Connect with us

HEADLINE

Keseruan Belajar Story Telling dan English Fun Games Bersama Children Study Club Banjarbaru

Diterbitkan

pada

Puluhan anak ikut belajar bercerita (story telling) di komunitas belajar Children Study Club Banjarbaru yang berlangsung di arena Food Court Pondok Bambu, Banjarbaru, Sabtu (2/12/2023) siang. Foto: Wanda

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Puluhan anak dari komunitas belajar Children Study Club Banjarbaru dengan semangat belajar bercerita (story telling) di arena Food Court Pondok Bambu, Banjarbaru, Sabtu (2/12/2023) siang.

Kegiatan yang digagas oleh Ummu Safira, pengasuh Children Study Club Banjarbaru itu, termasuk dalam salah satu rangkaian untuk mengeksplore kegiatan belajar di luar sekolah.

Tema kegiatan kali ini ialah ‘Story Telling and English Fun Games’ dibawakan oleh perempuan yang akrab di sapa Bunda Ayesha, seorang tutor Bahasa Inggris dari Fun English for Kids Banjarmasin.

Baca juga: Enam Lintasan Social Bowling, Arena Permainan Baru di Timezone Q Mall Banjarbaru 

Dengan gaya yang khas, Bunda Ayesha membawakan cerita berjudul Malin Kundang di hadapan puluhan anak-anak taman bermain hingga yang duduk di sekolah dasar.

“Kita ceritakan kisah Malin Kundang dengan bahasa Inggris kemudian diterjemahkan, alasannya karena cerita iniselaras dengan bulan Desembar yang diperingati sebagai Hari Ibu, salah satu tujuannya mengenalkan moral value yang akan anak-anak selalu ingat dari cerita ini,” ujar Bunda Ayesha kepada Kanalkalimantan.com di sela kegiatan.

Beberapa anak nampak antusias mendengarkan cerita hingga bergantian maju ke depan, untuk menceritakan kembali pesan moral dari cerita yang dikemas dengan berbahasa Inggris tersebut.

“Kita tidak boleh durhaka kepada orangtua,” ucap salah satu anak bernama Shanum yang dengan percaya diri maju memberikan kesimpulannya.

Baca juga: Mahasiswa Kehutanan ULM Ajak Pelajar SDN 1 Guntung Manggis Tanam Pohon

Disamping mempelajari pesan moral ini juga, Bunda Ayesha turut mengajarkan bagaimana caranya agar anak berekspresi dalam bercerita.

Menurut dia, ekspresi merupakan hal dasar yang dipelajari untuk bisa mulai melakukan story telling.

“Yang utama saya ajarkan anak harus memiliki ekspresinya, jika hanya bercerita tanpa berekspresi itu bisa saja ceritanya tidak tersampaikan ke hati masing-masing pendengar, bahkan bisa ditambah properti menjadi lebih bagus lagi,” sambung dia.

Baca juga: PMI Banjar Latihan PPBM di Desa Mandiangin

Beberapa menit waktu berlalu kemudian Bunda Ayesha menyelingi pembelajaran bahasa Inggris dengan memberikan beberapa permainan games.

Beberapa permainan dilakukan untuk mengasah daya fokus anak sembari menghafal kosa kata bahasa Inggris.

“Kita ingin anak-anak bisa merasakan kesenangan dalam belajarnya, tidak monoton dengan hanya belajar pembelajaran di sekolah namun juga diselingi dengan metode games yang kami susun sehubungan dengan materi,” ungkap dia.

Baca juga: Kunjungi Perpustakaan Palnam, 48 Finalis Nanang Galuh Kalsel 2023 Diajak Nonton Film Budaya

Hingga waktu nyaris berakhir, anak-anak masih nampak tertawa riang bergembira bermain bersama dengan teman-teman kelompoknya.

Tak lupa juga, Bunda Ayesha ikut memberikan hadiah bagi anak yang memenangkan permainan dan berani unjuk diri maju ke depan. (Kanalkalimantan.com/wanda)

Reporter : wanda
Editor : bie

Please follow and like us:
Pin Share

iklan

MUSIC HITS with VOA


Disarankan Untuk Anda

Paling Banyak Dibaca

-->
RSS
Follow by Email