Connect with us

Kota Banjarbaru

Kepala BBTKLPP Banjarbaru : Swab PCR Kami Telah Tervalidasi dan Akurat

Diterbitkan

pada

Kepala BBTKLPP Banjarbaru, Slamet Mulsiswanto Foto: kk
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Beda hasil tes swab PCR yang dilakukan Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BBTKLPP) Banjarbaru dengan hasil di klinik atau laboratorium swasta sempat jadi polemik.

Kepala BBTKLPP Banjarbaru, Slamet Mulsiswanto, akhirnya buka suara. Ia megaskan pemeriksaan swab PCR yang dilakukan pihaknya telah tervalidasi dan akurat. Sebab dalam melakukan pemeriksaan uji tes swab PCR, BBTKLPP Banjarbaru lebih dulu telah melalui beberapa tahapan pengujian berlapis.

“Kita sudah melaksanakan standarisasi wajib yang diterapkan. Sebagaimana ketentuan baik dari Kemenkes RI maupun WHO (Organisasi Kesehatan Dunia),” tegasnya, ditemui Kanalkalimantan.com, Senin (12/4/2021).

Salah satunya ialah Pemantapan Mutu Internal (PMI) berupa quality control sebagaimana SOP yang berlaku. Begitu juga untuk Pemantapan Mutu Eksternal (PME), yang mana tahapan ini terangnya ialah pengirim sampel ke Litbangkes Kemenkes RI secara berkala dari 3-6 bulan.



“Kita bahkan telah uji profisiensi laboratorium dengan WHO. Hasilnya kesesuaian kita 100 persen dan artinya pemeriksaan kita akurat. Kemungkinan bulan ini sertifikat profisiensi dari WHO akan diberikan kepada kita, sebagai tanda telah ikut pengujian,” bebernya.

Baca juga : Resmi! Puasa Hari Pertama 1 Ramadhan 1442 Hijriah Jatuh Selasa Besok

Atas berbagai macam pencapaian dan status yang diraih, Slamet mengungkapkan bahwa jika hasil swab PCR yang dilakukan pihaknya sangat bisa dipertanggungjawabkan. Ditambah lagi dengan ditunjangnya kemampuan SDM yang bekerja di BBTKLPP Banjarbaru.

“Jadi kami (BBTKLPP, -red) ini bukan fasilitas yang ujug-ujug terbentuk karena merebaknya pandemi Covid-19. Kami ini sudah beroperasional sejak lama dan sebelumnya ada lab virologi. SDM yang ada di sini merupakan ahli di bidangnya masing-masing,” tegasnya.

Disinggung terjadinya perbedaan hasil swab PCR akibat human error oleh pegawainya, Slamet menolak mengamini tudingan tersebut. Pasalnya menurutnya SDM yang betugas untuk melakukan pemeriksaan Covid-19 sangatlah ideal.

“Berbeda saat awal merebaknya pandemi, sekarang sampel yang kami terima tidak sampai membludak. Sehari rata-rata cuma 50 sampel dan ini sangat mampu kita tangani. Total petugas kita di pemeriksaan khusus Covid-19 ini ada 15 sampai 20 orang, jadi tidak ada istilah kecapean atau bahasa human error itu,” tegasnya.

Ihwal terjadinya perbedaan hasil tes, Slamet memaparkan sejumlah faktor penyebabnya. Dijelaskannya bahwa dalam melakukan tes Swab, ada 3 fase yang harus dilalui. Yakni Pre Analytic (persiapan), Analytic (pemeriksaan) dan Pasca Analtyc (pencatatan).

Baca juga : BAZNAS Kalsel Siapkan Banyak Program Unggulan di Bulan Suci Ramadhan

Apabila ada dari tiga faktor ini terjadi kesalahan, ujar Slaamet, maka memang berpotensi muncul perbedaan hasil. Baik disebabkan Human Error (faktor manusia) atau Technical Error (faktor alat).

Namun kembali ditegaskannya, jika BBTKLPP beroperasional sesuai SOP yang presisi dan akurat.

“Kita ada tiga alat yang bisa saya klaim canggih dalam memeriksa sampel-sampel ini, kita pun juga terus mengkalibrasi alat-alat ini, dan juga kita crosscheck lagi agar benar-benar memastikannya, jadi kita pastikan pemeriksaan kita akurat,” paparnya.

Meski tak ingin mengomentari mengapa hasil tes swab di klinik maupun di beberapa Rumah Sakit berbeda, menurutnya pemeriksaan swab dari pihaknya tak perlu dipertanyakan. Sebab, BBTKLPP Banjarbaru sendiri adalah lembaga yang membina fasilitas-fasilitas kesehatan yang ada di Kalsel untuk melakukan pemeriksaan Covid-19.

“Sejauh ini ada total 14 fasyankes termasuk swasta yang kita bina untuk pemeriksaan Covid-19 ini, karena memang kita yang ditunjuk untuk membinanya. Nah soal kenapa ada perbedaan, seyogiyanya pihak Dinkes Provinsi yang berwenang melakukan Monev (monitoring dan evaluasi) terhadap Fasyankes ini,” bebernya.

Dengan munculnya isu perbedaan hasil ini, Slamet memganjurkan agar masyarakat yang ingin melakukan pemeriksana hendaknya memastikan fasyanskes yang dituju benar-benar mumpuni dan sesuai SOP.

Baca juga : Pantau Hilal di Banjarmasin, Kemenag Kalsel Imbau Masyarakat Tunggu Putusan Pusat

“Kita sebenarnya senang-senang saja diawasi oleh anggota DPRD seperti karena memang salah satu fungsi mereka kan pengawasan. Tapi kita imbau agar masyarakat untuk memastikan dulu fasyankes yang mau dituju, apakah sudah mengikuti SOP yang ada, baik dari PMI hingga PME,” pungkasnya.

Sebagaimana diberitakan, belakangan ini hasil uji tes di BBTKLPP Banjarbaru telah menuai kontroversi. Salah satunya dipicu atas keluarnya hasil tes yang memvonis sejumlah nama anggota Komisi III DPRD Banjarbaru positif terkonfirmasi virus corona.

Setidaknya ada lima anggota dewan yang dinyatakan terkonfirmasi virus melalui uji Swab PCR di BBTKLPP Banjarbaru beberapa waktu lalu.

Persoalan muncul tatkala para wakil rakyat memutuskan melakukan banding hasil uji tes dengan jalani Swab PCR di tempat lain. Hasilnya, mereka justru dinyatakan negatif terpapar Covid-19. Padahal hasil terbaru itu didapat hanya selang beberapa hari pasca keluarnya hasil tes di BBTKLPP Banjarbaru. (Kanalkalimantan.com/al)

 

Reporter : Al
Editor : Cell

 


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
iklan

Komentar

Disarankan Untuk Anda

Paling Banyak Dibaca

-->