Connect with us

HEADLINE

Isu Tambang Jadi Debat ‘Panas’, Kedua Paslon Komitmen Jaga Meratus!

Diterbitkan

pada

Isu tambang dan meratus jadi materi debat Pilgub Kalsel tahap pertama. Foto: bidik layar TVRI

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – Pegunungan Meratus berserta masyarakat adat di Kalimantan Selatan (Kalsel) menjadi salah satu topik yang dibahas dalam gelaran debat perdana antar calon Gubernur Kalimantan Selatan, Rabu (4/10/2020) malam.

Tema yang diangkat ialah kebijakan dan starategi masing-masing kandidat untuk melindungi identitas budaya masyarakat hukum adat dan perlindungan hak atas tanah ulayat atau tanah adat. Dan salah satu yang jadi topik utamanya ialah pegunungan Meratus beserta masyarakat adat Dayak di dalamnya.

Sebagaimana diketahui, perjuangan menyelamatkan pegunungan Meratus dari aktivitas tambang menjadi topik hangat yang diperbincangkan dalam kurun waktu 3 tahun terakhir. Keluarnya surat izin eksploitasi pertambangan di pegunungan Meratus pada 2017 silam adalah pemicunya.

Seiring berjalannya waktu, gelombang penolakan atas izin tersebut bermunculan dari seluruh elemen masyarakat. Tagar #savemeratus gencar digaungkan baik aktivis lingkungan, pemerintah setempat, maupun organisasi mahasiswa.



 

Pasangan Cagub Cawagub Kalsel Denny Indrayana-Difriadi Darjat. Foto: putra

Wajar saja, sebab selain dikhawatirkan dapat merusak kelestarian dan keragaman hayati di kawasan yang menjadi paru-paru pulau Kalimantan itu. Eksploitasi tambang juga sekaligus menciderai hak wilayah yang dimiliki suku adat Dayak yang selama ini hidup di sana.

Calon Gubernur Kalsel nomor urut 2, Denny Indrayana, menerangkan bahwa masyarakat adat termasuk hak wilayahnya sebenarnya telah dijamin, dilindungi, dan diakui oleh konstitusi. Hanya saja, untuk di Kalsel sendiri menurutnya pemerintah belum maksimal dalam menerapkan regulasinya.

“Di Kalsel ini regulasinya cuma Perda -peraturan daerah- saja. Kalau cuma Perda ya tidak akan kuat. Seharusnya ada langkah-langkah konkrit lainnya. Selain itu, masyarakat adat Dayak jangan cuma diberikan bantuan tanpa hati. Yang tak kalah penting itu sebenarnya memberikan pendidikan dan ekonomi yang lebih baik, agar mereka bisa hidup dengan layak,” katanya.

Pasangan Cagub Cawagub Kalsel H Sahbirin Noor-H Muhidin. Foto: putra

Tak hanya itu, Denny juga menyatakan bahwa dirinya bersama pasangannya Difriadi secara tegas menolak ekploitasi tambang di pegunungan Meratus. Hal ini katanya bukan semata-mata menolak investasi, tapi demi menjaga kelestarian lingkungan.

“Jangan sebagai kepala daerah kita hanya berpikir keuntungan saja. Lalu, tak lama kemudian terjadi banjir di sejumlah daerah. Untuk itu saya mendorong agar masyarakat adat kita terlindungi lebih layak dan pada saat yang sama pegunungan Meratus juga ikut terlindungi,” tegasnya.

Sementara itu, Calon Gubernur Kalsel nomor urut 1, Sahbirin Noor, memaparkan kekayaan alam yang ada di Banua. Baginya, tantangan yang dihadapi pemerintah saat ini ialah terlepas dari belenggu kemiskinan dan kebodohan. Salah satunya dengan memberikan kehidupan yang baik bagi masyarakat adat .

“Bagi kami Save Meratus adalah harga mati. Oleh karena itu kita harus menjaganya dari hal-hal yang menghancurkan alam dan menggangu adat istiadat masyarakat kita,” paparnya.

Atas kondisi lingkungan selama beberapa tahun terakhir, Sahbirin yang berstatus incumbent meyakini bahwa selama kepemimpinannya 4 tahun ini telah meminimalisir adanya musibah di Kalsel. Ia juga menjanjikan saat dirinya kembali terpilih sebagai Gubernur, sinergisitas antar pemerintah provinsi dan kabupaten kota akan lebih mengutamakan dalam hal menjaga lingkungan.

“Hari ini, danau dan sungai yang sempit sudah direhab. Enceng gondok juga sudah kita tanggulangi. Paling tidak upaya kita lakukan untuk mengurangi potensi banjir saat cuaca hujan lebat. Kami juga mendorong pemerintah kabupaten kota, untuk bersinergi dengan Pemprov dalam menjaga kelestarian lingkungan kita,” lugasnya. (Kanalkalimantan.com/rico)

Reporter: Rico
Editor: Cell


iklan

Disarankan Untuk Anda

Paling Banyak Dibaca

-->