Bisnis
Pasokan Terganggu, Harga Cabai Naik di Pasar Bauntung Banjarbaru
KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Cuaca tak menentu kembali menjadi penyebab berkurang pasokan komoditas cabai di pasaran. Seperti di Pasar Bauntung Kota Banjarbaru, Halim salah satu pedagang mengaku mengalami kekurangan stok untuk komoditas cabai seperti japlak, keriting, dan cabai merah besar.
Halim mengatakan, hujan dengan intensitas tinggi mengakibatkan tertundanya jadwal panen sehingga pasokan berkurang.
“Harga pasti akan tambah naik lagi nanti. Sekarang stoknya sudah sangat sedikit sekali, sedangkan permintaannya banyak,” ujar pedagang cabai di Pasar Bauntung Banjarbaru.
Baca juga: Antrean Mengular di SPBU, Stok Pertamax Kosong 4 Hari

Tak hanya itu, jelang Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 sekaligus acara keagamaan 5 Rajab di
Sekumpul membuat permintaan cabai semakin meningkat, sedangkan harganya ikut naik.
Komoditas cabai yang naik, salah satunya adalah cabai japlak kini harganya menyentuh Rp50 ribu per kilogram.
Baca juga: Harga Wortel dan Sawi Naik di Pasar Bauntung Banjarbaru
“Sekarang harga cabai japlak sudah Rp50 ribu, sebelumnya Rp25 ribu per kilogram,” sebut Halim.
Cabai keriting yang sebelumnya dihargai Rp50 ribu, kini naik menjadi Rp70 ribu per kilogram, serta cabai tiung dari harga Rp45 ribu naik menjadi Rp60 ribu per kilogram.
“Kalau harga cabai merah besar sekarang Rp70 ribu, sebelumnya Rp35 per kilogram, semuanya mulai naik harga sekitar satu minggu ini,” jelasnya.
Baca juga: Upaya Menekan Inflasi Daerah Lewat GPM di Kios Pangan DPKP Kalsel
Masih kata Halim, saat ini para pedagang tidak bisa mengambil stok cabai dari Pulau Jawa karena harga yang juga sudah mahal.
Kondisi tersebut juga dipengaruhi dengan kualitas hasil panen para petani yang tidak bagus terkena hama dan cacar pada buah cabai.
“Karena musim hujannya masih tinggi, ya semua cabai kualitasnya tidak sebagus kemarin, jadi banyak yang rusak,” ungkapnya.
Di sisi lain, Ucok salah satu pembeli cabai mengamini adanya lonjakan harga cabai hingga hari ini.
“Kaya cabai keriting naik sekarang Rp8 ribu, biasanya Rp6 ribu seperempat,” tutupnya menambahkan. (Kanalkalimantan.com/wanda)
Reporter: wanda
Editor: bie
-
Kota Banjarmasin2 hari yang laluKecelakaan Maut di Turunan Jembatan Kembar Banjarmasin
-
HEADLINE2 hari yang laluTagih Janji Ketua DPRD Kalsel Pembatalan Taman Nasional Meratus
-
HEADLINE2 hari yang laluBanjir dan Darurat Ekologis Kalsel, Mahasiswa Banua Anam Tagih Solusi Konkret
-
Kalimantan Selatan1 hari yang laluPAD Kalsel 2025 Capai Rp10,94 Triliun
-
Kalimantan Selatan2 hari yang laluDisdikbud Kalsel Perkuat Akuntabilitas Dana BOSDA 2026 bagi Sekolah Swasta
-
Kabupaten Kapuas2 hari yang laluPastikan Tepat Sasaran, Pemkab Kapuas Gelar Rakor Pro-SN 2025



