Connect with us

Kriminal

Ngamuk Gegara Tak Diberi Uang Rp 174 Juta, Maling Sekap Bayi di Dalam Tong

Diterbitkan

pada

Ilustrasi pencuri (Unsplash/Gwendal)
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, MALAYSIA – Dua orang pencuri tega menyekap bayi di dalam tong usai naik pitam lantaran permintaan mereka ke korban tak digubris.

Kedua maling ini awalnya meminta seorang ibu yang rumahnya mereka bobol, untuk memberikan uang sebanyak Rp 174 juta.

Mengetahui permintaan dua pencuri ini, si ibu bersikeras menolak untuk mengabulkan permintaan mereka. Keduanya pun mengambil paksa seorang bayi yang berjenis kelamin laki-laki.

Menyadur Harian Metro, Minggu (21/2/2021) peristiwa perampokan tersebut terjadi di sebuah rumah susun di Jalan Van Praagh, Jelutong, Malaysia.



Untuk melancarkan aksinya, dua pria ini mengaku sebagai kurir dan minta dibukakan pintu oleh korban.

Ilustrasi bayi. (Pixabay)

Kapolres Timur Laut Asisten Kompol Soffian Santong mengatakan, korban yang juga seorang ibu rumah tangga berusia 30 tahun itu didatangi kedua tersangka di rumahnya pada pukul 10.30 waktu setempat.

Soffian bilang, mereka memperkenalkan diri sebagai kurir dari sebuah perusahaan pengiriman yang akan mengantarkan barang.

“Setelah korban membukakan pintu, salah satu tersangka mengeluarkan pisau dan meminta agar perempuan tersebut tidak berteriak.

Kalung emas milik korban senilai 1.200 ringgit (Rp 4,1 juta) diambil tersangka. Kemudian kedua pelaku meminta uang 50.000 ringgit (Rp 174 juta), katanya Soffian.

Marah dengan korban yang tidak memberikan uang sebanyak itu, sambungnya, dua tersangka langsung menyekap bayi laki-laki korban di dalam tong.

Sementara itu, anak perempuan korban berusia tiga tahun berhasil selamat dan tidak dianiaya pelaku.

“Setelah gagal mendapatkan uang yang diminta, kedua tersangka pergi dan meninggalkan rumah korban.” jelas Soffian.

Saat kejadian, beber Sooffian, suami korban tidak ada di rumah karena bekerja di Batu Kawan sebagai project site manager.

Adapun pihak kepolisian tengah melanjutkan penyelidikan dan secara aktif melacak kedua tersangka. Kondisi korban masih belum diketahui.(Suara)

Editor : Suara

 

 

 

 


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
iklan

Komentar

Kriminal

Anak Bunuh Ibu Kandung, Tergiur Harta Karun Iming-Iming Dukun

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Kapolres Malang AKBP Hendri Umar merilis kasus anak bunuh ibu sendiri bermotif iming-iming harta karun, Sabtu (13/2/2021). [Foto: Brama Yoga/Beritajatim.com]
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, MALANG – Penemuan mayat Mistrin (55) yang terkubur separuh di Kabupaten Malang terungkap. Pelaku pembunuhan ternyata anak kandung sendiri, Arifudin Hamdy (35). Motifnya pun tak masuk nalar.

Kapolres Malang AKBP Hendri Umar mengatakan, berdasarkan hasil penyelidikan usai penemuan mayat korban di lahan kosong milik PJB Karangkates, Kecamatan Sumberpucung, Kabupaten Malang, Kamis lalu (11/2/2021), diketahui pelaku pembunuhan adalah anak kandung korban sendiri. Motifnya ingin mendapatkan harta karun yang dijanjikan oleh seorang dukun.

“Alasan tersangka untuk mendapatkan harta karun yang diiming-imingi oleh seorang dukun,” kata AKBP Hendri Umar memimpin konferensi pers di Mapolres Malang, seperti dikutip dari beritajatim.com jaringan suara.com, Sabtu (13/2/2021).

Ia melanjutkan, tersangka dan korban mengaku sempat berkonsultasi dengan seorang dukun di Blitar, Jawa Timur, Januari 2021 lalu. Dukun tersebut kemudian memberikan petunjuk bahwa ada harta karun berlian di bangunan tua bekas mes, lahan milik PHB Karangkates, Kabupaten Malang.



“Petunjuk itu benar-benar dilakukan oleh korban. Tepatnya pada 26 Januari lalu, sekitar pukul 14.30 WIB, korban menggali tanah di area bangunan mes itu dengan cangkul yang dipinjamnya dari tetangga warung korban,” bebernya.

Selanjutnya, korban menyuruh tersangka menjaga warung. Berselang 15 menit, tersangka menyusul korban ke lokasi yang dimaksud dukun. Saat dicek, tersangka mendapati ibunya tergeletak tak sadarkan diri alias pingsan. Berdalih ada bisikan gaib, muncul niatan untuk mengubur ibunya yang tak berdaya itu ke lubang bekas galian mencari harta karun.

“Tersangka kemudian mendapatkan bisikan, mungkin dari makhluk halus, untuk mendorong korban ke dalam lubang yang sudah digali lalu menguburnya (ibunya), agar harta karun yang diinginkannya keluar,” urai Hendri.

Berselang tiga hari kemudian, tersangka mengecek ke lokasi Ia meninggalkan ibunya terkubur di dalam lubang. Tujuannya untuk memastikan apakah harta karun muncul sesuai harapan.

“Berselang 3 hari kemudian, tersangka kembali ke tempat itu untuk memastikan harta karunnya sudah keluar. Tapi karena tidak ada akhirnya Ia pulang lagi,” ujarnya.

Motif tersangka yang tak masuk nalar itu tentu mengundang kecurigaan kepolisian. Diduga ada faktor gangguan kejiwaan, tersangka bakal dites oleh Psikolog.

“Untuk hal ini (gangguan jiwa), nantinya kami (Polres Malang) akan mengkonsultasikan kondisi kejiwaan tersangka kepada Psikolog Polda Jawa Timur,” jelas Hendri.

Sementara itu, berdasarkan hasil visum Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang korban terkubur separuh di TKP itu selama kurang lebih 2 minggu.

“Sementara bekas luka dan benda tumpul tidak ditemukan pada tubuh korban,” pungkasnya.(suara)

 

Editor: Suara

 


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Kriminal

Suami Bawa Selingkuhan ke Rumah, Istri Cemburu Malah Dibakar Hidup-hidup

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Ilustrasi---kasus suami bakar istri. (Suara.com/Achmad Ali)
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, DELI SERDANG – Polisi telah meringkus pemuda berinisial N (21) lantaran kasus penganiayaan terhadap istrinya, R (20) di Desa Sambirejo Timur, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, Sumatra Utara, Minggu (31/1/2021) dini hari.

Terungkapnya kasus ini, motif N nekat membakar istrinya hidup-hidup dengan menggunakan bensin karena tak terima dimarahi korban saat membawa selingkuhan ke rumahnya.

“Benar tersangka sudah diamankan. Motifnya cemburu,” Kanit Reskrim Polsek Percut Seituan, Iptu Jhon Panjaitan Seperti dikutip dari Digtara.com–jaringan Suara.com, Senin (1/2/2021).

Sebelum aksi bakar sang istri, N sempat membawa wanita selingkuhan ke rumahnya. Fakta itu diungkap dari keterangan saksi Titik yang merupakan bibi korban. Lantaran korban cemburu, N sempat memarahi korban. Buntut dari hal tu, keduanya pun sempat ribut mulut hingga akhirnya N membakar hidup-hidup istrinya dengan menggunakan bensin. “Suaminya langsung menyiram bensin da membakar istrinya,” katanya.



Luka 70 Persen

Akibat aksi sadisnya itu, warga sekitar sempat membantu untuk memadamkan api yag berkobar di tubuh korban. Setelah api berhasil dipadamkan, N kemudian dievakuasi warga ke Rumah Sakit Mitra Medika untuk mendapatkan perawatan.

Akibat peristiwa itu, korban menderita luka bakar hampir 70 persen. Saat ini korban masih menjalani perawatan di rumah sakit.

“Saat ini masih mendapat perawatan medis,” katanya seperti dikutip dari Antara.(suara)

 


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Paling Banyak Dibaca

-->