Kalimantan Selatan
ODP di Kalsel Seribu Lebih, Tim Gugus Tugas Berencana Dirikan Karantina Khusus
KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – Peningkatan jumlah orang dalam pemantauan (ODP) di Kalimantan Selatan yakni 1.079 orang, diakui Tim Gugur Tugas P3 Covid-19 Kalsel, karena masifnya tim gugus tugas di kabupaten/kota melakukan pemantauan terhadap orang-orang yang riwayatnya berasal dari daerah terjangkit, baik yang ada gejala maupun tidak.
Lalu, apa langkah yang akan diambil? Juru Bicara Tim Gugus Tugas P3 Covid-19 Kalsel M Muslim mengatakan, selain melakukan tracing (penelusuran jejak kontak), langkah yang diambil tim yaitu menyiapkan karantina khusus. Terutama pada ODP dengan gejala ringan.
“Akan ditempatkan pada sebuah lokasi yang sudah kami persiapkan. Ada beberapa tempat yang sudah menjadi titik untuk persiapan itu,†kata Muslim, Sabtu (28/3/2020) sore.
Selain persiapan, Muslim menambahkan, tim gugus tugas juga melakukan berbagai prosedur atau protap yang dibutuhkan untuk karantina khusus. Tentunya, ini harus dilakukan sosialisasi terlebih dahulu kepada masyarakat.
“Ini adalah upaya yang lebih masif dalam upaya kita memutus mata rantai penularan. Dengan memutus mata rantai dengan cepat dengan mengkondisikan seperti ini, kita berharap rumah sakit (RS) rujukan tidak terlalu terbebani dengan gejala-gejala yang ringan,†jelas Muslim.

M Muslim. foto: tim gugus tugas
Seperti diketahui, gejala Covid-19 ini terdapat 80 persen gejala klinis yang ringan. Kemudian 15 persennya memiliki gejala sedang dan berat, dan 5 persennya adalah gejala kritis.
“Oleh karena itu, yang kita optimalkan tentu saja RS rujukan yang terkait dengan orang-orang dengan gejala sedang hingga berat. Terutama yang diprioritaskan adalah orang tua,†lugas Muslim.
Di samping itu, Muslim juga memastikan, RS rujukan tambahan yaitu RSUD Mochmad Ansari Saleh Banjarmasin, RSD Idaman Banjarbaru dan RSUD Hasan Basery Kandangan sudah dapat digunakan. Tentunya, RS rujukan ini akan dimanfaatkan tergantung eskalasi rujukan yang ada.
“Untuk saat ini, fungsi (RS rujukan) lebih banyak diutamakan di RSUD Ulin Banjarmasin sebagai rujukan utama,†sebut Muslim.
Jika nantinya dibutuhkan, Muslim menambahkan, tiga RS rujukan tambahan akan sesegera mungkin diaktifkan sesuai eskalasi PDP yang dirujuk. (kanalkalimantan.com/fikri)
Editor : bie
-
HEADLINE3 hari yang laluKasus Korupsi IUP di Tabalong: Plt Kadis ESDM Kalsel Sebut Terkait Galian C
-
HEADLINE1 hari yang laluKucuran Dana Seret, Operasional Dapur MBG di Banjarbaru Terhambat
-
HEADLINE2 hari yang laluJerit Warga Kalsel Pertamax Melonjak
-
HEADLINE2 hari yang laluNaik 31,8 Persen, Pertamax Jadi Rp17.000 di Kalsel
-
Kota Banjarbaru2 hari yang laluWali Kota Lisa Halaby: Pola Hidup Sehat Jadikan Gaya Hidup Sehari-hari
-
Kota Banjarbaru1 hari yang laluBegini Respon Wali Kota Lisa Halaby Soal Pertamax Naik

