Kabupaten Balangan
Inovasi “Rindu Safaat” Solusi Pengelolaan Sampah Berbasis 3R di Balangan
KANALKALIMANTAN.COM, PARINGIN – Program pengelolaan sampah berbasis 3R (reduce, reuse, recycle) digagas Dinas Pertanahan dan Lingkungan Hidup Kabupaten Balangan.
Dinas Pertanahan dan Lingkungan Hidup Kabupaten Balangan meluncurkan inovasi bertajuk “Rindu Safaat” (Rumah INovasi Daur Ulang mengubah SAmpah menjadi barang bermanFAAT)
“Permasalahan sampah masih menjadi tantangan utama di berbagai daerah, termasuk Kabupaten Balangan dan seiring meningkatnya jumlah penduduk dan kebutuhan hidup volume sampah yang dihasilkan pun terus bertambah,” kata inovator “Rindu Safaat” Nisa Hairiani, Senin (19/5/2025).
Menurut Nisa Sampah, organik mendominasi hingga 60-70 persen, sementara sampah anorganik khususnya plastik juga memberikan kontribusi signifikan terhadap pencemaran lingkungan.
Baca juga: BEM-KM Faperta ULM Siapkan PKM di Desa Matang Batas Tapin
Menjawab tantangan tersebut, Nisa Hairiani menjelaskan, program ini mengedepankan sistem pengelolaan sampah berbasis 3R yang bertujuan mengurangi volume sampah yang dibuang ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) dan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pengelolaan sampah.
Nisa menuturkan inovasi “Rindu Safaat” dirancang melalui beberapa tahapan mulai dari penjaringan ide, penyusunan pedoman teknis dan SOP, penetapan payung hukum hingga sosialisasi dan implementasi di lapangan.
Uji coba juga telah dilakukan di sejumlah TPS 3R dari bulan Agustus 2023, seperti di Desa Bungin dan Desa Tundakan dengan melibatkan masyarakat setempat sebagai pelaksana utama pengelolaan sampah.
Selain itu Nisa menerangkan, program ini tidak hanya fokus pada pengolahan sampah organik menjadi kompos dan pencacahan sampah plastik, tetapi juga mendorong pembuatan kerajinan tangan dari sampah anorganik yang memiliki nilai ekonomi.
Baca juga: Sambut HUT, PTAM Intan Banjar Gelar Promo Spesial untuk Pelanggan
Selain mengelola sampah inovasi tersebut juga memberikan edukasi kepada masyarakat, terutama anak-anak sekolah mengenai pengelolaan sampah dan daur ulang, hal ini menjadi bagian penting untuk menanamkan kesadaran lingkungan sejak dini.
Nisa berharap dari program Rindu Safaat ini mampu mengurangi pencemaran lingkungan, menghemat anggaran pemerintah dan membantu menurunkan volume sampah yang dibuang ke TPA sehingga memperpanjang umur TPA serta membantu meningkatkan angka pengurangan sampah di Kabupaten Balangan.
Sementara Kepala Dinas Pertanahan dan Lingkungan Hidup Kabupaten Balangan Aidinnor, menegaskan bahwa keberhasilan program ini tidak lepas dari kolaborasi antara pemerintah daerah, pengelola TPS 3R, Bank Sampah dan partisipasi aktif masyarakat.
Monitoring dan evaluasi rutin dilakukan setiap tahun guna memastikan program berjalan optimal dan berkelanjutan.
Baca juga: Lima PAC Muslimat NU Amuntai Dilantik
“Melalui inovasi Rindu Safaat, Kabupaten Balangan berharap dapat menjadi contoh daerah lain dalam pengelolaan sampah berbasis masyarakat,” harapnya. Dengan pendekatan 3R dan edukasi berkelanjutan, diharapkan permasalahan sampah dapat ditekan, lingkungan semakin sehat dan ekonomi sirkular di tingkat lokal semakin berkembang. (Kanalkalimantan.com/mcbalangan)
Reporter: mcbalangan
Editor: kk
-
Kalimantan Timur2 hari yang lalu9 Tahun di Penjara, Rita Widyasari Pulang Kampung Disambut Warga
-
Kota Banjarbaru2 hari yang laluWisuda Santri BKPAKSI Banjarbaru 2026, Ini Kata Wali Kota Lisa Halaby
-
Kabupaten Kotabaru2 hari yang laluDislautkan Kalsel Hadirkan Gerai Perizinan Kapal Perikanan di Kotabaru
-
HEADLINE3 hari yang laluCatatan Banjir Kalsel 2025 : 94 Ribu Rumah Terendam, 450 Rumah Rusak
-
PUPR PROV KALSEL2 hari yang laluPenataan Lanskap Masjid Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari Dipercepat
-
Kalimantan Selatan2 hari yang laluDislautkan Kalsel Serahkan Bantuan Perahu Bermotor untuk Pokmaswas

