Connect with us

Kota Banjarmasin

AS Laksana: Mengarang Tulisan Itu Seperti Melukis dengan Kalimat

Diterbitkan

pada

Jurnalis senior AS Laksana saat berbagi tips menulis kepada pengunjung perpustakaan Palnam Banjarmasin Foto : Fikri

BANJARMASIN, Wartawan senior, esai dan penulis buku,AS Laksana menyambangi Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Provinsi Kalsel atau yang popular dengan sebutan Perpustakaan Palnam, Sabtu (16/11) siang. Kehadirannya ke perpustakaan kebanggaan urang Banua ini untuk berbagi pengalaman sekaligus tips menulis kreatif ala AS Laksana.

Menurut pria kelahiran Semarang ini, jika ingin menulis, seseorang harus bisa memadukan berbagai elemen penceritaan. Sehingga dapat menghasilkan suatu cerita yang menarik.

“Mengarang itu sebenarnya mengkomposisi berbagai elemen penulisan. Komposisi itu biar menjadi padu dan menarik untuk diikuti, sehingga disukai pembaca,” kata AS Laksana, Sabtu (16/11) siang.

Selain elemen, menurut pria jebolan Universitas Gadjah Mada ini, dalam mengarang juga harus memperhatikan padanan kalimat. Dalam mengarang tulisan, seseorang melukis dengan kalimat. “Jadi kalau kalimat kita jelek, itu sama seperti pelukis yang menggunakan cat jelek sekali,” tegas Laksana.

Sehingga, dengan kalimat yang bagus, seorang penulis mampu mempengaruhi pemikiran orang.

Menurut AS Laksana, untuk menilai tulisan itu bagus atau tidak, itu tergantung dengan pemikiran seseorang yang tertarik atau tidak untuk membacanya. “Kalau tidak tertarik, dia (tulisan) menjadi membosankan,” tambahnya.

AS Laksana memberi contoh yaitu petuah atau nasehat, yang menurutnya dapat membuat seseorang tidak menarik. Namun, dengan cerita dapat membuat seseorang tertarik. “Kalau mendengar cerita menarik, bisa membuat seseorang melek. Misalnya ngobrol dengan teman, bisa sampai pagi, membuat betah. Tapi kalau orangnya membosankan, kita mau pergi jalan-jalan saja pasti dia tidak membawa cerita menarik,” jelasnya.

Bagaimana agar cerita yang dituang dalam tulisan bisa menarik perhatian? “Kalau kita menulis bagus, orang otomatis tertarik,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Dispersip Kalsel Hj. Nurliani melalui Kabid Pelayanan dan Pembinaan Perpustakaan Wildan Akhyar menjelaskan, Dispersip Kalsel memiliki program agar meningkatkan kesadaran literasi di Banua. Salah satunya, dengan mendatangkan penulis-penulis kenamaan dan pengalaman banyak seperti AS Laksana. “Kita datangkan ke sini, kemudian masyarakat tertarik datang ke sini yang otomatis masyarakat tertarik mengunjungi perpustakaan,” kata Wildan.

Kehadiran AS Laksana di Perpustakaan Palnam sendiri, menurut Wildan, sebagian besar dihadiri oleh kalangan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Banjarmasin dan sekitarnya. “Mereka cikal bakal jadi penulis, makanya mereka belajar dengan penulis berpengalaman,” jelasnya.

Sehingga, Wildan berharap, dengan belajar dari pengalaman AS Laksana, akan muncul bibit-bibit penulis lokal. Ia mengatakan, program-program yang tengah dijalankan Dispersip Kalsel diharapkan dapat mengubah mindset masyarakat selama ini, yang menganggap perpustakaan hanyalah tempat untuk membaca, ataupun mengerjakan tugas sekolah atau perkuliahan.

“Kita konsepnya wisata. Wisata keluarga bisa di sini, anaknya bisa bermain di ruang anak. Yang lainnya bisa melihat buku, mengerjakan tugas di gazebo. Konsepnya, orang meminjam dan membaca buku tidak hanya indoor, tetapi juga outdoor,” pungkas Wildan.

Wildan menekankan, program-program yang dijalankan tidak hanya sekadar meningkatkan pengunjung perpustakaan. Namun juga untuk meningkatkan kesadaran literasi di kalangan masyarakat Kalsel.(fikri)

Reporter : Fikri
Editor : Chell

Bagikan berita ini!
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
-->