbaru dinilai dapat mengurai kemacetan di jalan Ahmat Yani.

Sementara Sekdaprov Kalsel Abdul Haris mengatakan jalan akses bandara harus ini harus diselesaikan. Terkait jalan sinkronisasi Pemko dan Pemprov jangan sampai ada hambatan.

“Pemprov sudah alokasikan Rp 40 miliar, saya harap jalan akses ke Bandara bisa ini cepat diselesaikan. Mari kita sama-sama. Jangan sampai target tidak terwujud. Aero City ini bagian dari performa kita mendukung keberadaan bandara, kita semakin kedepan semakin banyak yang harus dikoordinasikan.” Bebernya

Terkait kebutuhan air bersih, Bandara Syamsudin Noor akan menambah Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) untuk disuplai kekawasan Bandara. Namun masih hal yang sama, pihak bandara juga meminta bantuan APBD daerah untuk pipa pendistribusian.

Tunggu Status Internasional

Terkait peningkatan status menjadi Bandara Internasional, GM Bandara Syamsudin Noor Indah Preastuty mengatakan pihaknya hingga saat ini masih menunggu Peraturan Menteri (PM) dan masih dalam revisi. Ia juga menjelaskan status bandara Internasional tidak bergantung dengan rampungnya terminal baru.

“Peningkatan status bandara kita sudah dari tahun 2018 diajukan, jadi kapan saja tiba harus kita siapkan. Yang namannya Peraturan Menteri itu gak bisa sendiri, kalau menerbitkan  PM itu gak khusus untuk kita aja. Jadi sampai saat ini belum disahkan karena menunggu bandara yg lain. Nanti, semua dapat status berbarengan melalui keputusan Menteri.” Ujarnya

Sekda Prov Kalsel Abdul Haris mendorong Dinas Perhubungan Kalsel harus lebih komunikatif. Ia juga tidak segan untuk mengusulkan pertemuan gubernur agar bertemu Menteri. “Kita tentu kalau menunggu, mungkin datang. Tapi lebih baik Dishub lebih aktif untuk mengkomunikasikan. Kalau perlu Gubernur bisa langsung datang untuk dijadwalkan bertemu Menteri. Agar saat bandara broperasi ini tdak jadi masalah,” bebernya.

Sementara Project Manager Pengembangan Bandara Syamsudin Noor Angakasa, Dadang Dian, menjelaskan progres untuk paket I, karena masih baru dikerjakan pada Mei 2018 kini progresnya sudah mencapai 31,225 persen. Adapun progres paket dua 66,436 persen. “Ya sementara itu, dan itu progresnya sudah naik dari laporan Per 6 Januari kemarin,” katanya.

Sebagai catatan, Bandara Syamsudin Noor terus mengalami lonjakan penumpang setiap tahunnya. Seperti halnya 2 tahun belakangan, yang mana pada tahun 2017 penumpang bandara mencapai 3,6 juta dan pada tahun 2018 naik menjadi 3,9 juta penumpang. Indah mengatakan terkait lonjakan penumpang menjadi hal yang harus diperhatikan.(rico)

Reporter:Rico
Editor:Cell

Bagikan berita ini!
  • 5
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    5
    Shares
-->