Connect with us

HEADLINE

Operasi Pasar, ‘Obat Murah’ untuk Redakan Kelangkaan Elpiji 3 Kg

Diterbitkan

pada

Operasi pasar yang digelar untuk menjawab kelangkaan elpiji 3 kg Foto: net
Prev1 of 2
Use your ← → (arrow) keys to browse

BANJARBARU, Kelangkaan elpiji 3 kg terus berulang terjadi di Kalsel. Kondisi ini jelas menyengsarakan masyarakat yang mengandalkan untuk keperluan sehari-hari maupun bisnis skala kecil. Betapa tidak, harga 1 tabung elpiji saat langka seperti sekarang bisa mencapai Rp 37 ribu. Dan pemerintah, kerap menjawab problem tersebut dengan ‘obat murah’ berupa operasi pasar yang berlaku temporer. Sementara problem mendasar dari masalah yang terus berulang ini tak diselesaikan permanen.

Hari ini, sejenak warga di sejumlah wilayah Banjarbaru bisa tersenyum. Operasi pasar digelar untuk mengantisipasi kelangkaan gas elpiji 3 kg dilakukan di Kelurahan Mentaos. Harganya, sangat mura Rp 17.500.
Kepala Dinas Perdagangan Kota Banjarbaru Abdul Basid mengatakan bahwa operasi pasar akan dilakukan disejumlah kelurahan di Banjarbaru. “Hampir semua kelurahan dilaksanakan operasi pasar oleh pihak agen. Hanya waktunya saja yang tidak sama,” katanya.

Operasi pasar ini dilakukan untuk mencegah dan mengantisipasi kelangkaan gas elpiji dan menekan harga gas melon yang mahal. Mengingat gas elpiji tiga kilogram itu merupakan program pemerintah untuk masyarakat yang kurang mampu. Sehingga diharapkan penyalurannya tepat sasaran.

Tak hanya di Banjarbaru, operasi pasar serupa juga dilakukan di Kelurahan Kelayan Selatan, Banjarmasin. Ratusan warga berebut tabung ‘melon’ 3 Kg dalam operasi pasar yang digelar di halaman kantor kelurahan. Mereka yang tidak kebagian kupon terpaksa menunggu di halaman kantor hingga pukul 12.00 Wita.

Kupon diperoleh dari RT setempat. Setiap RT di Kelurahan Kelayan Selatan hanya dibagikan 9-10 kupon. Dalam operasi pasar, PT Pertamina hanya menjual 280 tabung di tiap kelurahan. Jumlah tersebut menyesuaikan dengan pasokan setiap pangkalan, yang hanya mendapat 280 tabung setiap kali pengiriman.

11 bulan lalu, DPRD Kalsel geram. Dewan memanggil Pertamina untuk dimintai keterangan perihal masalah kelangkaan elpiji 3 kg yang terus berulang. Wakil Ketua DPRD Kalsel H Muhaimin menyatakan, lembaganya akan mengirim surat ke Pertamina pusat. Pertamina dinilai kurang tanggap dalam penanganan atau antisipasi permasalahan kelangkaan elpiji 3 kg.

“Kalau memang Pertamina becus menangani permasalahan kelangkaan gas elpiji 3 kg, kejadian serupa tidak akan selalu terulang. Kelangkaan seperti ini di Kalsel bukan saja kali pertama, tetapi beberapa kali yang jumlah tidak terhitung, dan bahkan hampir tiap tahun,” tegas dewan dari PDIP ini.

Dia mengatakan, setiap terjadi kelangkaan gas elpiji 3 kg, pihak Pertamina selalu berdalih gangguan pengiriman karena cuaca sehingga kedatangan kapal tanker terlambat. Semestinya, kalau pengangkutan gas elpiji dari Balikpapan, Kalimantan Timur tidak memungkinkan lewat laut karena faktor cuaca/gelombang besar, alternatif bisa jalan darat. “Apalagi masih satu daratan dengan Kalsel,” kesalnya.

Prev1 of 2
Use your ← → (arrow) keys to browse

Bagikan berita ini!
  • 3
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    3
    Shares
Advertisement