Connect with us

Seni Budaya

Jual Karya Seni dengan Teknologi Blockchain

Diterbitkan

pada

Foto : Tangkapan layar video VOA

KANALKALIMANTAN.COM – Para seniman dan pecinta seni makin tertarik pada koleksi digital NFT (Non Fungible Token) setelah seorang seniman mendapat 69 juta dolar dari lelang karya seni digital yang terkait teknologi blockchain ini. Teknologi ini mendisrupsi dunia seni dan banyak pecinta seni beralih ke koleksi digital.

Para seniman menyambut gembira teknologi NFT, siapapun bisa menjual karya seninya secara langsung dalam bentuk digital yang terenkripsi secara digital. Degan NFT memungkinkan para seniman akan terus mendapatkan royalti dari karya seni yang dijual pasar digital.

 

Baca juga : Ini Logo Resmi MTQ XXIX Nasional 2022 di Kalsel



“NFT memungkinkan seniman lukis, seniman tulis, musik hingga pembuat video gam akan terus menikmati hasil karya yang dia jual, dan pembeli juga bisa melihat siapa yang membuat karya tersebut, negara asal seniman dan melakukan pembayaran kepada sipenjual,” jelas Liz Yang dari DFINITY FOUNDATION.

 

Liz Yang dari DFINITY FOUNDATION. Foto : Tangkapan layar video VOA

 

Foto : Tangkapan layar video VOA

Baca juga : Analis: Indonesia Harus Hati-Hati Hadapi Pinjaman Tiongkok

Teknologi blockchain mengubah dunia seni, dengan teknologi ini benda koleksi seni diubah menjadi digital NFT. Sistem transaksi blockchain membuat segalanya menjadi mudah bagi seniman dan penikmat seni. Sistem ini bisa memvalidasi keaslian karya seni, dengan mengubah karya seni jadi NFT pelaku seni memiliki dompet digital yang akan terus terisi sebagai hasil penjualan karya seni hal ini terjadi karena NFT memiliki program kontrak pintar yang menguntungkan bagi seniman. (VOA)

Editor : Desy


iklan

Disarankan Untuk Anda

Paling Banyak Dibaca

-->