Connect with us

Haul Sekumpul 14

“Kekaguman Kami Akan Guru Sekumpul Tak Bisa Digambarkan dengan Ucapan”

Diterbitkan

pada

Ribuan jamaah sudah membludak sejak kemarin memenuhi berbagai lokasi Foto; Rendy

MARTAPURA, Puncak acara Haul KH Muhammad Zaini Bin Abdul Ghani ke-14, dipadati para jamaah yang datang dari berbagai penjuru daerah. Tidak hanya para jamaah yang berasal dari Kalsel saja, tetapi jama’ah dari berbagai penjuru nusantara, bahkan mancanegara.

Dari pantuan kanalkalimantan hingga jelang subuh tadi pagi, saking banyaknya jamaah, dimalam pertama H-1 haul ke-14 ratusan jamaah haul nampak tidur di halaman rumah warga, toko, bahu jalan, hingga mesjid di lingkungan pusat acara Haul Abah Guru Sekumpul.

“Sosok KH Muhammad Zaini Bin Abdul Ghani yang akrab disapa Guru Sekumpul ini adalah merupakan sosok ulama karismatik yang berasal dari Kota Martapura Kalsel. Salah satu ulama yang dapat menarik hati para jamaah untuk menambah kecintaan kepada Rasulullah SAW,” ujar Ahmad Cholid, jamaah asal Kota Malang, Jawa Timur, Minggu (10/3) dini hari.

Ahmad Cholid bercerita, dirinya sangat mengagumi sosok Ulama yang satu ini. Sehingga dirinya beserta rombongan yang terdiri dari 50 orang, datang ke kota Martapura yang berasal dari berbagai Majelis Ta’lim di Kota Malang, untuk mengikuti kegiatan Haul Guru Sekumpul ke 14 tahun ini.

“Kekaguman kami terhadap sosok Guru Sekumpul tak bisa di gambarkan dengan ucapan, Beliau sangat  luar biasa, begitu kami sampai ke kota Martapura, kami langsung berziarah karena ini memang niat kami. Betapa hikmatnya dan harunya ketika di hadapan makam beliau,” ungkapnya.

Ditambahkan Ahmad Chloid dalam pembacaan Maulid Habsy pun Majelis Ta’ limnya diperkumpulan di Malang, juga mengikut apa yang diajarkan Guru Sekumpul.  “Inilah bentuk kecintaan kami kepada beliau, baik dari segi ke ilmuan beliau, tutur kata, sikap dan tingkah laku beliau manjadi tauladan bagi kami,” Ungkapnya.

Dirinya juga sangat mengapresiasi atas sambutan yang luar biasa  kepada para jama’ah yang hadir di Haul ini, baik dari masyarakat,  relawan haul, bahkan dari Pemerintah Kabupaten Banjar, seperti yang  di alami pihaknya mulai turun dari Bandara hingga ke tempat rombongannya menginap di salah satu rumah warga.

Puluhan ribu jamaah Haul ke-14 Guru Sekumpul terus mengalir tak putus-putusnya. Hingga kemarin, sampai malam ini para muhibbin atau pecinta Abah Guru KH Muhammad Zaini bin Abdul Ghani dari berbagai daerah terus berdatangan. Mereka menyatu dalam cinta!

Pantauan Kanalkalimantan.com, puluhan ribuan jamaah sudah memadati area Sekumpul sejak sore hingga saat melaksanakan sholat Magrib dan Isya. Jamaah sudah meluber hingga ke jalanan. Dalam radius sejauh 4 km, seperti di Jalan Veteran, sudah didapati ribuan petugas kepolisian dengan dibantu relawan. Mereka nampak sibuk mengarahkan ribuan pengendara baik roda dua hinga roda empat, yang ingin pergi menuju pusat acaran di Mushola Ar Raudah.

Sementara itu, jamaah yang baru datang menjelang Magrib dan berniat menuju pusat acara, sudah dipastikan tidak bisa berjalan menembus menuju Mushola Ar Raudah. Mengingat jalur jalan utama hingga jalan alternatif sudah diisi penuh oleh ribuan jamaah sang sedang beribadah.

Berdasarkan pantauan di udara, ribuan jamaah sudah menghamparan sajadahnya hingga simpang 4 mesjid Pancasila dan Pasar PPS yang jaraknya sekitar 1.5 km dari pusat acara.

“Sebenarnya saya mau ke mushola Ar Raudah, namun di Pasar PPS hingga simpang 4 mesjid Pancasila ini saja jalannya sudah penuh dan tidak bisa dilewati diisi dengan ribuan jamaah. Jadi saja putuskan untuk mengamparkan sejadah saya di belakang pasar PSS ini saja,” ujar Rusli, salah seorang Jamaah asal Barabai.

Tanggapan serupa juga diutaraka oleh Arif, jamaah asal Malang yang baru pertama kali ikut Haul Abah Guru Sekumpul. Begitu terkenalnya acara Abah Guru Sekumpul, membuat dirinya ingin meniatkan diri untuk pergi menuju makam yang berada di mushola Ar Raudah.

Namun mengingat jalur yang dilewati sangat padat sehingga mengurungkan niatnya untuk pergi menuju lokasi. “Sebenarnya saya ingin sekali pergi ke makam Abah guru, namun karena tidak memungkinkan jadi saya ampar sajadah di simpang 4 masjid Pancasila ini saja, mungkin besok subuh-subuh akan saya coba lagi ke sana, karena ini niat saya jauh-jauh datang ke sini,” akunya. (rendy)

Reporter:Rendy
Editor:Cell

Bagikan berita ini!
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
-->