Connect with us

kriminal banjarbaru

Mantan Wagub Kalsel Hilang Hp di Bandara, Pelaku Dibekuk Polisi, Ngaku Dapat di Kursi Pesawat

Diterbitkan

pada

Polres Banjarbaru mengungkap pencurian handphone di Bandara Syamsudin Noor. Foto : Rico
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Polres Banjarbaru mengungkap dua kasus pencurian yang terjadi selama beberapa pekan terakhir di wilayah Banjarbaru. Bahkan, salah satu korban dari maraknya aksi pencurian itu ialah Wakil Gubenur Kalimantan Selatan periode 2005-2010 HM Rosehan Noor Bahri.

Dalam konfensi pers, Kamis (22/10/2020) sore, Kapolres Banjarbaru AKBP Doni Hadi Santoso mengungkapkan, kasus pencurian yang menimpa Rosehan itu terjadi pada Sabtu 17 Oktober 2020. Dalam kasus ini, handphone milik elit politikus PDI Perjuangan tersebut raib dibawa seseorang saat dirinya tiba di Bandara Syamsudin Noor.

“Bapak Rosehan baru sadar handphone miliknya hilang saat sudah turun dari pesawat. Beliau kemudian mencoba menanyakannya kepada pihak maskapai penerbangan. Namun, setelah diperiksa kembali di kursi yang diduduki Rosehan, pihak maskapai tak menemukan handphone yang dimaksud,” cerita Kapolres.

Sebenarnya, Rosehan juga mencoba menghubungi nomor handphone miliknya tersebut. Hanya saja, usaha itu sia-sia lantaran telepon tersebut tidak tersambung dan diduga hanphone tersebut telah dimatikan. Atas kejadian ini, Rosehan mengalami kerugian yang ditafsir mencapai Rp 12 juta.



Tak berselang lama pihak kepolisian kemudian melakukan penyelidikan dan mencocokan data penumpang yang ada di dalam pesawat yang ditumpagi Rosehan. Hasilnya, seorang penumpang berinisial BA (48), warga Kecamatan Satui, Kabupaten Tanah Bumbu, diduga telah melakukan pencurian handphone tersebut.

Dugaan itu terbukti, tatkala pihak kepolisian mengamankan BA di tempat tinggalnya pada Selasa (20/10/2020), dan menemukan handphone milik Rosehan tersebut. Atas hal ini, BA kemudian digiring ke Mapolres Banjarbaru guna proses pemeriksaan lebih lanjut.

Dari hasil pemeriksaan, Kapolres Banjarbaru menjelaskan bahwa BA mengakui telah mengambil handphone milik Rosehan yang sebenarnya tertinggal di pesawat. Tersangka berdalih telah melaporkan handphone Rosehan yang tertinggal itu kepada pramugari pesawat.

“Hanya saja saat disuruh pihak pramugari untuk menyerahkan handphone tersebut ke petugas AVSEC Bandara Syamsudin Noor, tersangka tidak melakukannya. Tersangka membawa handphone Rosehan keluar dari bandara menggunakan tas ransel. Lalu, setelah keluar, tersangka melanjutkan perjalannya ke Kabupaten Tanah Bumbu,” jelas AKPB Doni.

Selain itu, Kapolres Banjarbaru juga mengungkapkan, tersangka juga dengan sengaja mencabut SIM Card yang tertanam di handphone milik Rosehan, guna mengganti nomor baru handphone tersebut. Setelah itu, BA kemudian mengaktifkan mode ulang handphone tersebut, untuk dipakai sehari-hari.

“Tapi sebelum handphone itu digunakan, kami dari pihak kepolisian berhasil mengamankan tersangka. Handphone ini menjadi barang bukti, termasuk juga manifest pesawat, SIM Card, boardingpass, serta tas ransel yang digunakam tersangka,” lugas AKBP Doni.

Atas perbuatannya tersebut, BA disangkakan pasal 362 ayat 1 tentang tindak tindak pidana pencurian, dengan ancaman penjara maksimal 5 tahun. (kanalkalimantan.com/rico)

Reporter : Rico
Editor : Bie


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

kriminal banjarbaru

Sikat Perkakas di Gudang Tetangga, Kakak Dibekuk Sang Adik Buron

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Pelaku TS saat dibekuk polisi karena melakukan pencurian.Foto: Polsek Banjarbaru Barat
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Curi peralatan di gudang Jalan Karang Rejo nomor 63B RT 005 RW 001 Kelurahan Guntung Manggis, Kecamatan Landasan Ulin Kota Banjarbaru, TS dibekuk polisi selang 15 hari pada Kamis (25/2/2021).

Kapolsek Banjarbaru Barat Kompol Andri Hutagalung melalui Kanit Reskrim Polsek Banjarbaru Barat, AKP Slamat Rahardjo, mengatakan, kejadian pencurian barang perkakas kerja tersebut terjadi pada Rabu (10/2/2021) sekitar pukul 10.00 Wita.

Kejadian pencurian tersebut diketahui saat seorang teman korban telah mengecek ke gudang dan kemudian terkejut mendapat kompresor, mesin genset merk SUMO, satu buah velg motor beserta ban zeneos, satu buah velg motor beserta ban merk IRC, tiga buah aki alat berat dan selang las telah raib.

Mendapat laporan ada pencurian tersebut petugas kepolisian melakukan penyelidikan, dan alhasil pada Kamis (25/2/2021) sekitar pukul 17:00 Wita Tim Operasional Polsek Banjarbaru Barat telah berhasil mengamankan pelaku.



“Kami mendapat informasi bahwa barang-barang yang hilang tersebut ada yang melihat telah disimpan oleh pelaku di rumahnya tidak jauh dari TKP. Kemudian tim langsung mendatangi rumah pelaku yang bersebelaha dengan TKP. Kemudian kami langsung mendatangi pelaku yang saat itu sedang memperbaiki sepeda motor dan langsung menanyakan mengenai barang bukti yang hilang tersebut,” beber AKP Slamet.

Pelaku yang telah diintrogasi polisi tidak bisa berkutik lagi, dan langsung mengakui semua perbuatanya.

“Pelaku dalmm menjalankan aksinya tidak seorang diri, dia bersama adiknya RO, Namun saat itu pelaku RO tidak ada di tempat karena sedang bekerja di Banjarmasin dan tim sempat menunggu kedatangan RO, di rumah adiknya yang ada di Guntung Harapan karena isteri pelaku RO ada di rumah tersebut. Namun, setelah sekian lama menunggu, pelaku RO tidak kunjung balik ke rumah,” tuturnya.

Petugas langsung membawa pelaku bersama barang bukti yang telah berhasil diamankan di rumah pelaku ke Polsek Banjarbaru Barat untuk proses lebih lanjut.

Dari keterangan pelaku TS yang mengakui perbuatannya telah melakukan pencurian bersama dengan adiknya RO, dengan cara memanjat pagar gudang yang terbuat dari batako dengan tinggi sekitar 1,5 meter. Kemudian mereka mengambil barang-barang yang ada di dalam gudang dan kemudian langsung disimpan di rumah pelaku.

Barang yang sudah berhasil dijual yaitu tiga buah aki alat berat dan yang menjual yaitu RO yang masih dalam pencarian.

“Atas kejadian tersebut pemilik barang telah mengalami kerugian sekitar Rp 5 juta, pelaku kini sudah diamankan di Mapolsek Banjarbaru Barat,” tutup AKP Slamet. (kanalkalimantan.com/wahyu)

 

Reporter : Wahyu
Editor : Bie

 

 

 


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

kriminal banjarbaru

‘Mainkan’ Tangan ke Dalam Celana Bocah Dua Kali, Pria 52 Tahun Ngakunya Khilaf

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

B, pria 52 tahun ditangkap anggota Polsek Banjarbaru Barat karena ulah tangan usilnya menyentuh kemaluan seorang anak. Foto : Polsek Banjarbaru Barat
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Polsek Banjarbaru Barat menangkap seorang lelaki berinisial B (52) warga jalan A Yani jurusan Pelaihari, atas dugaan melakukan pencabulan terhadap anak di bawah umur.

Aksi amoral yang dilakukan B itu terjadi pada Kamis (18/2/2021) kemarin. Menurut informasi, ia mencabuli seorang anak berusia 7 tahun di sebuah kios, di Jalan A Yani jurusan Pelaihari, Kecamatan Liang Anggang, Kota Banjarbaru.

Kapolsek Banjarbaru Barat, Kompol Andri Hutagalung, membeberkan kronologi kejadian, dimana saat itu korban sedang ditinggal sendiri di sebuah kios, lantaran orangtuanya mencari persediaan gas LPG. Namun betapa terkejutnya orangtua korban saat kembali ke kios, buah hatinya sudah dalam keadaan menangis dan tampak terlihat shock.

“Berdasarkan pengakuan korban kepada orangtuanya, seorang lelaki mampir ke kios. Kemudian lelaki tersebut mencabuli korban, dengan memasukan tangannya ke celana korban. Korban menangis dan lari masuk ke WC,” cerita Kapolsek, Jumat (19/2/2021).



Belum cukup sampai di situ. Korban yang awalnya mengira pelaku sudah pergi memutuskan untuk keluar dari WC. Nahasnya, pelaku masih menunggu dan kemudian melakukan perbuatan yang sama terhadap korban.

“Pelaku kembali memasukan tangannya ke celana korban. Setelah itu pelaku langsung pergi dan sempat berucap kepada korban terima kasih. Atas kejadian ini korban mengalami trauma,” beber Kompol Andri.

Mendapati laporan adanya kasus pencabulan anak di bawah umur, pihak kepolisian memulai penyelidikan. Tak butuh lama hingga akhirnya petugas mendapati informasi bahwa pelaku sedang berada di rumahnya. Pelaku berhasil diringkus tanpa perlawanan apapun.

Kapolsek Banjarbaru Barat mengungkapkan bahwa dari hasil interogasi, pelaku mengakui khilaf telah melakukan aksi cabulnya tersebut. “Pelaku merasa khilaf karena melihat korban sendirian di kios. Pelaku juga mengakui melakukan hal tersebut sebanyak 2 kali kepada korban,” tuntas Kompol Andri. (kanalkalimantan.com/rico)

 

Reporter : Rico
Editor : Bie

 

 


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Paling Banyak Dibaca

-->