Pendidikan
Ella Anak Tukang Las Masuk Universitas Al-Azhar Mesir
KANALKALIMANTAN.COM, SAMARINDA – Laila Nur Azizah, anak seorang tukang las di sebuah gang sempit Kota Samarinda berhasil mewujudkan mimpi diterima masuk di Universitas Al-Azhar Kairo, Mesir.
Perempuan belia yang akrab disapa Ella ini telah bercita-cita kuliah di luar negeri sejak duduk di bangku MIN 2 Samarinda.
“Waktu kecil, saya melihat orang-orang yang kuliah di luar negeri itu seperti orang-orang yang wow. Ada sesuatu yang berbeda dari mereka. Cara mereka bicara, cara mereka berpikir. Dan saya bertekad, suatu hari nanti, saya harus seperti itu,” ujar Ella, Selasa (14/4/2026).
Baca juga: Setahun Disegel, Begini Kondisi TPA Basirih Sekarang
Angan itu semakin menggebu saat perempuan berusia 19 tahun ini memasuki bangku kelas XII MAN 2 Samarinda. Terpikirlah dia mengambil ilmu agama agar bisa lebih dekat dengan Islam. Sejak itulah nama Al-Azhar pertama disebut karena menurutnya tidak ada universitas lain yang menandingi institusi Pendidikan tertua di dunia itu.
Perjuangan Ella semakin terlihat saat berseragam putih abu-abu. Bisa dilihat saat bel pulang berbunyi, dia bersama sahabatnya memilih pergi ke rumah seorang Uztaz Syaikhul Umam guna mempelajari Bahasa Arab.
“Jaraknya lumayan jauh, tapi kami tidak pernah berpikir untuk tidak berangkat. Kami sudah bertekad. Capek itu urusan nanti,” kenang Ella.

Keseharian Mujamil, ayah dari Ella yang sehari-hari bekerja di bengkel las. Foto: Djoni Satria/Ruzka Indonesia for Kanalkalimantan
Baca juga: Hanan Attaki di Masjid Agung Al Munnawarah Banjarbaru
Program Tahdid Mustawa menjadi pintu masuk menuju Mesir bagi Ella pada Desember 2025. Ujian penentuan level bahasa Arab dari Markaz Tatwir Mesir itu menjadi jalan bagi siapa saja yang ingin menuntut ilmu di perguruan tinggi Mesir.
Meraihnya pun tidak mudah, beberapa syarat dan ujian seleksi mesti dilalui Ella. Tak ada yang menjamin kelulusan, oleh sebab itu kemampuan dan kesiapan diri sangat dibutuhkan.
Perjuangan itu akhirnya ketika nama Laila Nur Azizah secara resmi diterima di Universitas Al-Azhar Kairo, Mesir, program Studi Syariah Islamiyah. Kabar bahagia juga diterima sahabat karibnya, Rahmi Zahratunnisa yang berhasil masuk Program Studi Sastra Arab. Dari berjalan bersama ke rumah ustaz, kini mereka akan melangkah ke pusat peradaban ilmu Islam tertua di dunia.
Perjalanan dilanjutkan ke tahap ujian penentuan level bahasa Arab pada Februari 2026 dari program Darul Lughoh atau pembekalan bahasa sebelum berangkat ke Mesir. Di bulan Maret 2026 akhir, program Darul Lughoh mulai berjalan selama tiga bulan sementara Ella tinggal di rumah om dan bibinya. Kewajibannya menghadiri ujian tatap muka tiap bulan membuatnya jauh dari kenyaman rumah sendiri dan orangtua.
Baca juga: Kuota Kirim ke TPA Banjarbakula Dipangkas, Sampah ‘Menggunung’ di Banjarmasin
Keberhasilan Ella menggapai cita-citanya tidak lepas dari dukungan orang tua, terlebih sang Ayah, Mujamil (56) dan sang Ibu, Siti Apsoh (46). Saat pertama kali mendengar anaknya ingin kuliah di luar negeri, orang tuanya tidak pernah mengatakan tidak bisa atau tidak mungkin, akan tetapi mereka bilang coba saja.
Ella sama sekali tidak ingin memberatkan orangtuanya, lantas pemenang lomba dai-daiyah muda dan juara syarhil MTQ ini berupaya mencari beasiswa kuliah di berbagai sumber dengan satu tujuan meringankan beban orangtua.
“Saya tidak mau orangtua terlalu terbebani. Mereka sudah terlalu banyak berkorban. Kalau saya bisa dapat beasiswa, berarti saya sudah sedikit membalas kerja keras mereka,” tuturnya.
Baginya, diterima di Universitas Al-Azhar Kairo bukan berarti perjuangan sudah selesai karena disitulah babak baru dimulai.
Baca juga: Disdukcapil Kapuas Luncurkan SIMPLE WA, 12 Layanan Bisa Diakses Online
Saat lulus nanti, Ella ingin berbagi ilmu yang didapatkannya di Mesir. Dia belum tahu pasti tentang profesi apa yang akan ditekuninya, entah itu guru, dai, atau bahkan peneliti. Intinya Ella ingin ilmunya bermanfaat terhadap orang lain.
Ella adalah cerita soal mimpi yang tumbuh di tempat sederhana, bertahan di tengah keterbatasan, serta keyakinan melampaui batas yang tidak mungkin. (Kanalkalimantan.com/fahmi)
Reporter: fahmi
Editor: bie
-
HEADLINE2 hari yang laluSatpol PP Banjar Tertibkan 23 Bangunan di Gambut, Ditemukan Fasilitas Karaoke dan Kamar di Warung Makan
-
Kota Banjarbaru2 hari yang laluPemko Banjarbaru Gelar Pra Musrenbang Tematik Stunting
-
Kabupaten Balangan2 hari yang laluGelang Simpai Kekayaan Lokal Dayak Meratus
-
Kabupaten Kapuas2 hari yang laluBupati Kapuas Trail Adventure #4 & Trail Game 2026 Siap Digelar
-
kampus2 hari yang laluMahasiswa Kumpulkan Rp5,2 Juta untuk Korban Kebakaran Kuin Cerucuk
-
Kota Martapura2 hari yang laluMasuk April Wali Kota Yamin Minta Percepatan Realisasi Anggaran






